Sabtu, 06 Jun 2026 01:17 WIB

Mangkir Berobat, Penderita TBC di Surabaya Bisa Kehilangan BPJS dan NIK

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 28 Apr 2025 13:52 WIB
Pelayanan kesehatan di Surabaya
Pelayanan kesehatan di Surabaya

selalu.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah tegas dalam pengendalian penyakit tuberkulosis (TBC).

 

Baca Juga: Orang Mati Masih Terdaftar PBI JKN: Potret Rapuhnya Validasi Data Kemensos dan Dukcapil

Mulai tahun ini, pasien TBC yang mangkir dari pengobatan rutin terancam sanksi sosial, termasuk pembekuan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan penonaktifan layanan BPJS Kesehatan.

 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, pengobatan TBC di Surabaya telah difasilitasi secara gratis melalui berbagai fasilitas kesehatan (fasyankes). Namun, jika pasien menolak berobat atau berhenti di tengah jalan, Pemkot akan memberlakukan tindakan tegas demi mencegah penularan.

 

"Sudah tahu sakit kenapa tidak mau diobati, nggak mau menjaga dirinya. Kalau itu (penderita TBC) berjalan kan bisa menular ke orang lain. Kita punya datanya, sehingga nanti kalau warga Surabaya memang dia sakit, kemudian tidak mau diobati, ya sudah, kita bekukan KTP-nya," tegas Eri, Senin (28/4/2025).

 

Menurutnya, pengalaman pandemi Covid-19 lima tahun lalu menjadi pelajaran penting tentang menjaga diri dan orang lain. Karena itu, Pemkot Surabaya menerapkan kebijakan ini untuk melindungi seluruh warga.

 

"Kita harus menjaga diri, tapi jangan merugikan orang lain. Sudah sakit, tidak mau diobati, malah keliling, itu membahayakan warga lainnya," lanjut Eri.

 

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 117 Tahun 2024 tentang Penanggulangan TBC, yang bertujuan mempercepat eliminasi TBC di Surabaya pada 2030.

Baca Juga: Melalui Kader Surabaya Hebat, Pemkot Pantau Kesehatan Warga Secara Digital

 

Selain pembekuan administrasi, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina, mengungkapkan bahwa pasien TBC Sensitif Obat (SO) maupun Resisten Obat (RO) yang mangkir tanpa konfirmasi selama satu minggu akan mendapatkan intervensi melalui kunjungan langsung. Jika setelah tiga kali kunjungan pasien tetap mangkir, rumah pasien akan dipasangi stiker bertuliskan "Mangkir Pengobatan."

 

"Setelah pemasangan stiker dan intervensi tidak membuahkan hasil, langkah berikutnya adalah penonaktifan NIK dan BPJS Kesehatan pasien," jelas Nanik.

 

Bahkan, jika pasien menolak menandatangani surat pernyataan penolakan pengobatan, Pemkot tetap akan membuatkan berita acara sebagai dasar administrasi penonaktifan hak-hak kependudukan.

Baca Juga: Dalam Peringatan Nuzulul Qur’an, Gus Fawait Paparkan Program Kesejahteraan Warga

 

Kebijakan ini juga berlaku bagi warga luar kota yang pindah ke Surabaya.

 

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Surabaya, Eddy Christijanto, menambahkan, sebelum penerbitan KTP baru, warga wajib melakukan skrining TBC. Jika ditemukan indikasi TBC dan pasien tidak bersedia menjalani pengobatan, maka penerbitan KTP akan ditangguhkan.

 

"Misalnya, dari hasil skrining ada tanda gejala TBC, dan mereka mau melakukan pengobatan, kita terbitkan KTP. Tapi kalau tidak mau ikut pengobatan, maka KTP tidak kita terbitkan," tegas Eddy.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.