Rabu, 22 Jul 2026 21:16 WIB

Soroti Perubahan Rencana Pemkot, DPRD Surabaya: Flyover di Taman Pelangi Lebih Mahal dari Underpass

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 27 Mar 2025 14:03 WIB
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati

selalu.id – Rencana pembangunan infrastruktur di Taman Pelangi mengalami perubahan signifikan. Awalnya, Pemkot Surabaya berencana membangun underpass untuk mengurangi kemacetan di kawasan tersebut. Namun, rencana itu dibatalkan dan digantikan dengan pembangunan flyover di Bundaran Dolog.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah pertimbangan dalam pemilihan antara underpass dan flyover.

 

“Taman Pelangi sebelumnya dalam pembahasan Pansus, ada dua opsi: underpass atau flyover,” kata Aning, Kamis (27/3/2025).

 

Menurut politisi PKS ini, secara anggaran, pembangunan underpass lebih murah dibandingkan flyover. Namun, aspek konstruksi dan keamanan menjadi pertimbangan utama.

 

“Di lokasi itu ada saluran pengendali banjir. Jika membangun underpass, ada risiko yang berkaitan dengan sistem drainase,” jelasnya.

 

Sebaliknya, flyover dinilai lebih aman karena tidak akan terganggu oleh infrastruktur bawah tanah tersebut. “Meskipun lebih mahal, flyover lebih stabil dan tidak terdampak sistem drainase atau utilitas lainnya,” tambah Aning.

 

Ia menegaskan bahwa perubahan rencana ini tidak mengubah tujuan utama proyek, yakni mengurangi kemacetan. “Baik flyover maupun underpass memiliki fungsi yang sama, yaitu mengurai kepadatan lalu lintas,” ujarnya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

 

Selain itu, Aning mengingatkan bahwa pembangunan flyover di Taman Pelangi harus tetap mempertimbangkan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

 

“Estetika harus diperhatikan. Taman Pelangi adalah RTH, bukan untuk permukiman, sehingga harus dikembalikan ke fungsinya sebagai ruang terbuka hijau,” jelasnya.

 

Terkait anggaran, Aning menyebut bahwa pembangunan underpass sebelumnya diperkirakan menelan biaya Rp 200 miliar.

Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

 

“Flyover tentu lebih mahal, karena berkaitan dengan fondasi dan ketinggian,” ungkapnya.

 

Ia juga memastikan bahwa proyek ini sepenuhnya didanai oleh APBN, bukan dari APBD Pemkot Surabaya.

 

“Pendanaannya berasal dari APBN,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.