Selasa, 08 Sep 2026 01:11 WIB

Pembebasan Lahan Terhambat, Pembangunan Flyover Dolog Terancam Molor

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 13 Jun 2025 19:13 WIB
Bundaran Dolog
Bundaran Dolog

selalu.id – Rencana pembangunan flyover di Bundaran Dolog (Taman Pelangi), Surabaya, terancam molor akibat kendala pembebasan lahan. Proyek yang ditujukan untuk mengurai kemacetan di kawasan selatan kota ini belum bisa dimulai karena sebagian lahan masih bermasalah.

 

Baca Juga: Pembebasan Lahan Bundaran Dolog Dieksekusi, Anggaran Ganti Rugi Capai Rp57 Miliar

Hingga pertengahan Juni 2025, dari total 29 bidang tanah yang perlu dibebaskan, masih terdapat tujuh bidang yang belum rampung karena konflik kepemilikan dan sengketa waris. Padahal konstruksi dijadwalkan dimulai pertengahan tahun ini.

 

Pakar perencanaan wilayah dan kota ITS, Ir. Putu Rudy Setiawan, M.Sc., menyebut proyek ini penting untuk mendukung konektivitas dari arah Sidoarjo ke pusat kota dan mengurangi kemacetan, terutama di perlintasan sebidang.

 

“Setiap pagi dan sore, simpul ini jadi titik macet. Proyek ini sangat penting untuk kelancaran arus lalu lintas dan aktivitas ekonomi,” ujarnya, Jumat (13/6/2025).

 

Flyover Bundaran Dolog merupakan proyek kerja sama antara Pemkot Surabaya dan Kementerian PUPR. Pemerintah kota bertugas menyiapkan lahan, sementara pembangunan fisik menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

 

Namun, Rudy menilai keterlambatan proyek kerap terjadi karena pembagian kewenangan. Ia mencontohkan proyek LRT Surabaya yang sempat tertunda karena dana pusat belum turun meski infrastruktur pendukung telah disiapkan pemkot.

Baca Juga: Flyover Dipilih untuk Taman Pelangi, Pemkot Hindari Risiko Banjir Underpass

 

Ia menyarankan agar flyover Bundaran Dolog didorong menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) agar pendanaannya lebih terjamin dan waktu pelaksanaan lebih pasti.

 

“Kalau sudah berstatus PSN, skema pembiayaannya bisa lebih fleksibel. Swasta juga bisa dilibatkan,” katanya.

 

Terkait desain infrastruktur, Rudy menilai flyover lebih realistis dibanding underpass karena kondisi bawah tanah di kawasan tersebut terdapat jaringan pipa gas dan air bersih.

Baca Juga: Soroti Perubahan Rencana Pemkot, DPRD Surabaya: Flyover di Taman Pelangi Lebih Mahal dari Underpass

 

“Kalau dipaksakan underpass, relokasi pipa itu sangat mahal dan makan waktu lama,” jelasnya.

 

Ia mengingatkan agar proyek ini tidak berhenti di tengah jalan karena menyangkut kepentingan mobilitas masyarakat secara luas.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

Untuk mengungkap fenomena ini, DPRD Surabaya bakal panggil BBWS dan Perum Jasa Tirta I pekan depan.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

DPRD Surabaya mengatakan bahwa penindakan terhadap oknum yang terlibat dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan sistem secara menyeluruh.