Sabtu, 07 Feb 2026 22:52 WIB

LPA Jatim Usul Youth Guarantee, Dorong Surabaya Selamatkan Anak Rentan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 20 Mei 2025 14:09 WIB
Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur
Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur

selalu.id - Di usia ke-732 tahun, Kota Surabaya terus menunjukkan upaya dalam melindungi warganya, termasuk anak-anak yang terjebak dalam kekerasan, kenakalan remaja, dan masalah sosial lainnya.

 

Namun, menurut pengurus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur, M. Isa Ansori, pendekatan yang dilakukan pemerintah masih butuh penguatan.

 

“Mereka bukan pelanggar, melainkan korban kemiskinan, lingkungan kumuh, dan sistem sosial yang belum berpihak,” kata Isa, Selasa (20/5/2025).

 

Isa mengapresiasi program Kampung Anak Negeri (KANRI) dan Asrama Bibit Unggul yang digagas Pemkot Surabaya. Namun, ia mempertanyakan efektivitas jangka panjangnya.

 

“Berapa banyak yang betul-betul berubah setelah kembali ke rumah? Lingkungannya belum berubah, masa depan tetap kabur,” ujarnya.

 

Dalam pertemuan dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Isa mengusulkan Surabaya menjadi pionir dalam penerapan Youth Guarantee—model dari Finlandia yang menjamin setiap anak dan remaja mendapat akses pendidikan, pelatihan, pendampingan, hingga peluang kerja dalam satu sistem terintegrasi.

 

Pendekatan ini mencakup beasiswa sekolah, pelatihan keterampilan seperti servis HP, otomotif, hingga coding. Anak-anak juga didampingi mentor dari guru, relawan, atau alumni program. Mereka diberi akses magang di UMKM atau perusahaan lokal.

 

“Bayangkan anak usia 14 tahun, mantan pelaku tawuran, dilatih servis HP oleh mekanik yang peduli. Ibunya ikut pelatihan membuat kue dan dapat modal kecil. Hidup mereka bisa berubah total,” terang Isa.

 

Program ini juga menyasar orang tua: pelatihan kerja jangka pendek, parenting, dan pendampingan agar mereka tetap bisa mengasuh anak sambil produktif.

 

Isa mendorong KANRI bertransformasi menjadi pusat komunitas inklusif. Di tempat ini bisa digelar kursus komputer, bengkel mini, hingga lapangan olahraga, dengan pelibatan warga sebagai pengajar atau mentor.

 

Ia juga mengusulkan program “Satu RT Satu Mentor” dan “Kelas Kedua”—belajar nonformal untuk anak yang tak cocok dengan sekolah konvensional. Mereka bisa belajar sambil magang di bengkel, warung kopi, atau UMKM lain.

 

“Program ini bisa dimulai dari satu atau dua kelurahan seperti Tambak Wedi atau Dupak, tanpa harus menunggu anggaran besar. Bisa dari dana CSR, kampus, atau desa,” ujarnya.

 

Bagi Isa, anak-anak ini bukan beban, melainkan korban dari sistem yang gagal melihat potensi mereka.

 

“Rantai kemiskinan dan pengabaian bisa kita putus kalau mau. Kita tak hanya beri ikan, tapi juga kail, kolam, dan orang yang mau mengajari memancing,” pungkasnya.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

2026, PGN Perkuat Kompetensi SDM dan Soliditas Ekosistem Kerja 

Kepercayaan pekerja pada keberlanjutan perusahaan juga terlihat dari tingkat perputaran pekerja (turn over) kurang dari 3%.

Izin Belum Lengkap, Outlet HWG23 di Kota Mojokerto Ditutup

Perda Kota Mojokerto Nomor 2 Tahun 2015 mengatur jarak minimal 400 meter dari sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum.

KBS Diproses Kejati, DPRD Surabaya Ingatkan Perawatan Satwa

"Jangan sampai satwa KBS kena dampak. Makanannya dan kesehatannya jangan sampai terlantar,” ujar Buleks.

KPK Ungkap Tren Emas Kini Jadi Alat Suap

Hal ini membuat KPK lebih menaruh perhatian terhadap emas terkait komoditas korupsi di samping uang tunai dan kripto.

Pembentukan DJENPES Dekati Final, Menag: Bukti Keseriusan Pemerintahan Prabowo!

Menurut Menag, pesantren saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks sehingga membutuhkan dukungan komprehensif. 

Dugaan Korupsi di KBS, Wali Kota Eri Minta Kejati Jatim Usut Tuntas

Eri mengungkapkan, dugaan persoalan pengelolaan keuangan di tubuh KBS tersebut sudah berlangsung lama, bahkan sejak sebelum dirinya menjabat sebagai wali kota.