Senin, 02 Feb 2026 03:58 WIB

Data Ganda Bantuan MBR di Surabaya Terkuak setelah Dicocokan dengan Kemensos

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 18 Jan 2022 18:15 WIB
Pemutakhiran data MBR
Pemutakhiran data MBR

selalu.id - Data Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Surabaya berkurang. Ini setelah melewati pencocokan dengan data Kementerian sosial yang dianggap valid.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Anna Fajriatin mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan data MBR dan menemukan beberapa data ganda. Data tersebut kemudian dicocokkan dengan data dari Kemensos.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

"Kemarin ada data ganda, kami kemudian cocokan dengan data yang kami terima dari Kemensos sekitar 4.010 atau 4.030 jiwa yang memang kita verifikasi,"kata Anna, selasa (18/1/2022).

Anna memastikan, dari adanya data ganda tersebut, jumlah MBR di Surabaya mengalami penurunan. Sebelumnya, per 31 Desember 2021, sekitar 1,3 juta lebih, saat ini ada 1,2 juta lebih.

"Artinya, kemungkin ada penurunan dari 454 KK jadi 339,"jelasnya.

Namun, menurut Anna, hal itu bukan penurunan MBR-nya melainkan intervensi yang tepat sasaran yang harus dilakukan. Karena MBR menjadi tanggungjawab dari Pemerintah.

"Jadi semangatnya ini bukan serta-merta MBRnya diturunkan oleh Pemkot, tapi nanti akan kita lihat ketepatan intervensi," tegasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

Sebab itu, Dinsos akan terus melakukan update dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Karena MBR merupakan bagian data dari DTKS. Selain itu tranparasi dalam verifikasi yang dilakukan oleh RT/RW juga akan dilakukan.

"Data Ini kan kita kirimkan ke Kemensos untuk bantuan. Manakala tadi masih ada data yang sudah dicoret tapi masih ada namanya, ya tanggungjawab kami untuk memperjuangkan," jelasnya.

Lebih lanjut Anna menambahkan, jika ada warga yang tidak mampu tapi tidak masuk dalam data MBR. Maka bisa dilakukan pengusulan kepada RT/RW.

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

"Itu sebenarnya ada aplikasi e-pemutakhiran data. Mereka (RT/RW) boleh mengusulkan, memang yang dikasih pasword itu pak RT/RW," jelasnya.

Sementara itu, para penerima bantuan manfaat tersebut juga akan diukur berdasarkan kategori yang telah ditentukan. 

"Seperti usia 40 tahun kebawah, tidak diusulkan untuk menerima bansos (bantuan sosial), melainkan akan dilakukan pemberdayaan atau pelatihan,"jelasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.