Rabu, 04 Feb 2026 06:00 WIB

Tragedi Perahu Tambang Karangpilang, DPRD Desak Kajian dan Pembangunan Jembatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 21 Apr 2025 11:27 WIB
Wakil Ketua Komisi C, Aning Rahmawati
Wakil Ketua Komisi C, Aning Rahmawati

selalu.id – Insiden terbaliknya perahu tambang di Sungai Karangpilang yang menelan korban jiwa memantik perhatian serius dari Komisi C DPRD Kota Surabaya.

 

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

Wakil Ketua Komisi C, Aning Rahmawati, menegaskan pentingnya pembangunan jembatan di lokasi tersebut guna menghindari kejadian serupa di masa depan.

 

"Perahu tambang yang terbalik kemarin menjadi pengingat kita semua bahwa keselamatan warga adalah prioritas. Karena itu, kami mendorong agar di lokasi tersebut dibangun jembatan," ujar Aning, Minggu (20/4/2025).

 

Namun, Aning menegaskan pembangunan jembatan tidak bisa serta-merta dilakukan tanpa kajian matang. Menurutnya, letak jembatan harus benar-benar dipilih secara strategis agar dapat mengakomodasi mobilitas masyarakat dengan efisien.

 

"Tidak semua titik bisa langsung dibangun jembatan. Perlu kajian mendalam agar pembangunannya tepat sasaran dan benar-benar dibutuhkan masyarakat," tambahnya.

 

Meski demikian, masyarakat belum bisa berharap banyak dalam waktu dekat. Pasalnya, anggaran untuk pembangunan jembatan tersebut belum masuk dalam APBD 2025. Komisi C baru akan mengawal penganggarannya untuk tahun 2026.

 

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

"Untuk tahun 2025 memang belum ada anggarannya. Tapi pembahasan RAPBD 2026 akan dimulai lebih awal, yaitu bulan Juni nanti. Biasanya baru Agustus, sekarang dimajukan. Jadi kami akan kawal betul," jelas Aning.

 

Terkait proyek diversifikasi air di kawasan Gunung Sari yang sebelumnya direncanakan dimulai pada 2025, Aning menyebutkan hal serupa terjadi: tidak ada alokasi anggaran pada tahun berjalan.

 

"Diversifikasi Gunung Sari juga belum ada anggarannya di 2025. Padahal tahun lalu sempat dianggarkan Rp200 miliar, tapi hanya disetujui Rp50 miliar karena adanya rasionalisasi akibat tidak tercapainya target PAD 2024," bebernya.

 

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

Untuk proyek-proyek besar lainnya, seperti flyover Taman Pelangi, Aning mengatakan pembangunan baru bisa dilakukan pada 2026 jika Detail Engineering Design (DED) dan pembebasan lahannya rampung pada 2025.

 

"Kalau DED dan pembebasan lahannya selesai tahun ini, maka DPR RI bisa menganggarkan pembangunannya melalui APBN 2026. Saat ini kita sedang dorong agar semuanya beres tepat waktu," pungkasnya.

 

Dalam rencana awal Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), flyover Taman Pelangi akan didanai melalui skema pinjaman sebesar Rp160 miliar yang akan dimasukkan dalam APBD 2026. Namun, rencana tersebut masih menunggu pembahasan di Badan Anggaran DPRD.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.