Rabu, 22 Jul 2026 08:47 WIB

Pembebasan Lahan Terhambat, Pembangunan Flyover Dolog Terancam Molor

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 13 Jun 2025 19:13 WIB
Bundaran Dolog
Bundaran Dolog

selalu.id – Rencana pembangunan flyover di Bundaran Dolog (Taman Pelangi), Surabaya, terancam molor akibat kendala pembebasan lahan. Proyek yang ditujukan untuk mengurai kemacetan di kawasan selatan kota ini belum bisa dimulai karena sebagian lahan masih bermasalah.

 

Baca Juga: Pembebasan Lahan Bundaran Dolog Dieksekusi, Anggaran Ganti Rugi Capai Rp57 Miliar

Hingga pertengahan Juni 2025, dari total 29 bidang tanah yang perlu dibebaskan, masih terdapat tujuh bidang yang belum rampung karena konflik kepemilikan dan sengketa waris. Padahal konstruksi dijadwalkan dimulai pertengahan tahun ini.

 

Pakar perencanaan wilayah dan kota ITS, Ir. Putu Rudy Setiawan, M.Sc., menyebut proyek ini penting untuk mendukung konektivitas dari arah Sidoarjo ke pusat kota dan mengurangi kemacetan, terutama di perlintasan sebidang.

 

“Setiap pagi dan sore, simpul ini jadi titik macet. Proyek ini sangat penting untuk kelancaran arus lalu lintas dan aktivitas ekonomi,” ujarnya, Jumat (13/6/2025).

 

Flyover Bundaran Dolog merupakan proyek kerja sama antara Pemkot Surabaya dan Kementerian PUPR. Pemerintah kota bertugas menyiapkan lahan, sementara pembangunan fisik menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

 

Namun, Rudy menilai keterlambatan proyek kerap terjadi karena pembagian kewenangan. Ia mencontohkan proyek LRT Surabaya yang sempat tertunda karena dana pusat belum turun meski infrastruktur pendukung telah disiapkan pemkot.

Baca Juga: Flyover Dipilih untuk Taman Pelangi, Pemkot Hindari Risiko Banjir Underpass

 

Ia menyarankan agar flyover Bundaran Dolog didorong menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) agar pendanaannya lebih terjamin dan waktu pelaksanaan lebih pasti.

 

“Kalau sudah berstatus PSN, skema pembiayaannya bisa lebih fleksibel. Swasta juga bisa dilibatkan,” katanya.

 

Terkait desain infrastruktur, Rudy menilai flyover lebih realistis dibanding underpass karena kondisi bawah tanah di kawasan tersebut terdapat jaringan pipa gas dan air bersih.

Baca Juga: Soroti Perubahan Rencana Pemkot, DPRD Surabaya: Flyover di Taman Pelangi Lebih Mahal dari Underpass

 

“Kalau dipaksakan underpass, relokasi pipa itu sangat mahal dan makan waktu lama,” jelasnya.

 

Ia mengingatkan agar proyek ini tidak berhenti di tengah jalan karena menyangkut kepentingan mobilitas masyarakat secara luas.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.