Senin, 19 Okt 2026 17:07 WIB

Perlahan Tapi Pasti, Kasus Stunting di Surabaya Mulai Menurun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 27 Jan 2022 11:22 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat bersama balita di Surabaya
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat bersama balita di Surabaya

selalu.id - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menurunkan kasus stunting anak sedikit membuahkan hasil. Penurunan kasus gizi buruk tersebut terlihat berdasar data dari Dinas Kesehatan.

Tercatat, 128 kasus stunting anak berhasil ditangani oleh Pemkot Surabaya. Berdasar data Dinas Kesehatan Surabaya, terdapat 1.785 kasus pada Desember 2021 dan turun menjadi 1.657 pada Januari 2022.

Baca Juga: Kapolda Jatim Atur Lalu Lintas di Surabaya

"Kemudian ada lagi penurunan sekitar 128. Ini akan kita ikuti perkembangannya sampai 31 Januari," kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, Kamis, (27/12/2022)

Pemerintah Kota Surabaya, lanjut nanik, akan terus menekan angka stunting hingga mencapai titik nol kasus dalam tiga bulan ke depan.

"Karena untuk menurunkan ini (stunting) kan tidak bisa cepat, kita terus upayakan," ujarnya.

Baca Juga: Kuota Haji Jatim Tetap, Kemenhaj: Jemaah Harus Sehat untuk Dapat Surat Istithaah

Menurut Nanik, penanganan kasus stunting lebih kompleks karena terkait makanan, gizi dan kemampuan ekonomi keluarga si anak stunting. Sebab itu, penanganan melalui cara pendekatan dan penyuluhan ke masyarakat bersama kader kesehatan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta agar jajaran Dinkes Surabaya, camat, lurah, PKK dan kader kesehatan melakukan pengecekan secara rutin dan pendampingan ke rumah-rumah warga untuk mencegah stunting.

"Saya tugaskan kepada Kadinkes untuk mendata setiap anak yang lahir di Surabaya. Kapan pun itu harus tahu jumlahnya,"tegasnya.

Baca Juga: Hari jadi Humas Polri ke-75, Polda Jatim Jalin Sinergi Komunitas Ojol Jaga Kamtibmas

Tak hanya jajaran Dinas Kesehatan, Eri juga meminta seluruh masyarakat termasuk perangkat daerah memantau warganya, tetangga atau saudaranya.

"Kalau ada kekurangan tolong disampaikan segera. InsyaAllah tidak ada lagi yang namanya stunting," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Cerita Warga Jember Rasakan Manfaat Mobil Cinta, Pulang Berobat Tak Lagi Pikir Biaya

Zaini mengaku bersyukur karena keluarganya tidak harus memikirkan biaya transportasi, mulai dari proses mendapatkan pelayanan kesehatan hingga kembali ke rumah.

Kapolresta Sidoarjo Berganti, Ini Pesan Khusus Bupati Subandi

Kombes Pol Christian Tobing, mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak selama dua tahun sepuluh bulan masa jabatannya saat jadi Kapolresta Sidoarjo.

Sekolah di Surabaya Diminta Outing Kelas di Ruang Publik Tanpa ke Luar Kota

Surabaya memiliki banyak ruang publik dan destinasi edukasi yang bisa dimanfaatkan sekolah.

Ketua DPRD Jatim: Pembangunan Harus Merata, Berkelanjutan, dan Diawasi Ketat

Ia juga menyoroti pentingnya kemitraan antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

RSD Soebandi Jember Gelar Skrining Gratis, Target 10 Ribu Peserta Jember Cinta Kesehatan

Masyarakat dari kabupaten lain di Jawa Timur yang membutuhkan penanganan medis juga dipersilakan ikut.

5 Tahun Beroperasi, Pabrik Kosmetik Ilegal Rp 16 Miliar di Mojokerto Dibongkar BPOM

Dalam penggerebekan pada 8 Oktober 2026, BPOM menyita barang bukti senilai Rp 16 miliar.