Minggu, 20 Sep 2026 23:58 WIB

Reses DPRD: Warga Pakis Keluhkan Zonasi PPDB dan Banjir Akibat Proyek

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 22 Mei 2025 11:31 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo

selalu.id - Sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan persoalan banjir akibat proyek drainase menjadi dua keluhan utama warga Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, dalam reses terakhir Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, Rabu (22/5/2025).

 

Baca Juga: Proyek Drainase Kelurahan Ancam Pasokan Air Bersih di Surabaya

Cahyo menyampaikan bahwa warga mengeluhkan sistem zonasi yang dianggap tidak berpihak. Meski secara administratif berada di wilayah Pakis, sejumlah warga kesulitan mengakses sekolah negeri seperti SMPN 46 karena jarak tempat tinggal yang cukup jauh.

 

“Ini soal jarak. Banyak warga yang tinggal di pinggiran Pakis tidak masuk zonasi SMPN terdekat. Akhirnya anak-anak mereka harus bersekolah di swasta,” ujar Cahyo saat reses di Balai RW Pakis Tirtosari, Selasa malam (21/5/2025).

 

Keluhan ini menjadi perhatian serius bagi legislator dari Fraksi PKS tersebut. Ia menegaskan perlunya intervensi Pemerintah Kota Surabaya, khususnya bagi keluarga pramiskin—kelompok rentan yang belum tercatat sebagai miskin, namun sangat terdampak secara ekonomi.

 

“Jangan hanya keluarga miskin yang mendapat perhatian. Keluarga pramiskin juga harus diperhatikan agar tidak tergelincir menjadi miskin. Bantuan pendidikan seperti SPP harus tepat sasaran,” tegasnya.

 

Selain itu, warga juga mengeluhkan banjir yang justru makin parah setelah proyek saluran air dibangun.

Baca Juga: Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

 

“Warga bilang sebelum ada proyek, rumahnya tidak separah ini. Tapi sekarang malah banjir. Diduga karena kesalahan elevasi. Harusnya air mengalir ke depan, tapi ini justru tertahan,” jelas Cahyo.

 

Ia mengungkapkan bahwa proyek drainase tersebut sudah lama diusulkan warga, namun baru terealisasi tahun ini. Sayangnya, perencanaan teknis dinilai kurang cermat dan malah memperburuk kondisi.

 

Baca Juga: Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

“Kalau memang butuh pompa tambahan, kami akan dorong ke dinas terkait. Tapi yang utama, perencanaan teknisnya harus dievaluasi. Jangan sampai pembangunan malah jadi sumber masalah baru,” ujarnya.

 

Cahyo menegaskan akan menyampaikan seluruh aspirasi warga kepada pimpinan dewan dan dinas terkait. Ia juga menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan zonasi pendidikan dan pelaksanaan proyek drainase di Surabaya.

 

“Aspirasi warga ini menjadi catatan penting. Kami ingin pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan menambah beban mereka,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kawah Mirip Telur Ceplok Muncul di Gunung Anak Krakatau, Pertanda Apa? Ini Kata Ahli

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno mengatakan, fenomena semacam ini tidak dialami oleh semua gunung api di Indonesia.

Promo Beras September 2026: Banyak Diskon Gila-gilaan Bunda, Segera Beli

Penawaran ini mencakup berbagai varian, mulai dari beras putih, beras merah, beras organik, hingga beras porang.

Detik-detik Tim Penyelam Basarnas Masuk Bangkai Kapal Virgo Transport 8 dan Temukan Satu Korban

Setelah ditemukan, korban kemudian dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Kamajaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ketika Limbah Bawa PLN Nusantara Power Sabet 71 Penghargaan di ENSIA 2026

PLN Nusantara Power menegaskan bahwa energi tak sekadar soal listrik, melainkan tentang tumbuh bersama lingkungan dan masyarakat.

5 Kios di Jemur Andayani Surabaya Ludes Terbakar, Ini Dugaan Penyebabya

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Kasus kebakaran tersebut kini telah ditangani oleh pihak berwenang setempat.

Potret CFD di Desa Durung Bedug Sidoarjo yang Kini jadi Wadah Roda Ekonomi Warga

Membentang sepanjang 900 meter hingga satu kilometer, kawasan ini dirancang menjadi ruang publik terpadu untuk olahraga dan perputaran ekonomi warga.