Rabu, 30 Sep 2026 05:25 WIB

Arif Fathoni Dukung Kabinet Surabaya Berkah, Tak Ada Titipan Politik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 05 Mei 2025 12:33 WIB
Arif Fathoni
Arif Fathoni

selalu.id – Penamaan “Kabinet Surabaya Berkah” oleh Wali Kota Eri Cahyadi dinilai Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, sebagai wujud tekad menjadikan Kota Pahlawan kota yang diberkahi Tuhan dan mendapat restu masyarakat.

 

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Tak Mau Seragam Bikin Sekolah Negeri Terlihat Beda Kasta

“Mas Wali menamai kabinet ini ‘berkah’ karena ingin menjadikan Surabaya sebagai kota yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, kota yang penuh kebaikan dan dalam lindungan Tuhan,” ujar Fathoni kepada selalu.id, Senin (6/5/2025).

 

“Kalau sudah diniatkan begitu, insya Allah berkah itu akan datang, masyarakat mendukung, dan kota ini akan terus maju,” tambahnya.

 

Fathoni menyebut struktur pemerintahan memang mengikuti regulasi Kementerian Dalam Negeri, namun yang lebih penting adalah kemampuan kepala OPD beradaptasi dengan dinamika global.

 

Ia menekankan pentingnya mengantisipasi dampak perang dagang global, terutama antara Amerika dan China, melalui program nyata di tingkat kota.

 

“Jika ekonomi nasional lesu, daya beli masyarakat turun, pajak dan retribusi sulit dibayar. Maka, program dalam RPJMD 2024–2029 harus dieksekusi secara konkret, bukan sekadar konsep,” tegas Ketua DPD Golkar Surabaya itu.

Baca Juga: Tasyakuran HUT ke-81 dengan Nobar Film Kemerdekaan, Wali Kota Eri Cahyadi jadi Aktornya

 

Fathoni juga menyoroti pentingnya sektor pendidikan dalam mengatasi kemiskinan jangka panjang. Ia mendorong penguatan muatan lokal agar generasi muda Surabaya tangguh, adaptif, serta mampu memanfaatkan ekonomi kreatif dan ruang digital.

 

Ia menegaskan tidak ada intervensi politik dalam penyusunan kabinet. Penempatan pejabat, kata dia, murni berdasarkan meritokrasi.

 

“Mas Wali ini pribadi yang sulit diintervensi. Tidak ada campur tangan partai politik dalam menentukan siapa jadi apa. Ini berbeda dengan kabinet pusat,” ujarnya, menepis isu titipan parpol.

Baca Juga: Wali Kota Eri Geram dengan Kinerja Camat di Tiga Kecamatan, Ini Alasannya

 

Menghadapi tekanan ekonomi, Fathoni mengusulkan beberapa langkah konkret: menjaga harga bahan pokok, memberi insentif kepada pelaku usaha agar tidak melakukan PHK, serta mendorong dialog antara Dinas Pendidikan dan sekolah swasta untuk meringankan beban orang tua—termasuk opsi cicilan daftar ulang.

 

“Kalau ekonomi Surabaya hidup, jalanan pasti ramai. Tapi kalau sepi, itu tanda ada masalah. Jangan biarkan pasar bergerak sendiri, pemerintah harus hadir,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sederet Fakta Baru Kasus Sengketa Lahan Kalisari Surabaya

Persoalan muncul karena terdapat klaim atas Persil Nomor 473 atas nama Asifah dengan luas 2.310 meter persegi yang disebut berada di lokasi lahan Pujiono.

Prabowo dan Megawati Janjian Makan Nasi Goreng, Mau Bahas Apa Ya?

Sajian nasi goreng Megawati sendiri punya rekam jejak historis dalam hubungan kedua tokoh nasional ini.

Awas! Ratusan Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia, Kenali Ciri-cirinya

Dari total pemetaan nasional, tercatat sedikitnya 1.221 lokasi PETI emas yang beroperasi tanpa menyetor rupiah sedikit pun ke kas negara.

Proyek Revitalisasi Sekolah di Jember Gerakkan Ekonomi Warga, Jadi Berkah dan Bahagia

Dari proyek tersebut, sekitar 5.160 tenaga kerja terlibat, dengan rincian 2.000 tukang dan 3.160 asisten tukang. Juga gerakkan ekonomi warga lainnya.

Soal Seragam Sekolah, DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Pembiayaan Batik Lewat BOPDA

Ajeng mengatakan usulan terkait pengadaan seragam batik secara terpusat masih perlu dibahas lebih lanjut bersama Dispendik agar tak jadi persoalan baru.

Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki posisi strategis dalam penanganan TB karena selama ini turut memberikan layanan pengobatan bagi pasien dari luar wilayah.