Senin, 20 Jul 2026 08:27 WIB

Cerita Siswa Bibit Unggul Program 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 27 Apr 2025 14:14 WIB
Siswa program 1 keluarga miskin 1 sarjana
Siswa program 1 keluarga miskin 1 sarjana

selalu.id - Program “1 Keluarga Miskin, 1 Sarjana” yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sejak Agustus 2024 telah membuka jalan bagi banyak anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk menggapai mimpi kuliah. Di bawah payung besar Omah Ilmu Arek Suroboyo, para peserta tak hanya diberi beasiswa, tapi juga pendidikan karakter dan pengembangan diri di asrama Bibit Unggul yang penuh semangat.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Zadvara Dima Al Dzaky, anak seorang pelayan toko yang kini menjalani kuliah D3 Keperawatan di Universitas Hang Tuah Surabaya berkat program ini.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

“Perasaan saya sangat bersyukur. Saya yakin pendidikan ini akan mengubah masa depan saya,” ujar Zaky, Jumat (25/4/2025).

Tak sekadar berkuliah, di asrama, Zaky mendapatkan bekal tambahan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti kursus Bahasa Inggris, melukis, fotografi, hingga olahraga boxing. Semua itu dilakukan untuk membentuk pribadi yang tak hanya cerdas secara akademik, tapi juga terampil dan berdaya saing tinggi.

“Di sini saya juga mengasah kemampuan lain, tidak hanya belajar di kampus,” tambahnya.

Cerita serupa datang dari Retno Ayu Maharani (19), alumni SMKN 20 Surabaya. Berasal dari keluarga sederhana di Klampis Ngasem, Retno sempat merasa mimpinya untuk kuliah mustahil. Namun semuanya berubah saat ia bergabung dengan program ini dan diterima di jurusan D3 Keperawatan Universitas Hang Tuah.

“Awalnya sulit membayangkan bisa kuliah. Tapi kesempatan ini membuka pintu lebar bagi saya,” ujar Retno.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Selama delapan bulan tinggal di Omah Ilmu Arek Suroboyo kawasan Kalijudan, Retno menikmati rutinitas positif: salat subuh berjamaah, olahraga pagi, kuliah, hingga belajar mandiri di malam hari. Fasilitas yang disediakan pun lengkap, mulai dari komputer, printer, ruang belajar, hingga transportasi dan kebutuhan makan sehari-hari.

“Semua kebutuhan kuliah kami terpenuhi di sini. Kami juga dibekali perlengkapan saat pertama kali masuk kampus,” kisahnya.

Sementara itu, Muhammad Rizky Saputra Subroto (19) tengah bersiap memulai perjalanannya sebagai mahasiswa baru S1 Ekonomi Syariah di Universitas Airlangga. Anak muda yang pernah tinggal di Kampung Anak Negeri sejak kecil ini mengaku sudah lama bercita-cita untuk kuliah, dan kini impiannya segera terwujud berkat program 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

“Program ini sudah menjadi bagian dari hidup saya sejak kecil. Saya sangat bersyukur,” ungkap Rizky.

Rizky berharap makin banyak anak-anak yang memiliki latar belakang sulit tetap berani bermimpi besar.

“Tidak ada yang tidak mungkin. Pemerintah Kota Surabaya hadir untuk mendukung potensi arek Suroboyo,” tutupnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.