Minggu, 20 Sep 2026 18:45 WIB

Kritik dari Dalam: Achmad Hidayat Tegur Plt Ketua DPC PDIP Menyimpang Prinsip Partai

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 04 Jun 2025 17:48 WIB
Kader senior PDIP Surabaya, Achmad Hidayat
Kader senior PDIP Surabaya, Achmad Hidayat

selalu.id — Dinamika internal PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya memanas. Kader senior PDIP Surabaya, Achmad Hidayat, melontarkan kritik tajam terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PDIP Surabaya, Yordan M. Batara Goa, yang dinilai menyimpang dari prinsip dasar partai.

 

Baca Juga: Kunjungi Rumah Jokowi dan Usulkan Rehabilitasi, Kader PDIP Surabaya Dipecat

Menurut Achmad, kepemimpinan saat ini justru menciptakan ketidaknyamanan di tubuh kader dan tidak menjalankan kewajiban partai sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), khususnya terkait perlindungan terhadap kader.

 

“Sebagai kader, saya punya tanggung jawab moral menyuarakan kebenaran. Dalam AD/ART partai jelas tertulis bahwa partai wajib melindungi kadernya. Tapi kenyataannya, banyak yang justru ditelantarkan, bahkan seolah-olah dibidik,” ujar Achmad saat ditemui di Kantor DPC PDIP Surabaya.

 

Ia juga menyoroti langkah-langkah DPC yang menurutnya berlebihan, termasuk pemanggilan sejumlah kader untuk klarifikasi internal yang disebutnya menyerupai proses pemeriksaan di kantor polisi.

 

“Komite Etik dan Mahkamah Partai adalah kewenangan DPP, bukan DPC. Tapi hari ini ada kader yang dipanggil dan diperiksa seakan-akan sudah bersalah. Ini penyimpangan,” tegasnya.

 

Achmad mengaku telah mengumpulkan bukti-bukti penyimpangan, mulai dari foto, rekaman suara, hingga percakapan WhatsApp, yang menurutnya menunjukkan adanya upaya sistematis untuk menjatuhkan kader. Salah satunya adalah laporan polisi terhadap Ketua PAC PDIP Tambaksari, Arif Wirawan.

 

“Saya tahu siapa yang menyuruh dan siapa yang mengarahkan. Semua ada catatannya. Ini bukan lagi persoalan pribadi, tapi sudah mengarah pada kriminalisasi kader,” ujarnya.

 

Ia menuding kepemimpinan Plt Yordan telah memperkeruh suasana dan memicu polarisasi internal, bukannya memperkuat solidaritas partai.

 

Baca Juga: PDIP Jatim Target Rebut Kursi Gubernur di Pilgub 2029

“Pemimpin seharusnya membawa suasana gotong-royong. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Banyak kader sekarang merasa tidak aman. Bahkan ada yang diminta mencari pengacara untuk menghadapi sesama kader. Ini bukan kultur PDIP,” katanya.

 

Achmad mengungkap bahwa gejolak internal ini bermula sejak dirinya dipanggil oleh seorang pejabat eksekutif di Surabaya dan diminta menyatakan dukungan dalam Konfercab PDIP. Karena menolak, ia mengaku mulai mendapat tekanan.

 

“Setelah saya tolak, mulai muncul ancaman. Dibilang masalah-masalah saya akan dibongkar. Dan itu yang sekarang terjadi,” ungkapnya.

 

Meski begitu, ia menyatakan siap bertanggung jawab jika terbukti bersalah. Namun ia menolak untuk diam melihat kader-kader akar rumput dipinggirkan akibat dinamika politik internal.

 

Baca Juga: Naikkan Standar Kompetisi, Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan Teknologi VAR

Achmad berencana membawa seluruh bukti ke DPP PDIP, termasuk menyampaikannya langsung kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

 

“Kalau saya tidak menyampaikan ini ke Bu Mega, rasanya berat di hati. Semua data sudah kami siapkan. Biar DPP yang menilai,” ujarnya.

 

Ia juga mempertanyakan alasan pembebastugasan Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPC sebelumnya. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Adi, PDIP Surabaya justru solid dan berhasil memenangkan Pilgub di Surabaya.

 

“Kalau kita dibilang tidak kompak, bagaimana bisa menang Pilgub di Surabaya? Ini fakta, bukan asumsi,” tutupnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Detik-detik Tim Penyelam Basarnas Masuk Bangkai Kapal Virgo Transport 8 dan Temukan Satu Korban

Setelah ditemukan, korban kemudian dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Kamajaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ketika Limbah Bawa PLN Nusantara Power Sabet 71 Penghargaan di ENSIA 2026

PLN Nusantara Power menegaskan bahwa energi tak sekadar soal listrik, melainkan tentang tumbuh bersama lingkungan dan masyarakat.

5 Kios di Jemur Andayani Surabaya Ludes Terbakar, Ini Dugaan Penyebabya

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Kasus kebakaran tersebut kini telah ditangani oleh pihak berwenang setempat.

Potret CFD di Desa Durung Bedug Sidoarjo yang Kini jadi Wadah Roda Ekonomi Warga

Membentang sepanjang 900 meter hingga satu kilometer, kawasan ini dirancang menjadi ruang publik terpadu untuk olahraga dan perputaran ekonomi warga.

Cara Dishub Cegah Jukir Liar di Surabaya, Hasilnya juga Merata

Transparansi jadi salah satu tujuan digitalisasi parkir di Surabaya. Sistem itu tidak hanya berkaitan dengan cara pembayaran, tetapi juga pengawasan transaksi.

Kecelakaan di Tol Surabaya-Mojokerto: Sopir Truk Alpukat Tewas, Penumpang Luka Berat

Korban meninggal dan luka dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo.