Senin, 02 Nov 2026 08:58 WIB

Soroti Perubahan Rencana Pemkot, DPRD Surabaya: Flyover di Taman Pelangi Lebih Mahal dari Underpass

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 27 Mar 2025 14:03 WIB
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati

selalu.id – Rencana pembangunan infrastruktur di Taman Pelangi mengalami perubahan signifikan. Awalnya, Pemkot Surabaya berencana membangun underpass untuk mengurangi kemacetan di kawasan tersebut. Namun, rencana itu dibatalkan dan digantikan dengan pembangunan flyover di Bundaran Dolog.

 

Baca Juga: Aturan Ganjil-Genap di Surabaya Masuk Raperda Transportasi, DPRD Wanti-wanti Hal Ini

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah pertimbangan dalam pemilihan antara underpass dan flyover.

 

“Taman Pelangi sebelumnya dalam pembahasan Pansus, ada dua opsi: underpass atau flyover,” kata Aning, Kamis (27/3/2025).

 

Menurut politisi PKS ini, secara anggaran, pembangunan underpass lebih murah dibandingkan flyover. Namun, aspek konstruksi dan keamanan menjadi pertimbangan utama.

 

“Di lokasi itu ada saluran pengendali banjir. Jika membangun underpass, ada risiko yang berkaitan dengan sistem drainase,” jelasnya.

 

Sebaliknya, flyover dinilai lebih aman karena tidak akan terganggu oleh infrastruktur bawah tanah tersebut. “Meskipun lebih mahal, flyover lebih stabil dan tidak terdampak sistem drainase atau utilitas lainnya,” tambah Aning.

 

Ia menegaskan bahwa perubahan rencana ini tidak mengubah tujuan utama proyek, yakni mengurangi kemacetan. “Baik flyover maupun underpass memiliki fungsi yang sama, yaitu mengurai kepadatan lalu lintas,” ujarnya.

Baca Juga: Anggaran Dishub Surabaya Naik 2,37 Persen, DPRD Minta Layanan Transportasi Publik Digenjot

 

Selain itu, Aning mengingatkan bahwa pembangunan flyover di Taman Pelangi harus tetap mempertimbangkan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

 

“Estetika harus diperhatikan. Taman Pelangi adalah RTH, bukan untuk permukiman, sehingga harus dikembalikan ke fungsinya sebagai ruang terbuka hijau,” jelasnya.

 

Terkait anggaran, Aning menyebut bahwa pembangunan underpass sebelumnya diperkirakan menelan biaya Rp 200 miliar.

Baca Juga: Ketika Proyek Penanganan Banjir di Surabaya Hampir Rampung, Tapi Anggaran Belum Cair

 

“Flyover tentu lebih mahal, karena berkaitan dengan fondasi dan ketinggian,” ungkapnya.

 

Ia juga memastikan bahwa proyek ini sepenuhnya didanai oleh APBN, bukan dari APBD Pemkot Surabaya.

 

“Pendanaannya berasal dari APBN,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Top 5 Berita: Deltras Kalah hingga Harga Emas Antam

Pembaca pemberitaan peristiwa, olahraga hingga harga emas antam.

Pegawai Bank Keliling Ditemukan Tewas Penuh Luka di Probolinggo

Pemuda 19 tahun tersebut tewas dengan sabetan senjata tajam.

Perkuat AI TechCo, Indosat Bukukan Laba Rp4,9 Triliun di Kuartal III 2026

Angka ini melonjak signifikan dibanding perolehan sepanjang 2025 yang sebesar USD28 juta, dan diproyeksikan menyentuh USD100 juta pada akhir 2026.

Bakal Dihadiri 13 Ribu Peserta, Ini Rangkaian dan Jadwal Milad ke-7 LSN di Alun-Alun Jember

Konsolidasi akbar ini menargetkan kehadiran sekitar 13 ribu peserta sekaligus memecahkan momentum pelantikan massal bagi ribuan pengurus LSN dan Srikandi LSN.

Sketsa YouTube Woko Channel jadi Film Layar Lebar "Piye To Kih?": Tayang di Bioskop 19 November

Cerita film ini tentang Mukidi setelah rencananya untuk menikah berantakan sampai ia bertemu Sukma, perempuan yang membawanya pada sebuah hubungan yang absurd.

Muaythai Jatim Mulai Petakan Regenerasi Atlet untuk PON 2028

Gebrakan ini dilakukan setelah Baso Juherman kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Pengprov MI Jatim periode 2026–2031.