Sabtu, 26 Sep 2026 02:03 WIB

Komisi D Dukung Program Rumah Ilmu untuk Remaja Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 13 Jun 2025 15:48 WIB
Anggota Komisi D, Zuhrotul Mar’ah
Anggota Komisi D, Zuhrotul Mar’ah

selalu.id – Komisi D DPRD Kota Surabaya menyatakan dukungan terhadap program Rumah Ilmu Arek Surabaya (RIAS) yang diinisiasi Pemkot Surabaya sebagai upaya pembinaan remaja berisiko.

 

Baca Juga: 2026, Surabaya Tambah Tiga RIAS Khusus Anak Perempuan

Anggota Komisi D, Zuhrotul Mar’ah, menyebut RIAS sebagai program strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, persoalan remaja tidak bisa dilihat hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dipengaruhi faktor sosial dan pola asuh keluarga.

 

“Kalau ada program Rumah Ilmu yang diperuntukkan bagi anak-anak Surabaya yang bermasalah, itu sangat bagus. Nantinya bisa memutus rantai generasi yang kurang terbimbing menjadi generasi yang lebih terarah dan punya masa depan,” ujar Zuhrotul, Jumat (13/6/2025).

 

Konsep RIAS yang menyerupai asrama dinilai memungkinkan pembinaan karakter dilakukan secara lebih intensif. Zuhrotul mencontohkan keberhasilan program Rumah Anak Negeri di bawah Dinas Sosial Surabaya, yang mampu mengantarkan anak dari keluarga tidak mampu hingga lulus perguruan tinggi.

 

“Selama ini yang saya tahu, Rumah Anak Negeri itu bagus sekali. Anak-anak dari keluarga tidak mampu disekolahkan hingga sarjana. Itu bagian dari program satu keluarga satu sarjana yang sangat bermanfaat,” katanya.

 

Zuhrotul mendorong agar RIAS tidak berjalan secara terpisah. Ia mengusulkan integrasi dengan dinas terkait, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP).

 

Ia menilai, selain pendidikan formal, peserta RIAS juga perlu dibekali keterampilan kerja dan kewirausahaan untuk mendukung kemandirian ekonomi.

 

“Kalaupun tidak bekerja di institusi, mereka bisa membuka usaha sendiri sesuai bakat dan minat. Nah, di sini penting peran DPM-PTSP agar perizinannya mudah, serta Dinas Koperasi dan Perdagangan untuk membantu akses permodalan misalnya lewat BPR atau Bank Jatim,” jelasnya.

 

Zuhrotul menilai RIAS sebagai langkah jangka panjang dalam pembinaan remaja Surabaya. Ia berharap program ini dikelola secara berkelanjutan dengan kolaborasi lintas sektor.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.