Sabtu, 26 Sep 2026 02:34 WIB

LPA Jatim Usul Youth Guarantee, Dorong Surabaya Selamatkan Anak Rentan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 20 Mei 2025 14:09 WIB
Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur
Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur

selalu.id - Di usia ke-732 tahun, Kota Surabaya terus menunjukkan upaya dalam melindungi warganya, termasuk anak-anak yang terjebak dalam kekerasan, kenakalan remaja, dan masalah sosial lainnya.

 

Namun, menurut pengurus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur, M. Isa Ansori, pendekatan yang dilakukan pemerintah masih butuh penguatan.

 

“Mereka bukan pelanggar, melainkan korban kemiskinan, lingkungan kumuh, dan sistem sosial yang belum berpihak,” kata Isa, Selasa (20/5/2025).

 

Isa mengapresiasi program Kampung Anak Negeri (KANRI) dan Asrama Bibit Unggul yang digagas Pemkot Surabaya. Namun, ia mempertanyakan efektivitas jangka panjangnya.

 

“Berapa banyak yang betul-betul berubah setelah kembali ke rumah? Lingkungannya belum berubah, masa depan tetap kabur,” ujarnya.

 

Dalam pertemuan dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Isa mengusulkan Surabaya menjadi pionir dalam penerapan Youth Guarantee—model dari Finlandia yang menjamin setiap anak dan remaja mendapat akses pendidikan, pelatihan, pendampingan, hingga peluang kerja dalam satu sistem terintegrasi.

 

Pendekatan ini mencakup beasiswa sekolah, pelatihan keterampilan seperti servis HP, otomotif, hingga coding. Anak-anak juga didampingi mentor dari guru, relawan, atau alumni program. Mereka diberi akses magang di UMKM atau perusahaan lokal.

 

“Bayangkan anak usia 14 tahun, mantan pelaku tawuran, dilatih servis HP oleh mekanik yang peduli. Ibunya ikut pelatihan membuat kue dan dapat modal kecil. Hidup mereka bisa berubah total,” terang Isa.

 

Program ini juga menyasar orang tua: pelatihan kerja jangka pendek, parenting, dan pendampingan agar mereka tetap bisa mengasuh anak sambil produktif.

 

Isa mendorong KANRI bertransformasi menjadi pusat komunitas inklusif. Di tempat ini bisa digelar kursus komputer, bengkel mini, hingga lapangan olahraga, dengan pelibatan warga sebagai pengajar atau mentor.

 

Ia juga mengusulkan program “Satu RT Satu Mentor” dan “Kelas Kedua”—belajar nonformal untuk anak yang tak cocok dengan sekolah konvensional. Mereka bisa belajar sambil magang di bengkel, warung kopi, atau UMKM lain.

 

“Program ini bisa dimulai dari satu atau dua kelurahan seperti Tambak Wedi atau Dupak, tanpa harus menunggu anggaran besar. Bisa dari dana CSR, kampus, atau desa,” ujarnya.

 

Bagi Isa, anak-anak ini bukan beban, melainkan korban dari sistem yang gagal melihat potensi mereka.

 

“Rantai kemiskinan dan pengabaian bisa kita putus kalau mau. Kita tak hanya beri ikan, tapi juga kail, kolam, dan orang yang mau mengajari memancing,” pungkasnya.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.