Rabu, 22 Jul 2026 11:04 WIB

Jaringan Sabu Timur Tengah Dibongkar, Polda Jatim Sebut Kurir Gunakan Pesan Terenkripsi

Jaringan narkoba Iran
Jaringan narkoba Iran

selalu.id – Setelah mengungkap jaringan sabu asal Timur Tengah dengan barang bukti 22 kilogram sabu, Polda Jawa Timur (Jatim) mengungkapkan bahwa para kurir menggunakan aplikasi pesan terenkripsi untuk menghindari deteksi polisi.

 

Baca Juga: Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, dua kurir berinisial R (38), warga Kota Batu, dan W (35), warga Surabaya, ditangkap di depan Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Minggu (20/4/2025) dini hari.

 

"Awalnya mereka terpantau di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, namun berhasil lolos dan akhirnya ditangkap di Balikpapan," ujar Kombes Jules dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Selasa (29/4/2025).

 

Saat penangkapan, R membawa 9 kotak Tupperware berisi sabu dalam tas ransel hitam, sementara W membawa 13 kotak Tupperware sabu dalam kardus coklat. Total sabu yang disita seberat 21,351 kilogram. Selain itu, disita pula satu tas ransel, satu kardus coklat, uang tunai Rp100.000, serta dua unit handphone merek Redmi dan Oppo.

Baca Juga: Mengenal Zangi Messenger, Aplikasi yang Dipakai Kurir Sabu Surabaya untuk Menyamarkan Komunikasi

 

Direktur Ditreskoba Polda Jatim, Kombes Pol Robert Da Costa, mengungkapkan para kurir berkomunikasi dengan bandar berinisial F (DPO) melalui aplikasi pesan terenkripsi. Modus ini digunakan untuk mengelabui petugas selama pengiriman sabu antarprovinsi.

 

Hasil interogasi menunjukkan bahwa tersangka R dan W sudah beberapa kali mengirimkan sabu dengan upah Rp5 juta hingga Rp10 juta per pengiriman. Polisi menduga jalur masuk sabu tersebut berasal dari Timur Tengah, masuk ke Indonesia melalui Sumatera, Banten, Jakarta, lalu Surabaya.

Baca Juga: BNNP Jatim Bongkar Peredaran Narkoba Jaringan Malaysia-Madura: Sita 5,4 Kg Sabu, Ringkus Dua Kurir

 

Kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), dan Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.