Jumat, 05 Jun 2026 21:22 WIB

Rencana Proyek RSUD Selatan Belum Matang, DPRD Dorong Anggaran untuk RSUD BDH

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 13 Apr 2025 13:08 WIB

Selalu.id – DPRD Surabaya menyoroti rencana pembangunan Rumah Sakit Surabaya Selatan dan membandingkannya dengan potensi pengembangan RSUD BDH.

Hal itu disampaikan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Kota Surabaya saat menggelar rapat evaluasi kinerja rumah sakit daerah khususnya manajemen RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) dan RSUD dr. Soewandhi, Jumat (11/4/2025) lalu. 

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Pansus Aning Rahmawati menilai kinerja RSUD BDH menunjukkan tren yang sangat positif, baik dari sisi pelayanan maupun keuangan. Dengan pendapatan sebesar Rp 174 miliar dan pengeluaran Rp 167 miliar, rumah sakit ini dinilai memiliki kestabilan finansial yang kuat. 

Rencana pengembangan fasilitas di lahan seluas 5.000 meter persegi dinilai layak didorong, apalagi telah dilengkapi dengan visibility study yang komprehensif.

“Berdasarkan kajian yang ada, investasi sebesar Rp 500 miliar diperkirakan akan kembali dalam jangka waktu lima tahun. Ini adalah proyek yang terukur dan memiliki potensi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebaliknya, Aning menilai bahwa rencana pembangunan Rumah Sakit Surabaya Selatan masih belum matang, baik dari sisi perencanaan teknis maupun legalitas lahan. 

Hingga saat ini, proyek tersebut masih bergantung pada pengesahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), yang dijadwalkan baru akan dilakukan pada 22 April 2025.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

“Dengan waktu yang tersedia di tahun anggaran ini, hampir tidak mungkin pembangunan fisik dapat segera dimulai. Oleh karena itu, pengalokasian anggaran sebesar Rp 305 miliar untuk proyek ini perlu dikaji ulang,” tegas Aning.

Ia menyarankan agar dana tersebut dialihkan untuk mempercepat penguatan RSUD BDH, yang dinilai lebih siap secara teknis dan administratif. Langkah ini diyakini akan memberikan dampak nyata dan terukur dalam waktu yang relatif lebih singkat.

Lebih lanjut, Aning juga menyoroti kondisi RS Surabaya Timur yang hingga kini masih berfungsi sebagai rumah sakit transit, serta RS Surabaya Utara yang dianggap lebih memungkinkan untuk dikembangkan dalam jangka pendek melalui renovasi fasilitas eksisting di kawasan Lapangan Tembak.

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

“Kami tidak ingin pembangunan rumah sakit menjadi beban fiskal tanpa kepastian manfaat. Jangan sampai kita mengulangi kesalahan dengan membangun fasilitas yang belum siap, baik dari sisi SDM maupun infrastruktur,” ujarnya.

Aning juga menekankan pentingnya dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bagi rumah sakit berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seperti RSUD BDH. Meskipun memiliki kinerja keuangan yang baik, rumah sakit tetap memerlukan pembaruan alat medis dan peningkatan layanan secara berkelanjutan.

“Permendagri masih memungkinkan pemberian dana APBD untuk BLUD. Maka, penting bagi Pemkot untuk tetap memberi perhatian agar pelayanan dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, bukan semata-mata berorientasi pada pendapatan,” jelasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Surabaya dipilih sebagai lokasi awal karena telah memiliki berbagai inisiatif pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.