Selasa, 03 Feb 2026 13:33 WIB

Kritik dari Dalam: Achmad Hidayat Tegur Plt Ketua DPC PDIP Menyimpang Prinsip Partai

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 04 Jun 2025 17:48 WIB
Kader senior PDIP Surabaya, Achmad Hidayat
Kader senior PDIP Surabaya, Achmad Hidayat

selalu.id — Dinamika internal PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya memanas. Kader senior PDIP Surabaya, Achmad Hidayat, melontarkan kritik tajam terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PDIP Surabaya, Yordan M. Batara Goa, yang dinilai menyimpang dari prinsip dasar partai.

 

Baca Juga: DPC PDIP Magetan Buka Rekrutmen Anggota Baru, Sasar Generasi Muda

Menurut Achmad, kepemimpinan saat ini justru menciptakan ketidaknyamanan di tubuh kader dan tidak menjalankan kewajiban partai sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), khususnya terkait perlindungan terhadap kader.

 

“Sebagai kader, saya punya tanggung jawab moral menyuarakan kebenaran. Dalam AD/ART partai jelas tertulis bahwa partai wajib melindungi kadernya. Tapi kenyataannya, banyak yang justru ditelantarkan, bahkan seolah-olah dibidik,” ujar Achmad saat ditemui di Kantor DPC PDIP Surabaya.

 

Ia juga menyoroti langkah-langkah DPC yang menurutnya berlebihan, termasuk pemanggilan sejumlah kader untuk klarifikasi internal yang disebutnya menyerupai proses pemeriksaan di kantor polisi.

 

“Komite Etik dan Mahkamah Partai adalah kewenangan DPP, bukan DPC. Tapi hari ini ada kader yang dipanggil dan diperiksa seakan-akan sudah bersalah. Ini penyimpangan,” tegasnya.

 

Achmad mengaku telah mengumpulkan bukti-bukti penyimpangan, mulai dari foto, rekaman suara, hingga percakapan WhatsApp, yang menurutnya menunjukkan adanya upaya sistematis untuk menjatuhkan kader. Salah satunya adalah laporan polisi terhadap Ketua PAC PDIP Tambaksari, Arif Wirawan.

 

“Saya tahu siapa yang menyuruh dan siapa yang mengarahkan. Semua ada catatannya. Ini bukan lagi persoalan pribadi, tapi sudah mengarah pada kriminalisasi kader,” ujarnya.

 

Ia menuding kepemimpinan Plt Yordan telah memperkeruh suasana dan memicu polarisasi internal, bukannya memperkuat solidaritas partai.

 

Baca Juga: Dihadiri Armuji, Rapat Evaluasi Fraksi PDIP Surabaya Digelar Tertutup, Isyarat Perombakan?

“Pemimpin seharusnya membawa suasana gotong-royong. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Banyak kader sekarang merasa tidak aman. Bahkan ada yang diminta mencari pengacara untuk menghadapi sesama kader. Ini bukan kultur PDIP,” katanya.

 

Achmad mengungkap bahwa gejolak internal ini bermula sejak dirinya dipanggil oleh seorang pejabat eksekutif di Surabaya dan diminta menyatakan dukungan dalam Konfercab PDIP. Karena menolak, ia mengaku mulai mendapat tekanan.

 

“Setelah saya tolak, mulai muncul ancaman. Dibilang masalah-masalah saya akan dibongkar. Dan itu yang sekarang terjadi,” ungkapnya.

 

Meski begitu, ia menyatakan siap bertanggung jawab jika terbukti bersalah. Namun ia menolak untuk diam melihat kader-kader akar rumput dipinggirkan akibat dinamika politik internal.

 

Baca Juga: Hadapi Maraknya Korupsi, PDIP Perkuat Sistem Antipolitik Uang

Achmad berencana membawa seluruh bukti ke DPP PDIP, termasuk menyampaikannya langsung kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

 

“Kalau saya tidak menyampaikan ini ke Bu Mega, rasanya berat di hati. Semua data sudah kami siapkan. Biar DPP yang menilai,” ujarnya.

 

Ia juga mempertanyakan alasan pembebastugasan Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPC sebelumnya. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Adi, PDIP Surabaya justru solid dan berhasil memenangkan Pilgub di Surabaya.

 

“Kalau kita dibilang tidak kompak, bagaimana bisa menang Pilgub di Surabaya? Ini fakta, bukan asumsi,” tutupnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.