Senin, 03 Agu 2026 20:18 WIB

LPA Jatim Usul Youth Guarantee, Dorong Surabaya Selamatkan Anak Rentan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 20 Mei 2025 14:09 WIB
Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur
Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur

selalu.id - Di usia ke-732 tahun, Kota Surabaya terus menunjukkan upaya dalam melindungi warganya, termasuk anak-anak yang terjebak dalam kekerasan, kenakalan remaja, dan masalah sosial lainnya.

 

Namun, menurut pengurus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur, M. Isa Ansori, pendekatan yang dilakukan pemerintah masih butuh penguatan.

 

“Mereka bukan pelanggar, melainkan korban kemiskinan, lingkungan kumuh, dan sistem sosial yang belum berpihak,” kata Isa, Selasa (20/5/2025).

 

Isa mengapresiasi program Kampung Anak Negeri (KANRI) dan Asrama Bibit Unggul yang digagas Pemkot Surabaya. Namun, ia mempertanyakan efektivitas jangka panjangnya.

 

“Berapa banyak yang betul-betul berubah setelah kembali ke rumah? Lingkungannya belum berubah, masa depan tetap kabur,” ujarnya.

 

Dalam pertemuan dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Isa mengusulkan Surabaya menjadi pionir dalam penerapan Youth Guarantee—model dari Finlandia yang menjamin setiap anak dan remaja mendapat akses pendidikan, pelatihan, pendampingan, hingga peluang kerja dalam satu sistem terintegrasi.

 

Pendekatan ini mencakup beasiswa sekolah, pelatihan keterampilan seperti servis HP, otomotif, hingga coding. Anak-anak juga didampingi mentor dari guru, relawan, atau alumni program. Mereka diberi akses magang di UMKM atau perusahaan lokal.

 

“Bayangkan anak usia 14 tahun, mantan pelaku tawuran, dilatih servis HP oleh mekanik yang peduli. Ibunya ikut pelatihan membuat kue dan dapat modal kecil. Hidup mereka bisa berubah total,” terang Isa.

 

Program ini juga menyasar orang tua: pelatihan kerja jangka pendek, parenting, dan pendampingan agar mereka tetap bisa mengasuh anak sambil produktif.

 

Isa mendorong KANRI bertransformasi menjadi pusat komunitas inklusif. Di tempat ini bisa digelar kursus komputer, bengkel mini, hingga lapangan olahraga, dengan pelibatan warga sebagai pengajar atau mentor.

 

Ia juga mengusulkan program “Satu RT Satu Mentor” dan “Kelas Kedua”—belajar nonformal untuk anak yang tak cocok dengan sekolah konvensional. Mereka bisa belajar sambil magang di bengkel, warung kopi, atau UMKM lain.

 

“Program ini bisa dimulai dari satu atau dua kelurahan seperti Tambak Wedi atau Dupak, tanpa harus menunggu anggaran besar. Bisa dari dana CSR, kampus, atau desa,” ujarnya.

 

Bagi Isa, anak-anak ini bukan beban, melainkan korban dari sistem yang gagal melihat potensi mereka.

 

“Rantai kemiskinan dan pengabaian bisa kita putus kalau mau. Kita tak hanya beri ikan, tapi juga kail, kolam, dan orang yang mau mengajari memancing,” pungkasnya.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gagal Cari Cuan Pascabebas, Pengedar Sabu di Surabaya Kembali Masuk Bui

Kini, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya tengah memburu sosok pemasok utama berinisial ND yang disinyalir sebagai penyuplai belasan poket sabu tersebut.

Lima Jenazah Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II Berhasil Diidentifikasi

Wahono menyampaikan proses identifikasi masih terus berlangsung.

Jelang HUT RI, DPRD Surabaya Soroti Minimnya Bendera Merah Putih di Pertokoan

Komunitas Kami Anak Negeri yang menyampaikan aspirasi terkait rendahnya tingkat pemasangan bendera di sejumlah wilayah Kota Pahlawan.

Pemkab Sidoarjo Ratakan 21 Lapak di Eks Lokalisasi Krengseng, Penataan Kawasan Berlanjut

Sebelum penertiban dilaksanakan, pemerintah telah menempuh sejumlah langkah persuasif.

Pisah Sambut Kapolres Jember, Gus Fawait: Keamanan jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Kepada AKBP Alaiddin, Gus Fawait menyampaikan ucapan selamat datang.

Penipuan Emas Online Beroperasi dari Dalam Lapas, Kerugian Capai Rp3,7 Miliar

Hingga saat ini, penyelidikan memperkirakan sedikitnya terdapat lima korban di wilayah Jawa Timur.