Senin, 09 Nov 2026 01:33 WIB

Reses DPRD: Warga Pakis Keluhkan Zonasi PPDB dan Banjir Akibat Proyek

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 22 Mei 2025 11:31 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo

selalu.id - Sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan persoalan banjir akibat proyek drainase menjadi dua keluhan utama warga Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, dalam reses terakhir Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, Rabu (22/5/2025).

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Pertanyakan Ratusan Miliar Anggaran Kecamatan Masuk Pos Pendidikan

Cahyo menyampaikan bahwa warga mengeluhkan sistem zonasi yang dianggap tidak berpihak. Meski secara administratif berada di wilayah Pakis, sejumlah warga kesulitan mengakses sekolah negeri seperti SMPN 46 karena jarak tempat tinggal yang cukup jauh.

 

“Ini soal jarak. Banyak warga yang tinggal di pinggiran Pakis tidak masuk zonasi SMPN terdekat. Akhirnya anak-anak mereka harus bersekolah di swasta,” ujar Cahyo saat reses di Balai RW Pakis Tirtosari, Selasa malam (21/5/2025).

 

Keluhan ini menjadi perhatian serius bagi legislator dari Fraksi PKS tersebut. Ia menegaskan perlunya intervensi Pemerintah Kota Surabaya, khususnya bagi keluarga pramiskin—kelompok rentan yang belum tercatat sebagai miskin, namun sangat terdampak secara ekonomi.

 

“Jangan hanya keluarga miskin yang mendapat perhatian. Keluarga pramiskin juga harus diperhatikan agar tidak tergelincir menjadi miskin. Bantuan pendidikan seperti SPP harus tepat sasaran,” tegasnya.

 

Selain itu, warga juga mengeluhkan banjir yang justru makin parah setelah proyek saluran air dibangun.

Baca Juga: DPRD Surabaya Sentil Kinerja Pemkot: Jangan Cuma Bersandar Capaian Anggaran!

 

“Warga bilang sebelum ada proyek, rumahnya tidak separah ini. Tapi sekarang malah banjir. Diduga karena kesalahan elevasi. Harusnya air mengalir ke depan, tapi ini justru tertahan,” jelas Cahyo.

 

Ia mengungkapkan bahwa proyek drainase tersebut sudah lama diusulkan warga, namun baru terealisasi tahun ini. Sayangnya, perencanaan teknis dinilai kurang cermat dan malah memperburuk kondisi.

 

Baca Juga: Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!

“Kalau memang butuh pompa tambahan, kami akan dorong ke dinas terkait. Tapi yang utama, perencanaan teknisnya harus dievaluasi. Jangan sampai pembangunan malah jadi sumber masalah baru,” ujarnya.

 

Cahyo menegaskan akan menyampaikan seluruh aspirasi warga kepada pimpinan dewan dan dinas terkait. Ia juga menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan zonasi pendidikan dan pelaksanaan proyek drainase di Surabaya.

 

“Aspirasi warga ini menjadi catatan penting. Kami ingin pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan menambah beban mereka,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Peduli Krisis Air Bersih, SIER Salurkan 25.000 Liter Air dan Tiga Tandon untuk Warga Pasuruan

Dalam kegiatan tersebut, SIER menyalurkan bantuan berupa 25.000 liter air bersih serta tiga unit tandon air.

Presiden Prabowo Bertemu 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Apa?

Selain para mantan Kapolri, pertemuan itu juga dihadiri Kapolri Jenderal Suyudi, Panglima TNI Jenderal Agus Sudibyo, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Gus Fawait Ajak Kader LSN Bersatu Dukung Pemerintahan Presiden Prabowo

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, jajaran Forkopimda Jember, pimpinan OPD, serta pengurus LSN.

Ibu Rumah Tangga hingga Akademisi Perempuan Turun Demo di Surabaya, Ini Lima Tuntutannya

Penyampaian aspirasi kali ini dikemas melalui pertunjukan seni, pembacaan puisi, musik biola, mimbar bebas hingga instalasi seni.

Pendemo Tolak Bunga Pemberian Polwan saat Demo di Taman Apsari Surabaya

Mereka membawa sejumlah aspirasi, salah satunya berkaitan dengan persoalan pajak pembalut.