Senin, 02 Feb 2026 18:26 WIB

Soroti Perubahan Rencana Pemkot, DPRD Surabaya: Flyover di Taman Pelangi Lebih Mahal dari Underpass

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 27 Mar 2025 14:03 WIB
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati

selalu.id – Rencana pembangunan infrastruktur di Taman Pelangi mengalami perubahan signifikan. Awalnya, Pemkot Surabaya berencana membangun underpass untuk mengurangi kemacetan di kawasan tersebut. Namun, rencana itu dibatalkan dan digantikan dengan pembangunan flyover di Bundaran Dolog.

 

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah pertimbangan dalam pemilihan antara underpass dan flyover.

 

“Taman Pelangi sebelumnya dalam pembahasan Pansus, ada dua opsi: underpass atau flyover,” kata Aning, Kamis (27/3/2025).

 

Menurut politisi PKS ini, secara anggaran, pembangunan underpass lebih murah dibandingkan flyover. Namun, aspek konstruksi dan keamanan menjadi pertimbangan utama.

 

“Di lokasi itu ada saluran pengendali banjir. Jika membangun underpass, ada risiko yang berkaitan dengan sistem drainase,” jelasnya.

 

Sebaliknya, flyover dinilai lebih aman karena tidak akan terganggu oleh infrastruktur bawah tanah tersebut. “Meskipun lebih mahal, flyover lebih stabil dan tidak terdampak sistem drainase atau utilitas lainnya,” tambah Aning.

 

Ia menegaskan bahwa perubahan rencana ini tidak mengubah tujuan utama proyek, yakni mengurangi kemacetan. “Baik flyover maupun underpass memiliki fungsi yang sama, yaitu mengurai kepadatan lalu lintas,” ujarnya.

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

 

Selain itu, Aning mengingatkan bahwa pembangunan flyover di Taman Pelangi harus tetap mempertimbangkan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

 

“Estetika harus diperhatikan. Taman Pelangi adalah RTH, bukan untuk permukiman, sehingga harus dikembalikan ke fungsinya sebagai ruang terbuka hijau,” jelasnya.

 

Terkait anggaran, Aning menyebut bahwa pembangunan underpass sebelumnya diperkirakan menelan biaya Rp 200 miliar.

Baca Juga: Kasus Bimtek DPRD Surabaya Kembali Dibuka, Begini Tanggapan Sekwan

 

“Flyover tentu lebih mahal, karena berkaitan dengan fondasi dan ketinggian,” ungkapnya.

 

Ia juga memastikan bahwa proyek ini sepenuhnya didanai oleh APBN, bukan dari APBD Pemkot Surabaya.

 

“Pendanaannya berasal dari APBN,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.