Sabtu, 06 Jun 2026 08:27 WIB

Soroti Perubahan Rencana Pemkot, DPRD Surabaya: Flyover di Taman Pelangi Lebih Mahal dari Underpass

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 27 Mar 2025 14:03 WIB
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati

selalu.id – Rencana pembangunan infrastruktur di Taman Pelangi mengalami perubahan signifikan. Awalnya, Pemkot Surabaya berencana membangun underpass untuk mengurangi kemacetan di kawasan tersebut. Namun, rencana itu dibatalkan dan digantikan dengan pembangunan flyover di Bundaran Dolog.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah pertimbangan dalam pemilihan antara underpass dan flyover.

 

“Taman Pelangi sebelumnya dalam pembahasan Pansus, ada dua opsi: underpass atau flyover,” kata Aning, Kamis (27/3/2025).

 

Menurut politisi PKS ini, secara anggaran, pembangunan underpass lebih murah dibandingkan flyover. Namun, aspek konstruksi dan keamanan menjadi pertimbangan utama.

 

“Di lokasi itu ada saluran pengendali banjir. Jika membangun underpass, ada risiko yang berkaitan dengan sistem drainase,” jelasnya.

 

Sebaliknya, flyover dinilai lebih aman karena tidak akan terganggu oleh infrastruktur bawah tanah tersebut. “Meskipun lebih mahal, flyover lebih stabil dan tidak terdampak sistem drainase atau utilitas lainnya,” tambah Aning.

 

Ia menegaskan bahwa perubahan rencana ini tidak mengubah tujuan utama proyek, yakni mengurangi kemacetan. “Baik flyover maupun underpass memiliki fungsi yang sama, yaitu mengurai kepadatan lalu lintas,” ujarnya.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

 

Selain itu, Aning mengingatkan bahwa pembangunan flyover di Taman Pelangi harus tetap mempertimbangkan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

 

“Estetika harus diperhatikan. Taman Pelangi adalah RTH, bukan untuk permukiman, sehingga harus dikembalikan ke fungsinya sebagai ruang terbuka hijau,” jelasnya.

 

Terkait anggaran, Aning menyebut bahwa pembangunan underpass sebelumnya diperkirakan menelan biaya Rp 200 miliar.

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

 

“Flyover tentu lebih mahal, karena berkaitan dengan fondasi dan ketinggian,” ungkapnya.

 

Ia juga memastikan bahwa proyek ini sepenuhnya didanai oleh APBN, bukan dari APBD Pemkot Surabaya.

 

“Pendanaannya berasal dari APBN,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.