Kamis, 04 Jun 2026 05:38 WIB

Cerita Siswa Bibit Unggul Program 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 27 Apr 2025 14:14 WIB
Siswa program 1 keluarga miskin 1 sarjana
Siswa program 1 keluarga miskin 1 sarjana

selalu.id - Program “1 Keluarga Miskin, 1 Sarjana” yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sejak Agustus 2024 telah membuka jalan bagi banyak anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk menggapai mimpi kuliah. Di bawah payung besar Omah Ilmu Arek Suroboyo, para peserta tak hanya diberi beasiswa, tapi juga pendidikan karakter dan pengembangan diri di asrama Bibit Unggul yang penuh semangat.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Zadvara Dima Al Dzaky, anak seorang pelayan toko yang kini menjalani kuliah D3 Keperawatan di Universitas Hang Tuah Surabaya berkat program ini.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

“Perasaan saya sangat bersyukur. Saya yakin pendidikan ini akan mengubah masa depan saya,” ujar Zaky, Jumat (25/4/2025).

Tak sekadar berkuliah, di asrama, Zaky mendapatkan bekal tambahan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti kursus Bahasa Inggris, melukis, fotografi, hingga olahraga boxing. Semua itu dilakukan untuk membentuk pribadi yang tak hanya cerdas secara akademik, tapi juga terampil dan berdaya saing tinggi.

“Di sini saya juga mengasah kemampuan lain, tidak hanya belajar di kampus,” tambahnya.

Cerita serupa datang dari Retno Ayu Maharani (19), alumni SMKN 20 Surabaya. Berasal dari keluarga sederhana di Klampis Ngasem, Retno sempat merasa mimpinya untuk kuliah mustahil. Namun semuanya berubah saat ia bergabung dengan program ini dan diterima di jurusan D3 Keperawatan Universitas Hang Tuah.

“Awalnya sulit membayangkan bisa kuliah. Tapi kesempatan ini membuka pintu lebar bagi saya,” ujar Retno.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Selama delapan bulan tinggal di Omah Ilmu Arek Suroboyo kawasan Kalijudan, Retno menikmati rutinitas positif: salat subuh berjamaah, olahraga pagi, kuliah, hingga belajar mandiri di malam hari. Fasilitas yang disediakan pun lengkap, mulai dari komputer, printer, ruang belajar, hingga transportasi dan kebutuhan makan sehari-hari.

“Semua kebutuhan kuliah kami terpenuhi di sini. Kami juga dibekali perlengkapan saat pertama kali masuk kampus,” kisahnya.

Sementara itu, Muhammad Rizky Saputra Subroto (19) tengah bersiap memulai perjalanannya sebagai mahasiswa baru S1 Ekonomi Syariah di Universitas Airlangga. Anak muda yang pernah tinggal di Kampung Anak Negeri sejak kecil ini mengaku sudah lama bercita-cita untuk kuliah, dan kini impiannya segera terwujud berkat program 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

“Program ini sudah menjadi bagian dari hidup saya sejak kecil. Saya sangat bersyukur,” ungkap Rizky.

Rizky berharap makin banyak anak-anak yang memiliki latar belakang sulit tetap berani bermimpi besar.

“Tidak ada yang tidak mungkin. Pemerintah Kota Surabaya hadir untuk mendukung potensi arek Suroboyo,” tutupnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.

Jaring Atlet Jelang Porprov Jatim 2027, Pordasi Sidoarjo Gelar Lomba Berkuda

Federasi berkuda Sidoarjo membuka kesempatan seluas-luasnya bagi atlet muda untuk berpartisipasi tanpa terbebani biaya. Menampilkan bakat hingga jadi atlet.