Kamis, 03 Sep 2026 16:43 WIB

Cerita Siswa Bibit Unggul Program 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 27 Apr 2025 14:14 WIB
Siswa program 1 keluarga miskin 1 sarjana
Siswa program 1 keluarga miskin 1 sarjana

selalu.id - Program “1 Keluarga Miskin, 1 Sarjana” yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sejak Agustus 2024 telah membuka jalan bagi banyak anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk menggapai mimpi kuliah. Di bawah payung besar Omah Ilmu Arek Suroboyo, para peserta tak hanya diberi beasiswa, tapi juga pendidikan karakter dan pengembangan diri di asrama Bibit Unggul yang penuh semangat.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Zadvara Dima Al Dzaky, anak seorang pelayan toko yang kini menjalani kuliah D3 Keperawatan di Universitas Hang Tuah Surabaya berkat program ini.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

“Perasaan saya sangat bersyukur. Saya yakin pendidikan ini akan mengubah masa depan saya,” ujar Zaky, Jumat (25/4/2025).

Tak sekadar berkuliah, di asrama, Zaky mendapatkan bekal tambahan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti kursus Bahasa Inggris, melukis, fotografi, hingga olahraga boxing. Semua itu dilakukan untuk membentuk pribadi yang tak hanya cerdas secara akademik, tapi juga terampil dan berdaya saing tinggi.

“Di sini saya juga mengasah kemampuan lain, tidak hanya belajar di kampus,” tambahnya.

Cerita serupa datang dari Retno Ayu Maharani (19), alumni SMKN 20 Surabaya. Berasal dari keluarga sederhana di Klampis Ngasem, Retno sempat merasa mimpinya untuk kuliah mustahil. Namun semuanya berubah saat ia bergabung dengan program ini dan diterima di jurusan D3 Keperawatan Universitas Hang Tuah.

“Awalnya sulit membayangkan bisa kuliah. Tapi kesempatan ini membuka pintu lebar bagi saya,” ujar Retno.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Selama delapan bulan tinggal di Omah Ilmu Arek Suroboyo kawasan Kalijudan, Retno menikmati rutinitas positif: salat subuh berjamaah, olahraga pagi, kuliah, hingga belajar mandiri di malam hari. Fasilitas yang disediakan pun lengkap, mulai dari komputer, printer, ruang belajar, hingga transportasi dan kebutuhan makan sehari-hari.

“Semua kebutuhan kuliah kami terpenuhi di sini. Kami juga dibekali perlengkapan saat pertama kali masuk kampus,” kisahnya.

Sementara itu, Muhammad Rizky Saputra Subroto (19) tengah bersiap memulai perjalanannya sebagai mahasiswa baru S1 Ekonomi Syariah di Universitas Airlangga. Anak muda yang pernah tinggal di Kampung Anak Negeri sejak kecil ini mengaku sudah lama bercita-cita untuk kuliah, dan kini impiannya segera terwujud berkat program 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

“Program ini sudah menjadi bagian dari hidup saya sejak kecil. Saya sangat bersyukur,” ungkap Rizky.

Rizky berharap makin banyak anak-anak yang memiliki latar belakang sulit tetap berani bermimpi besar.

“Tidak ada yang tidak mungkin. Pemerintah Kota Surabaya hadir untuk mendukung potensi arek Suroboyo,” tutupnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Harga Emas Antam Hari Ini: Naik Lagi Kak Tapi Tipis Banget, Ini Rinciannya

Sedangkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) harga emas Antam berada di level Rp3.168.000 per gram yang tercatat pada 29 Januari 2026.