Rabu, 21 Okt 2026 17:34 WIB

PGN Amankan 71,83 BBTUD Pasokan Gas Domestik dari Swap Agreement Natuna

Keterangan:  Penandatanganan Domestic Swap Agreement dan Gas Sales Agreement oleh PGN dengan West Natuna Group untuk memenuhi kebutuhan gas domestik, bertepatan dengan IPA Convex 2025 pada Rabu (21/5/2025). Penandatanganan disaksikan langsung oleh Kepala
Keterangan: Penandatanganan Domestic Swap Agreement dan Gas Sales Agreement oleh PGN dengan West Natuna Group untuk memenuhi kebutuhan gas domestik, bertepatan dengan IPA Convex 2025 pada Rabu (21/5/2025). Penandatanganan disaksikan langsung oleh Kepala

selalu.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menandatangani dua perjanjian strategis dengan West Natuna Group, yakni Domestic Swap Agreement dan Gas Sales Agreement, untuk memperkuat pasokan gas bumi domestik. Penandatanganan berlangsung dalam ajang IPA Convex 2025, Rabu (21/5/2025).

 

Baca Juga: Kabar Gembira, PGN Siapkan Jargas Pipa untuk Pelaku UMKM di Trenggalek

Kedua perjanjian tersebut mengatur pengalihan volume gas yang sebelumnya dialirkan ke Singapura, untuk kemudian dimanfaatkan PGN memenuhi kebutuhan gas dalam negeri. Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, menandatangani langsung perjanjian tersebut.

 

Melalui perjanjian ini, PGN memperoleh tambahan pasokan gas bumi sebesar 71,83 BBTUD. Pasokan ini merupakan hasil dari enam kerja sama yang telah diamankan PGN untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

 

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyatakan bahwa mekanisme swap gas dilakukan untuk mengantisipasi potensi defisit pasokan gas domestik. Selama ini, pemerintah masih dapat menghindari opsi impor, dan pengalihan gas dari wilayah Natuna menjadi salah satu solusi yang diambil.

 

“Swap gas domestik merupakan langkah konkret menjaga ketersediaan energi nasional,” ujarnya.

 

Baca Juga: PGN Sabet Penghargaan IICD Corporate Governance Award 2026

Sementara itu, Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap upaya pemenuhan kebutuhan gas domestik.

 

“Pasokan gas ini akan dimanfaatkan secara optimal demi keberlanjutan layanan gas bumi dan penguatan ketahanan energi nasional,” ujarnya.

 

Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam sambutannya pada kegiatan Signing Ceremony of New Production Sharing Contracts and Commercial Agreements di IPA Convex 2025, juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga: Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

 

“Kita harus bekerja sama—swasta dalam negeri, luar negeri, BUMN, pemerintah—agar tidak terus bergantung pada impor yang menyedot sumber daya besar,” ujar Presiden.

 

PGN berharap mekanisme swap gas domestik dapat meningkatkan efisiensi pasokan energi, khususnya bagi sektor industri, serta mengurangi ketergantungan pada energi impor.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Kepala Bidang Pajak Daerah Bapenda Surabaya Ekkie Noorisma menyebut, dua biang keroknya klasik tidak berizin dan belum bayar pajak.

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, penindakan saja tidak cukup.

Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Pelaku datang ke lokasi yang juga berfungsi sebagai hunian keluarga, dan menuntut secara kasar kepada Renata agar menyerahkan surat atau sertifikat bangunan.

SIER Perkuat Kerja Sama dengan Investor Jepang, Konjen Dukung Rencana Pengembangan Kawasan Industri

Selain membahas kerja sama yang telah berjalan, Takonai menyambut baik rencana SIER untuk terus mengembangkan kawasan industri di daerah lain.