Rabu, 22 Jul 2026 18:59 WIB

Data Ganda Bantuan MBR di Surabaya Terkuak setelah Dicocokan dengan Kemensos

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 18 Jan 2022 18:15 WIB
Pemutakhiran data MBR
Pemutakhiran data MBR

selalu.id - Data Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Surabaya berkurang. Ini setelah melewati pencocokan dengan data Kementerian sosial yang dianggap valid.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Anna Fajriatin mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan data MBR dan menemukan beberapa data ganda. Data tersebut kemudian dicocokkan dengan data dari Kemensos.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

"Kemarin ada data ganda, kami kemudian cocokan dengan data yang kami terima dari Kemensos sekitar 4.010 atau 4.030 jiwa yang memang kita verifikasi,"kata Anna, selasa (18/1/2022).

Anna memastikan, dari adanya data ganda tersebut, jumlah MBR di Surabaya mengalami penurunan. Sebelumnya, per 31 Desember 2021, sekitar 1,3 juta lebih, saat ini ada 1,2 juta lebih.

"Artinya, kemungkin ada penurunan dari 454 KK jadi 339,"jelasnya.

Namun, menurut Anna, hal itu bukan penurunan MBR-nya melainkan intervensi yang tepat sasaran yang harus dilakukan. Karena MBR menjadi tanggungjawab dari Pemerintah.

"Jadi semangatnya ini bukan serta-merta MBRnya diturunkan oleh Pemkot, tapi nanti akan kita lihat ketepatan intervensi," tegasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Sebab itu, Dinsos akan terus melakukan update dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Karena MBR merupakan bagian data dari DTKS. Selain itu tranparasi dalam verifikasi yang dilakukan oleh RT/RW juga akan dilakukan.

"Data Ini kan kita kirimkan ke Kemensos untuk bantuan. Manakala tadi masih ada data yang sudah dicoret tapi masih ada namanya, ya tanggungjawab kami untuk memperjuangkan," jelasnya.

Lebih lanjut Anna menambahkan, jika ada warga yang tidak mampu tapi tidak masuk dalam data MBR. Maka bisa dilakukan pengusulan kepada RT/RW.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

"Itu sebenarnya ada aplikasi e-pemutakhiran data. Mereka (RT/RW) boleh mengusulkan, memang yang dikasih pasword itu pak RT/RW," jelasnya.

Sementara itu, para penerima bantuan manfaat tersebut juga akan diukur berdasarkan kategori yang telah ditentukan. 

"Seperti usia 40 tahun kebawah, tidak diusulkan untuk menerima bansos (bantuan sosial), melainkan akan dilakukan pemberdayaan atau pelatihan,"jelasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.