Jumat, 05 Jun 2026 22:02 WIB

Pembebasan Lahan Terhambat, Pembangunan Flyover Dolog Terancam Molor

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 13 Jun 2025 19:13 WIB
Bundaran Dolog
Bundaran Dolog

selalu.id – Rencana pembangunan flyover di Bundaran Dolog (Taman Pelangi), Surabaya, terancam molor akibat kendala pembebasan lahan. Proyek yang ditujukan untuk mengurai kemacetan di kawasan selatan kota ini belum bisa dimulai karena sebagian lahan masih bermasalah.

 

Baca Juga: Pembebasan Lahan Bundaran Dolog Dieksekusi, Anggaran Ganti Rugi Capai Rp57 Miliar

Hingga pertengahan Juni 2025, dari total 29 bidang tanah yang perlu dibebaskan, masih terdapat tujuh bidang yang belum rampung karena konflik kepemilikan dan sengketa waris. Padahal konstruksi dijadwalkan dimulai pertengahan tahun ini.

 

Pakar perencanaan wilayah dan kota ITS, Ir. Putu Rudy Setiawan, M.Sc., menyebut proyek ini penting untuk mendukung konektivitas dari arah Sidoarjo ke pusat kota dan mengurangi kemacetan, terutama di perlintasan sebidang.

 

“Setiap pagi dan sore, simpul ini jadi titik macet. Proyek ini sangat penting untuk kelancaran arus lalu lintas dan aktivitas ekonomi,” ujarnya, Jumat (13/6/2025).

 

Flyover Bundaran Dolog merupakan proyek kerja sama antara Pemkot Surabaya dan Kementerian PUPR. Pemerintah kota bertugas menyiapkan lahan, sementara pembangunan fisik menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

 

Namun, Rudy menilai keterlambatan proyek kerap terjadi karena pembagian kewenangan. Ia mencontohkan proyek LRT Surabaya yang sempat tertunda karena dana pusat belum turun meski infrastruktur pendukung telah disiapkan pemkot.

Baca Juga: Flyover Dipilih untuk Taman Pelangi, Pemkot Hindari Risiko Banjir Underpass

 

Ia menyarankan agar flyover Bundaran Dolog didorong menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) agar pendanaannya lebih terjamin dan waktu pelaksanaan lebih pasti.

 

“Kalau sudah berstatus PSN, skema pembiayaannya bisa lebih fleksibel. Swasta juga bisa dilibatkan,” katanya.

 

Terkait desain infrastruktur, Rudy menilai flyover lebih realistis dibanding underpass karena kondisi bawah tanah di kawasan tersebut terdapat jaringan pipa gas dan air bersih.

Baca Juga: Soroti Perubahan Rencana Pemkot, DPRD Surabaya: Flyover di Taman Pelangi Lebih Mahal dari Underpass

 

“Kalau dipaksakan underpass, relokasi pipa itu sangat mahal dan makan waktu lama,” jelasnya.

 

Ia mengingatkan agar proyek ini tidak berhenti di tengah jalan karena menyangkut kepentingan mobilitas masyarakat secara luas.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.