Selasa, 03 Feb 2026 23:23 WIB

SPMB 2025 Diubah, Komisi D Minta Sosialisasi Diperkuat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 01 Mei 2025 15:45 WIB
Anggota Komisi D, Ajeng Wira Wati
Anggota Komisi D, Ajeng Wira Wati

selalu.id - Komisi D DPRD Kota Surabaya menyoroti perubahan skema dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025, terutama pada jalur afirmasi dan sistem zonasi.

Anggota Komisi D, Ajeng Wira Wati, menilai sistem baru ini perlu dikawal ketat agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan orang tua.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

“Jalur afirmasi tahun ini bertambah, dan zonasi dibagi menjadi dua kategori: domisili 1 dan domisili 2. Ini hal baru yang perlu dipahami masyarakat secara menyeluruh,” ujar Ajeng, Kamis (1/5/2025).

Ia menjelaskan, domisili 1 tetap mengacu pada jarak dari RT tempat tinggal siswa, sementara domisili 2 berdasarkan pembagian administratif di tingkat kelurahan dan kecamatan. Menurutnya, pembagian ini cukup adil, tetapi perlu didukung dengan informasi yang jelas dan merata.

“Kalau penjelasannya tidak sampai ke masyarakat, yang ada justru kebingungan. Maka Pemkot dan Dinas Pendidikan harus membuka akses informasi seluas-luasnya,” tegas politisi Partai Gerindra itu.

Ajeng mendorong agar setiap sekolah, terutama SMP, menyediakan posko layanan informasi sebagaimana sudah lazim dilakukan di tingkat sekolah dasar saat masa pendaftaran.

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

“Posko informasi itu penting. Bahkan akan lebih baik jika melibatkan sekolah swasta, agar informasi tentang pilihan sekolah makin lengkap,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta agar masyarakat tidak terpaku pada satu pilihan saja. Menurutnya, informasi soal beasiswa, jalur afirmasi, hingga peluang masuk sekolah swasta harus disampaikan secara transparan.

“Dengan begitu, wali murid bisa mempertimbangkan banyak opsi tanpa tekanan, dan proses pendaftaran berlangsung lancar,” ujarnya.

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

Ajeng berharap tidak ada lagi polemik seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, kunci keberhasilan SPMB adalah koordinasi yang baik dan sosialisasi yang tepat sasaran.

“Kalau semua pihak terbuka dan siap memberikan informasi, orang tua akan merasa lebih tenang. Ini bukan hanya soal teknis pendaftaran, tapi juga soal rasa keadilan dalam mengakses pendidikan,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon.