Jumat, 23 Okt 2026 17:14 WIB

PPDB Surabaya 2025: Simulasi Daring Digelar, Posko Dibuka di Seluruh Sekolah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 16 Mei 2025 09:43 WIB
Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh
Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) bersiap menghadapi proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026 dengan sejumlah langkah strategis.

 

Baca Juga: SPMB SMP Swasta Surabaya Masih Dibuka, 26.000 Kursi Masih Tersedia

Mulai dari peluncuran panduan resmi, penyelenggaraan simulasi daring, hingga pembukaan posko layanan di seluruh sekolah negeri, upaya ini dilakukan untuk memastikan proses berjalan lancar dan transparan.

 

Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, menjelaskan bahwa saat ini tahap validasi data tengah berlangsung. Ini menjadi langkah krusial sebelum calon peserta didik, khususnya jenjang SMP, menerima Nomor Identifikasi Pribadi (PIN) yang menjadi kunci utama akses sistem PPDB online melalui laman spmb.surabaya.go.id.

 

“PIN bersifat pribadi dan harus dijaga kerahasiaannya oleh orang tua. PIN ini akan digunakan untuk login saat pendaftaran dimulai,” ujar Yusuf.

 

Sebagai edukasi teknis, Dispendik akan menggelar simulasi pendaftaran secara daring. Langkah ini ditujukan agar orang tua dan siswa memahami mekanisme PPDB, mengingat masih banyak yang belum akrab dengan alur digitalnya.

 

Simulasi jenjang SD dijadwalkan pada 22–27 Mei dan 29 Mei–2 Juni 2025. Sementara jenjang SMP berlangsung pada 26–31 Mei serta 16–21 Juni 2025. Setiap gelombang simulasi dibuka selama 24 jam penuh.

 

“Melalui simulasi ini, kami harap orang tua lebih siap saat pendaftaran resmi dibuka. Kami menyediakan empat jalur pendaftaran, dan memahami alurnya menjadi kunci kelancaran,” jelas Yusuf.

Baca Juga: 123 Siswa Banyuwangi Gagal Daftar Ulang Meski Lolos PPDB, Wagub Jatim Minta Evaluasi Sistem

 

Untuk mendekatkan layanan, Pemkot Surabaya mendirikan Posko SPMB tidak hanya di Kantor Dispendik, tetapi juga di seluruh SD dan SMP negeri. Posko akan didampingi kepala sekolah dan tim IT yang siap membantu masyarakat.

 

“Orang tua tidak perlu jauh-jauh ke Kantor Dispendik. Cukup datang ke sekolah terdekat,” imbuhnya.

 

Dispendik juga menggandeng Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) serta kelurahan setempat, agar informasi PPDB juga tersampaikan kepada warga yang sedang mengurus dokumen kependudukan seperti KTP.

 

Baca Juga: Pendaftaran SMP Surabaya Dimulai, Kuota Jalur Afirmasi Naik Jadi 20 Persen

“Kami ingin memastikan informasi PPDB ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang belum terbiasa menggunakan internet,” ujar Yusuf.

 

Ia juga mengingatkan orang tua agar memastikan data anak telah tervalidasi dengan benar, termasuk kepemilikan Kartu Keluarga (KK) Surabaya dan riwayat sekolah sebelumnya. Bila terjadi kendala teknis saat simulasi, masyarakat diminta tetap tenang karena simulasi berlangsung beberapa hari.

 

“Jaringan internet bisa saja menjadi kendala. Jika gagal hari ini, masih ada kesempatan di hari berikutnya,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Mahasiswa yang Bawa Brass Knuckle saat Demo di Surabaya Ditetapkan Tersangka

Saat ini, polisi masih mendalami tujuh orang yang diperiksa intensif. Sementara tiga lainnya sudah dipulangkan.

Gandeng PMI dan Unair, Yayasan Amway Peduli Edukasi Pentingnya Gut Health

Menjaga kondisi tubuh membutuhkan pendekatan menyeluruh melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.

Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November

Tilang manual akan difokuskan pada pelanggaran kasat mata, antara lain pengendara yang melawan arus, menggunakan knalpot brong.

Parah! Gerobak Sampah Dicuri di Surabaya, Pelaku Terekam CCTV

Kehilangan sarana itu sempat mengancam kelancaran pengangkutan sampah dari rumah warga ke Tempat Penampungan Sementara.

Ngaku Imam Mahdi, Pria di Bangkalan Tipu Korban Miliaran Modus Jual Tiket Surga dan Top Up Umur

Hingga saat ini sudah ada empat orang korban yang melapor ke polisi.