Selasa, 03 Feb 2026 14:13 WIB

Pembebasan Lahan Terhambat, Pembangunan Flyover Dolog Terancam Molor

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 13 Jun 2025 19:13 WIB
Bundaran Dolog
Bundaran Dolog

selalu.id – Rencana pembangunan flyover di Bundaran Dolog (Taman Pelangi), Surabaya, terancam molor akibat kendala pembebasan lahan. Proyek yang ditujukan untuk mengurai kemacetan di kawasan selatan kota ini belum bisa dimulai karena sebagian lahan masih bermasalah.

 

Baca Juga: Pembebasan Lahan Bundaran Dolog Dieksekusi, Anggaran Ganti Rugi Capai Rp57 Miliar

Hingga pertengahan Juni 2025, dari total 29 bidang tanah yang perlu dibebaskan, masih terdapat tujuh bidang yang belum rampung karena konflik kepemilikan dan sengketa waris. Padahal konstruksi dijadwalkan dimulai pertengahan tahun ini.

 

Pakar perencanaan wilayah dan kota ITS, Ir. Putu Rudy Setiawan, M.Sc., menyebut proyek ini penting untuk mendukung konektivitas dari arah Sidoarjo ke pusat kota dan mengurangi kemacetan, terutama di perlintasan sebidang.

 

“Setiap pagi dan sore, simpul ini jadi titik macet. Proyek ini sangat penting untuk kelancaran arus lalu lintas dan aktivitas ekonomi,” ujarnya, Jumat (13/6/2025).

 

Flyover Bundaran Dolog merupakan proyek kerja sama antara Pemkot Surabaya dan Kementerian PUPR. Pemerintah kota bertugas menyiapkan lahan, sementara pembangunan fisik menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

 

Namun, Rudy menilai keterlambatan proyek kerap terjadi karena pembagian kewenangan. Ia mencontohkan proyek LRT Surabaya yang sempat tertunda karena dana pusat belum turun meski infrastruktur pendukung telah disiapkan pemkot.

Baca Juga: Flyover Dipilih untuk Taman Pelangi, Pemkot Hindari Risiko Banjir Underpass

 

Ia menyarankan agar flyover Bundaran Dolog didorong menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) agar pendanaannya lebih terjamin dan waktu pelaksanaan lebih pasti.

 

“Kalau sudah berstatus PSN, skema pembiayaannya bisa lebih fleksibel. Swasta juga bisa dilibatkan,” katanya.

 

Terkait desain infrastruktur, Rudy menilai flyover lebih realistis dibanding underpass karena kondisi bawah tanah di kawasan tersebut terdapat jaringan pipa gas dan air bersih.

Baca Juga: Soroti Perubahan Rencana Pemkot, DPRD Surabaya: Flyover di Taman Pelangi Lebih Mahal dari Underpass

 

“Kalau dipaksakan underpass, relokasi pipa itu sangat mahal dan makan waktu lama,” jelasnya.

 

Ia mengingatkan agar proyek ini tidak berhenti di tengah jalan karena menyangkut kepentingan mobilitas masyarakat secara luas.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Widyaswendra mengatakan bahwa tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

31 Ribu Kursi Tiket Kereta Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya Telah Terjual

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dibukanya masa pemesanan tiket secara bertahap.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.