Senin, 02 Feb 2026 12:15 WIB

Jalur Afirmasi SPMB Surabaya Diperluas, Peluang Anak Gamis Masuk SMPN Meningkat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 11 Apr 2025 09:14 WIB
Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh
Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya mulai bersiap menyambut pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP tahun ajaran 2025/2026.

 

Baca Juga: Peringati HGN, 2000 Guru di Surabaya Gelar Doa Lintas Agama

Tahun ini, Dinas Pendidikan (Dispendik) memberikan angin segar bagi keluarga kurang mampu. Kuota jalur afirmasi resmi ditambah dari 15 persen menjadi 20 persen.

 

Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, mengatakan kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pemkot untuk menciptakan akses pendidikan yang lebih adil dan merata.

 

"Kami ingin memastikan bahwa anak-anak dari keluarga miskin (gamis) dan pra-gamis memiliki kesempatan lebih luas untuk bersekolah di SMP negeri," ujar Yusuf, Jumat (11/4/2025).

 

SPMB tahun ini tetap menggunakan empat jalur utama: afirmasi, mutasi, prestasi, dan domisili. Namun, terdapat penyesuaian pada beberapa kuota:

 

Afirmasi: naik dari 15 persen menjadi 20 persen, untuk siswa dari keluarga miskin dan pra-miskin.

Mutasi: tetap 5 persen, untuk siswa yang orang tuanya pindah tugas antar wilayah.

Prestasi: meningkat dari 30 persen menjadi 35 persen, mencakup prestasi akademik dan non-akademik.

Domisili: tetap 40 persen, dibagi menjadi dua:

Domisili 1 (20 persen): siswa yang tinggal di sekitar sekolah.

Domisili 2 (20 persen): siswa yang tinggal di kelurahan tanpa SMP negeri dalam satu kecamatan.

Baca Juga: Dispendik Surabaya Cek Kantin SMPN 37 Usai Temuan Harga Jajanan Naik

 

 

 

Yusuf juga menyebutkan bahwa sistem zonasi tahun ini tidak lagi menggunakan jarak jalan, melainkan berdasarkan radius lurus (jari-jari) dari rumah siswa ke sekolah.

 

"Ini jauh lebih objektif. Kami telah bekerja sama dengan RT/RW, Dispendukcapil, dan Dinkominfo untuk memastikan akurasi datanya," jelasnya.

 

Agar pendaftaran berjalan lancar, Dispendik akan membuka masa uji coba (trial) bagi orang tua dan siswa. Yusuf juga mengingatkan bahwa setiap siswa hanya dapat mendaftar satu kali di satu jalur, namun masih bisa mencoba jalur lain jika gagal di pilihan pertama.

Baca Juga: Soal Bullying di Sekolah, Program Curhat Sebaya Bakal jadi Solusi Dispendik Surabaya

 

"Misalnya anak dari keluarga gamis gagal di jalur afirmasi, dia masih bisa mendaftar lewat jalur prestasi atau domisili," jelasnya.

 

Ia menambahkan, pihaknya juga sedang meninjau ulang jumlah rombongan belajar (rombel) di tiap SMP negeri, untuk menjaga kualitas pembelajaran dan menghindari ketimpangan dengan sekolah swasta.

 

"Kami ingin pendidikan berkualitas bisa dirasakan secara merata, tanpa membuat sekolah swasta kekurangan murid," tutup Yusuf.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

PDBI Jember Mulai Seleksi Atlet Drumband Jelang Porprov Jatim 2027

Seleksi atlet drum band tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, namun juga pada aspek kedisiplinan, mental bertanding, serta daya juang para atlet.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.