Senin, 20 Jul 2026 09:09 WIB

SPMB 2025 Diubah, Komisi D Minta Sosialisasi Diperkuat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 01 Mei 2025 15:45 WIB
Anggota Komisi D, Ajeng Wira Wati
Anggota Komisi D, Ajeng Wira Wati

selalu.id - Komisi D DPRD Kota Surabaya menyoroti perubahan skema dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025, terutama pada jalur afirmasi dan sistem zonasi.

Anggota Komisi D, Ajeng Wira Wati, menilai sistem baru ini perlu dikawal ketat agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan orang tua.

Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

“Jalur afirmasi tahun ini bertambah, dan zonasi dibagi menjadi dua kategori: domisili 1 dan domisili 2. Ini hal baru yang perlu dipahami masyarakat secara menyeluruh,” ujar Ajeng, Kamis (1/5/2025).

Ia menjelaskan, domisili 1 tetap mengacu pada jarak dari RT tempat tinggal siswa, sementara domisili 2 berdasarkan pembagian administratif di tingkat kelurahan dan kecamatan. Menurutnya, pembagian ini cukup adil, tetapi perlu didukung dengan informasi yang jelas dan merata.

“Kalau penjelasannya tidak sampai ke masyarakat, yang ada justru kebingungan. Maka Pemkot dan Dinas Pendidikan harus membuka akses informasi seluas-luasnya,” tegas politisi Partai Gerindra itu.

Ajeng mendorong agar setiap sekolah, terutama SMP, menyediakan posko layanan informasi sebagaimana sudah lazim dilakukan di tingkat sekolah dasar saat masa pendaftaran.

Baca Juga: Menanti Pembenahan Akses dan Lahan Parkir di Wisata Hutan Kota Pakal Surabaya

“Posko informasi itu penting. Bahkan akan lebih baik jika melibatkan sekolah swasta, agar informasi tentang pilihan sekolah makin lengkap,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta agar masyarakat tidak terpaku pada satu pilihan saja. Menurutnya, informasi soal beasiswa, jalur afirmasi, hingga peluang masuk sekolah swasta harus disampaikan secara transparan.

“Dengan begitu, wali murid bisa mempertimbangkan banyak opsi tanpa tekanan, dan proses pendaftaran berlangsung lancar,” ujarnya.

Baca Juga: Revitalisasi Pasar Surabaya: Menjaga Urat Nadi UMKM, Bukan Sekadar Percantik Bangunan

Ajeng berharap tidak ada lagi polemik seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, kunci keberhasilan SPMB adalah koordinasi yang baik dan sosialisasi yang tepat sasaran.

“Kalau semua pihak terbuka dan siap memberikan informasi, orang tua akan merasa lebih tenang. Ini bukan hanya soal teknis pendaftaran, tapi juga soal rasa keadilan dalam mengakses pendidikan,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.