Rabu, 22 Jul 2026 21:19 WIB

Viral Video Kritik Anggaran Pendidikan Surabaya Terendah, Begini Tanggapan DPRD

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 16 Mei 2025 14:52 WIB
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati

selalu.id – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati, menanggapi video viral yang menyebut anggaran pendidikan di Surabaya berada di bawah 20 persen. Menurutnya, informasi tersebut perlu diluruskan agar masyarakat tidak salah memahami konteks penganggaran di daerah.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Ajeng menegaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang dimaksud dengan anggaran pendidikan adalah belanja fungsi pendidikan, bukan hanya dana yang melekat di Dinas Pendidikan.

 

“Kalau hanya melihat dari anggaran di Dinas Pendidikan saja, tentu terlihat kurang dari 20 persen. Tapi jangan lupa, ada juga anggaran pendidikan yang melekat di perangkat daerah lain, seperti beasiswa untuk pemuda tangguh, bantuan pendidikan SMA/SMK, dan program lainnya,” ujar Ajeng saat dihubungi selalu.id, Jumat (16/5/2025).

 

Ia menyatakan akan mengecek kembali besaran anggaran pendidikan Kota Surabaya dalam APBD 2025. Namun secara prinsip, Ajeng meyakini Pemkot telah berupaya mematuhi ketentuan alokasi minimal 20 persen untuk pendidikan.

 

Menanggapi video viral di media sosial, Ajeng menilai penting bagi Pemerintah Kota untuk segera memberikan klarifikasi secara komprehensif. Ia mengingatkan bahwa informasi publik harus disampaikan secara utuh agar tidak menimbulkan persepsi keliru.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

 

“Saya tidak mau menyebut videonya menyesatkan, tapi yang pasti, Pemkot sudah benar menjelaskan bahwa anggaran pendidikan itu tidak semata dari Dinas Pendidikan. Ini yang harus dipahami masyarakat,” katanya.

 

Ketua Fraksi Gerindra itu juga berharap klarifikasi dari Pemkot tidak hanya menjawab isu viral, tetapi juga memperkuat transparansi anggaran. Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh program pendidikan benar-benar terlaksana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

 

“Pendidikan adalah kunci pembangunan jangka panjang. Jadi tidak hanya soal angka 20 persen, tapi juga bagaimana program-program itu benar-benar sampai pada warga yang membutuhkan, terutama dalam hal akses dan kualitasnya,” pungkas Ajeng.

 

Sebelumnya, video di akun Instagram @maulifikr menyebut anggaran pendidikan Surabaya hanya 19 persen dari total APBD 2025 yang mencapai Rp12,3 triliun. Pemerintah Kota Surabaya langsung membantah informasi tersebut dan menyatakan bahwa total belanja fungsi pendidikan telah mencapai Rp2,588 triliun atau 20,96 persen dari APBD.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.