Rabu, 30 Sep 2026 02:38 WIB

BDI Surabaya Jadi Sorotan, Wamen Faisol Targetkan SDM Industri Kelas Dunia

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 21 Mei 2025 12:24 WIB
Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza
Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza

selalu.id - Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, melakukan kunjungan kerja ke Balai Diklat Industri (BDI) Surabaya pada Selasa (20/5/2025).

 

Kunjungan ini menjadi momen strategis untuk mengevaluasi peran BDI dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) industri yang tangguh dan kompeten di tengah tantangan global yang terus berkembang.

 

Didampingi jajaran pejabat Kementerian Perindustrian, seperti Kepala BPSDMI Masrokhan, ses BSKJI, Kepala PPPVI, dan Staf Ahli, Faisol Riza disambut langsung oleh Kepala BDI Surabaya, Zya Labiba.

 

Dalam sambutannya, Faisol menekankan pentingnya pembangunan kualitas SDM sebagai fondasi utama dalam memperkuat daya saing industri nasional.

 

“Momentum Hari Kebangkitan Nasional ini mengingatkan kita bahwa pembangunan SDM adalah kunci kemajuan. Industri kita membutuhkan tenaga kerja yang adaptif dan kompeten untuk bersaing di panggung global,” ujarnya.

 

Faisol juga menyoroti dinamika pasar global, termasuk perang dagang antara negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok, yang turut berdampak pada industri nasional. Karena itu, Indonesia harus memperkuat ekosistem pelatihan vokasi agar siap menghadapi berbagai tantangan tersebut.

 

“Presiden Prabowo telah menantang kita untuk membawa industri otomotif dan elektronika Indonesia melompat lebih jauh. Itu takkan tercapai tanpa SDM yang berkualitas,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala BDI Surabaya, Zya Labiba, dalam laporannya menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2024, BDI telah meluluskan 4.490 peserta pelatihan berbasis kompetensi. Ia menegaskan komitmen BDI untuk terus berinovasi dan memperluas cakupan pelatihan guna mendukung akselerasi industrialisasi nasional.

 

“Kami berkomitmen menjadikan BDI Surabaya sebagai pusat pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini dan masa depan,” katanya.

 

Faisol juga mendorong BDI untuk mengembangkan modul pelatihan yang dapat diusulkan ke Bappenas, serta memperluas jangkauan program ke wilayah pedesaan.

 

“Banyak potensi besar di desa-desa. Kita perlu hadir di sana, melatih generasi muda agar mampu membangun industri rumah tangga yang produktif,” ucapnya.

 

Ia berharap BDI Surabaya mampu menjadi pusat unggulan pengembangan SDM industri yang berdaya saing tinggi, sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Perindustrian di era digitalisasi.

 

“BDI Surabaya harus menjadi garda depan dalam mencetak SDM industri yang tak hanya siap kerja, tetapi juga siap bersaing di level internasional,” pungkas Faisol Riza.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sederet Fakta Baru Kasus Sengketa Lahan Kalisari Surabaya

Persoalan muncul karena terdapat klaim atas Persil Nomor 473 atas nama Asifah dengan luas 2.310 meter persegi yang disebut berada di lokasi lahan Pujiono.

Prabowo dan Megawati Janjian Makan Nasi Goreng, Mau Bahas Apa Ya?

Sajian nasi goreng Megawati sendiri punya rekam jejak historis dalam hubungan kedua tokoh nasional ini.

Awas! Ratusan Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia, Kenali Ciri-cirinya

Dari total pemetaan nasional, tercatat sedikitnya 1.221 lokasi PETI emas yang beroperasi tanpa menyetor rupiah sedikit pun ke kas negara.

Proyek Revitalisasi Sekolah di Jember Gerakkan Ekonomi Warga, Jadi Berkah dan Bahagia

Dari proyek tersebut, sekitar 5.160 tenaga kerja terlibat, dengan rincian 2.000 tukang dan 3.160 asisten tukang. Juga gerakkan ekonomi warga lainnya.

Soal Seragam Sekolah, DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Pembiayaan Batik Lewat BOPDA

Ajeng mengatakan usulan terkait pengadaan seragam batik secara terpusat masih perlu dibahas lebih lanjut bersama Dispendik agar tak jadi persoalan baru.

Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki posisi strategis dalam penanganan TB karena selama ini turut memberikan layanan pengobatan bagi pasien dari luar wilayah.