Jumat, 23 Okt 2026 07:32 WIB

Tuntut Pembayaran Upah dan THR, Karyawan PT Pakerin Luruk Tunjungan Plaza Surabaya

Aksi karyawan PT Pakerin
Aksi karyawan PT Pakerin

selalu.id - Ratusan pekerja PT Pakerin menggelar aksi demonstrasi di depan Kondominium Regency, Tunjungan Plaza, Surabaya, hari ini. Mereka menuntut pembayaran upah dan Tunjangan Hari Raya (THR) yang hingga kini belum diterima secara penuh. Doni Aryanto, Korlap Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), menjelaskan bahwa aksi ini merupakan buntut dari serangkaian aksi sebelumnya yang belum membuahkan hasil.

"Aksi ini sudah beberapa kali dilakukan, bahkan hampir setiap minggu. Kami sudah melakukan berbagai upaya, namun hingga saat ini pembayaran upah dan THR masih belum tuntas," ujar Doni, Senin (16/6/2025) petang.

Menurutnya, sebagian pekerja memang telah menerima pembayaran, namun jumlahnya masih jauh dari cukup, bahkan banyak yang sama sekali belum menerima pembayaran. Sasaran utama demonstrasi kali ini adalah Bank Prima, tempat PT Pakerin menyimpan dana perusahaan.

Baca Juga: Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

Doni menjelaskan bahwa dana tersebut seharusnya digunakan untuk membayar upah dan THR para pekerja. "Uang pekerja ada di Bank Prima, namun Komisaris Bank Prima, Hendri, menolak untuk mencairkannya," tegas Doni.

Para pekerja telah melakukan pertemuan dan mediasi dengan Bank Prima, namun hingga sore hari belum ada titik temu. Kekecewaan para pekerja semakin memuncak karena Hendri, yang diketahui tinggal di Kondominium Regency Tunjungan Plaza, tidak hadir dalam mediasi.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

"Kami mencari Pak Hendri ke apartemennya (Kondominium Regency), namun beliau tidak ada. Semua upaya mediasi tertuju di Bank Prima, namun pihak bank tetap menolak untuk mencairkan dana tersebut," lanjut Doni.

Jumlah pekerja PT Pakerin yang ikut aksi kali ini mencapai sekitar 500 orang, dengan sekitar 200 orang yang aktif berpartisipasi dalam demonstrasi hari ini. Mereka berharap agar pihak Bank Prima dan PT Pakerin segera menyelesaikan permasalahan ini dan segera membayar upah dan THR yang menjadi hak mereka.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Sekadar diketahui, aksi demonstrasi masih berlangsung hingga berita ini diturunkan, dengan para pekerja tetap bertahan hingga ada kejelasan dari pihak Bank Prima dan PT Pakerin. Pabrik PT Pakerin di Mojokerto sendiri dilaporkan telah berhenti beroperasi.

"Kami berharap masalah ini segera diselesaikan. Para pekerja memiliki tanggungan keluarga, anak, istri, dan orang tua. Mereka membutuhkan uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," pungkas Doni.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Top 5 Berita: Perampokan Toko Emas di Jember hingga Santri Terganjal Aturan

Artikel peristiwa dan pemerintahan masih banyak dibaca.

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman.