Sabtu, 06 Jun 2026 06:38 WIB

Reses DPRD: Warga Pakis Keluhkan Zonasi PPDB dan Banjir Akibat Proyek

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 22 Mei 2025 11:31 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo

selalu.id - Sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan persoalan banjir akibat proyek drainase menjadi dua keluhan utama warga Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, dalam reses terakhir Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, Rabu (22/5/2025).

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Cahyo menyampaikan bahwa warga mengeluhkan sistem zonasi yang dianggap tidak berpihak. Meski secara administratif berada di wilayah Pakis, sejumlah warga kesulitan mengakses sekolah negeri seperti SMPN 46 karena jarak tempat tinggal yang cukup jauh.

 

“Ini soal jarak. Banyak warga yang tinggal di pinggiran Pakis tidak masuk zonasi SMPN terdekat. Akhirnya anak-anak mereka harus bersekolah di swasta,” ujar Cahyo saat reses di Balai RW Pakis Tirtosari, Selasa malam (21/5/2025).

 

Keluhan ini menjadi perhatian serius bagi legislator dari Fraksi PKS tersebut. Ia menegaskan perlunya intervensi Pemerintah Kota Surabaya, khususnya bagi keluarga pramiskin—kelompok rentan yang belum tercatat sebagai miskin, namun sangat terdampak secara ekonomi.

 

“Jangan hanya keluarga miskin yang mendapat perhatian. Keluarga pramiskin juga harus diperhatikan agar tidak tergelincir menjadi miskin. Bantuan pendidikan seperti SPP harus tepat sasaran,” tegasnya.

 

Selain itu, warga juga mengeluhkan banjir yang justru makin parah setelah proyek saluran air dibangun.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

 

“Warga bilang sebelum ada proyek, rumahnya tidak separah ini. Tapi sekarang malah banjir. Diduga karena kesalahan elevasi. Harusnya air mengalir ke depan, tapi ini justru tertahan,” jelas Cahyo.

 

Ia mengungkapkan bahwa proyek drainase tersebut sudah lama diusulkan warga, namun baru terealisasi tahun ini. Sayangnya, perencanaan teknis dinilai kurang cermat dan malah memperburuk kondisi.

 

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

“Kalau memang butuh pompa tambahan, kami akan dorong ke dinas terkait. Tapi yang utama, perencanaan teknisnya harus dievaluasi. Jangan sampai pembangunan malah jadi sumber masalah baru,” ujarnya.

 

Cahyo menegaskan akan menyampaikan seluruh aspirasi warga kepada pimpinan dewan dan dinas terkait. Ia juga menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan zonasi pendidikan dan pelaksanaan proyek drainase di Surabaya.

 

“Aspirasi warga ini menjadi catatan penting. Kami ingin pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan menambah beban mereka,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.