Jumat, 05 Jun 2026 11:52 WIB

Marak KTP Pakai Alamat Rumah Ibadah, Ketua Komisi A DPRD: Ini Celah Manipulasi Data

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 15 Mei 2025 15:38 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko

selalu.id - Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, angkat suara terkait maraknya pengajuan KTP dengan alamat rumah ibadah sebagai domisili.

 

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya menyalahi aturan administrasi kependudukan, tetapi juga berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.

 

“Ada intervensi dari pihak eksternal yang meminta bantuan pengurusan KTP dengan alamat di rumah ibadah. Ini tidak bisa diizinkan, kecuali bagi mereka yang memang tinggal dan bertugas di sana, seperti pendeta atau marbot,” ujar Yona, Kamis (15/5/2025).

 

Politikus Gerindra ini menyebut banyak pengajuan berasal dari warga pendatang yang tidak memiliki alamat tetap di Surabaya. Mereka, lanjut Yona, menyiasatinya dengan mencantumkan alamat gereja atau masjid demi mengakses layanan publik, pendidikan, bahkan pekerjaan.

 

“Kalau jumlahnya kecil dan ada fungsinya, mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi kalau sampai puluhan orang menggunakan alamat rumah ibadah, itu jelas tidak masuk akal,” tegasnya.

 

Yona menyoroti bahwa praktik ini tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku. Ia menegaskan bahwa Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri (PBM) Nomor 8 dan 9 Tahun 2006 yang kerap dijadikan rujukan, sebenarnya tidak mengatur soal domisili KTP.

 

“PBM itu hanya mengatur pendirian rumah ibadah dan FKUB. Tidak ada satu pun pasal yang memperbolehkan rumah ibadah menjadi alamat domisili resmi,” jelasnya.

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

 

Ia juga mencurigai praktik ini dapat menjadi celah manipulasi data kependudukan, terutama bila dilakukan secara masif dan sistematis.

 

“Ini bukan soal agama, tapi soal validitas data kependudukan. Jangan sampai rumah ibadah dijadikan alat manipulasi untuk kepentingan sesaat,” tandasnya.

 

Yona mendesak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya agar lebih tegas dalam menyikapi permohonan semacam ini. Ia menekankan pentingnya keberanian petugas menolak pengajuan yang tidak sesuai prosedur, meski mendapat tekanan.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

“Kita harus cegah budaya ewoh-pekewuh dalam pelayanan publik. Ketegasan penting agar administrasi tetap tertib dan akurat,” ujarnya.

 

Namun, ia mengakui bahwa tidak semua kasus bisa digeneralisasi. Jika seseorang benar-benar tinggal dan mengabdi di rumah ibadah, seperti takmir atau pendeta, maka penggunaan alamat tersebut masih dapat diterima.

 

Sebagai penutup, Yona mendorong adanya regulasi lebih spesifik agar ke depan tidak terjadi penyalahgunaan data domisili. “Ini pelajaran penting agar kita menjaga akurasi data dan wibawa administrasi kependudukan kita,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.