Kamis, 17 Sep 2026 07:01 WIB

Viral Video Kritik Anggaran Pendidikan Surabaya Terendah, Begini Tanggapan DPRD

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 16 Mei 2025 14:52 WIB
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati

selalu.id – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati, menanggapi video viral yang menyebut anggaran pendidikan di Surabaya berada di bawah 20 persen. Menurutnya, informasi tersebut perlu diluruskan agar masyarakat tidak salah memahami konteks penganggaran di daerah.

 

Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

Ajeng menegaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang dimaksud dengan anggaran pendidikan adalah belanja fungsi pendidikan, bukan hanya dana yang melekat di Dinas Pendidikan.

 

“Kalau hanya melihat dari anggaran di Dinas Pendidikan saja, tentu terlihat kurang dari 20 persen. Tapi jangan lupa, ada juga anggaran pendidikan yang melekat di perangkat daerah lain, seperti beasiswa untuk pemuda tangguh, bantuan pendidikan SMA/SMK, dan program lainnya,” ujar Ajeng saat dihubungi selalu.id, Jumat (16/5/2025).

 

Ia menyatakan akan mengecek kembali besaran anggaran pendidikan Kota Surabaya dalam APBD 2025. Namun secara prinsip, Ajeng meyakini Pemkot telah berupaya mematuhi ketentuan alokasi minimal 20 persen untuk pendidikan.

 

Menanggapi video viral di media sosial, Ajeng menilai penting bagi Pemerintah Kota untuk segera memberikan klarifikasi secara komprehensif. Ia mengingatkan bahwa informasi publik harus disampaikan secara utuh agar tidak menimbulkan persepsi keliru.

Baca Juga: Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

 

“Saya tidak mau menyebut videonya menyesatkan, tapi yang pasti, Pemkot sudah benar menjelaskan bahwa anggaran pendidikan itu tidak semata dari Dinas Pendidikan. Ini yang harus dipahami masyarakat,” katanya.

 

Ketua Fraksi Gerindra itu juga berharap klarifikasi dari Pemkot tidak hanya menjawab isu viral, tetapi juga memperkuat transparansi anggaran. Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh program pendidikan benar-benar terlaksana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

 

“Pendidikan adalah kunci pembangunan jangka panjang. Jadi tidak hanya soal angka 20 persen, tapi juga bagaimana program-program itu benar-benar sampai pada warga yang membutuhkan, terutama dalam hal akses dan kualitasnya,” pungkas Ajeng.

 

Sebelumnya, video di akun Instagram @maulifikr menyebut anggaran pendidikan Surabaya hanya 19 persen dari total APBD 2025 yang mencapai Rp12,3 triliun. Pemerintah Kota Surabaya langsung membantah informasi tersebut dan menyatakan bahwa total belanja fungsi pendidikan telah mencapai Rp2,588 triliun atau 20,96 persen dari APBD.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Keselamatan Terancam, Warga Karangbong Sidoarjo Tolak Rencana Kenaikan Kelas Jalan Surowongso

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, Anang Siswanto menegaskan pihak legislatif wajib melihat kondisi objektif sebelum menentukan sikap penyesuaian kelas jalan.

Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar

Warga mendesak Pemkot Surabaya berdiri tegak menjalankan fungsi regulasi dan tidak memihak kepada pengembang.