Senin, 07 Sep 2026 00:45 WIB

Tuntut Pembayaran Upah dan THR, Karyawan PT Pakerin Luruk Tunjungan Plaza Surabaya

Aksi karyawan PT Pakerin
Aksi karyawan PT Pakerin

selalu.id - Ratusan pekerja PT Pakerin menggelar aksi demonstrasi di depan Kondominium Regency, Tunjungan Plaza, Surabaya, hari ini. Mereka menuntut pembayaran upah dan Tunjangan Hari Raya (THR) yang hingga kini belum diterima secara penuh. Doni Aryanto, Korlap Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), menjelaskan bahwa aksi ini merupakan buntut dari serangkaian aksi sebelumnya yang belum membuahkan hasil.

"Aksi ini sudah beberapa kali dilakukan, bahkan hampir setiap minggu. Kami sudah melakukan berbagai upaya, namun hingga saat ini pembayaran upah dan THR masih belum tuntas," ujar Doni, Senin (16/6/2025) petang.

Menurutnya, sebagian pekerja memang telah menerima pembayaran, namun jumlahnya masih jauh dari cukup, bahkan banyak yang sama sekali belum menerima pembayaran. Sasaran utama demonstrasi kali ini adalah Bank Prima, tempat PT Pakerin menyimpan dana perusahaan.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Doni menjelaskan bahwa dana tersebut seharusnya digunakan untuk membayar upah dan THR para pekerja. "Uang pekerja ada di Bank Prima, namun Komisaris Bank Prima, Hendri, menolak untuk mencairkannya," tegas Doni.

Para pekerja telah melakukan pertemuan dan mediasi dengan Bank Prima, namun hingga sore hari belum ada titik temu. Kekecewaan para pekerja semakin memuncak karena Hendri, yang diketahui tinggal di Kondominium Regency Tunjungan Plaza, tidak hadir dalam mediasi.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

"Kami mencari Pak Hendri ke apartemennya (Kondominium Regency), namun beliau tidak ada. Semua upaya mediasi tertuju di Bank Prima, namun pihak bank tetap menolak untuk mencairkan dana tersebut," lanjut Doni.

Jumlah pekerja PT Pakerin yang ikut aksi kali ini mencapai sekitar 500 orang, dengan sekitar 200 orang yang aktif berpartisipasi dalam demonstrasi hari ini. Mereka berharap agar pihak Bank Prima dan PT Pakerin segera menyelesaikan permasalahan ini dan segera membayar upah dan THR yang menjadi hak mereka.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Sekadar diketahui, aksi demonstrasi masih berlangsung hingga berita ini diturunkan, dengan para pekerja tetap bertahan hingga ada kejelasan dari pihak Bank Prima dan PT Pakerin. Pabrik PT Pakerin di Mojokerto sendiri dilaporkan telah berhenti beroperasi.

"Kami berharap masalah ini segera diselesaikan. Para pekerja memiliki tanggungan keluarga, anak, istri, dan orang tua. Mereka membutuhkan uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," pungkas Doni.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.