Selasa, 21 Jul 2026 19:49 WIB

Tebarkan Bau Menyengat, Peleburan Emas di Kandangan Surabaya Diprotes Warga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 25 Apr 2025 19:06 WIB
Warga Benowo demo pabrik emas
Warga Benowo demo pabrik emas

selalu.id – Bau menyengat yang tak kunjung hilang memicu kemarahan warga Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya. Mereka menuntut penutupan pabrik peleburan emas yang berdiri di tengah permukiman padat penduduk.

Puluhan warga RT 04 RW 06 turun ke jalan dan menggelar aksi protes pada Jumat (25/4/2024), menolak keberadaan pabrik peleburan emas milik PT Suka Jadi Logam. Warga mengaku telah bertahun-tahun terpapar polusi udara dari aktivitas peleburan logam mulia tersebut.

Baca Juga: Respon DPRD dan Pemkab Sidoarjo saat Didemo Soal Program MBG

Bau tajam yang muncul terutama pada malam hari disebut menyebabkan gangguan kesehatan, seperti batuk yang tak kunjung sembuh.

Salah satu tokoh masyarakat, Sugiyono, menyebut aktivitas peleburan dilakukan diam-diam dan tidak sesuai izin awal.

“Awalnya bangunan itu izinnya untuk sarang burung walet. Tapi belakangan, bau aneh muncul terus. Setelah kami telusuri, ternyata ada aktivitas peleburan emas. Kami protes, tapi tak pernah ditanggapi,” ujar Sugiyono kepada selalu.id.

Ia menambahkan, warga pernah mendatangi lokasi dan mendapati pengelola berkelit dengan alasan yang tidak konsisten.

“Pernah ada yang ngaku habis ‘bakar-bakar’. Tapi waktu ketemu direkturnya, katanya cuma bakar sampah. Ini manipulatif,” ujarnya.

Warga menyatakan tidak lagi bersedia bernegosiasi dan menuntut penutupan penuh pabrik tersebut.

Baca Juga: Demo di Grahadi Surabaya Makin Panas, Massa Mulai Serang Petugas hingga Geber-geber Motor

“Sudah cukup. Warga jenuh. Tidak mau negosiasi lagi. Kalau mau produksi perhiasan, silakan, tapi jangan lebur emas di sini,” tegas Sugiyono.

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, turut hadir di lokasi aksi dan menyebut izin bangunan tersebut tidak mencakup aktivitas peleburan logam mulia.

“Izin bangunan itu hanya untuk workshop dan pengolahan sarang burung walet. Tidak ada izin untuk aktivitas peleburan emas atau kegiatan yang menggunakan bahan kimia,” ujar Armuji.

Ia menegaskan bahwa industri yang menimbulkan bau menyengat tidak boleh berada di kawasan permukiman. Pemkot menyarankan agar aktivitas tersebut dipindahkan ke kawasan industri atau pergudangan.

Baca Juga: Demonstrasi di Surabaya: Massa Bentangkan Spanduk Meme Prabowo

Sementara itu, Camat Benowo Denny Christupel menyampaikan bahwa aduan warga sudah ditindaklanjuti sejak November 2024. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah mengeluarkan rekomendasi untuk uji kualitas udara ambien dan emisi cerobong.

“Kami sudah beri surat teguran nisan dan peringatan tertulis pertama. Jika tetap membandel, akan dilanjutkan ke teguran kedua dan ketiga. Bila masih tidak patuh, akan ada tindakan tegas,” kata Denny.

Ia menambahkan, jika hasil kajian membuktikan bahwa aktivitas peleburan berdampak buruk bagi lingkungan, maka pabrik tersebut tidak akan diizinkan beroperasi di lingkungan permukiman.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.