Selasa, 03 Feb 2026 11:54 WIB

Antrean Warga Membludak, DPRD Surabaya Dorong Bangun Rusunami 20 Lantai

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 07 Mar 2025 11:18 WIB
Rusunami
Rusunami

selalu.id – Ribuan warga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Surabaya masih menunggu kesempatan untuk mendapatkan hunian yang layak.

Saat ini, antrean untuk rumah susun milik (Rusunami) telah mencapai 14 ribu keluarga, sementara pembangunan hunian baru belum mampu mengejar tingginya permintaan.

Melihat kondisi ini, Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Hunian Layak DPRD Surabaya mewacanakan pembangunan hunian vertikal lebih tinggi dari rencana awal lima lantai.

Ketua Pansus, Muhammad Saifuddin, menegaskan bahwa Pemkot Surabaya tidak akan lagi melanjutkan pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa). Selain biaya konstruksi yang besar, biaya operasional dan perawatannya juga dinilai terlalu tinggi.

“Jelas tidak mungkin membangun Rusunawa. Yang masuk akal adalah Rusunami dengan skema terbaik, dibangun oleh swasta dengan cicilan ringan,” ujar Saifuddin.

Menurutnya, Pemkot bisa menyediakan lahan, sementara pengembang swasta bertanggung jawab atas pembangunan hunian tersebut.

Dengan skema ini, kata dia, warga yang memenuhi kriteria tertentu bisa memiliki Rusunami tanpa uang muka dan dengan cicilan yang lebih terjangkau dalam jangka panjang.

Anggota Pansus dari Fraksi PSI, Rio Pattiselano, menyoroti antrean panjang warga yang masih menunggu hunian. Menurutnya, pembangunan rusun lima lantai tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.

“Jika hanya membangun lima lantai, antrean ini tidak akan teratasi dalam waktu dekat. Solusinya adalah membangun hunian lebih tinggi, misalnya 20 lantai, agar lebih banyak warga bisa segera mendapatkan tempat tinggal,” kata Rio.

Ia juga menekankan pentingnya efisiensi lahan di Surabaya, mengingat ketersediaan tanah semakin terbatas.

Namun, di sisi lain, kebijakan harga Rusunami masih menjadi perdebatan. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Lilik Arijanto, menilai harga Rp300 juta per unit tidak realistis bagi warga MBR.

“Memaksa MBR membeli hunian seharga Rp300 juta adalah kebijakan yang tidak masuk akal. Ini mencerminkan kegagalan pemerintah dalam menyediakan hunian layak,” tegasnya.

Menurut Lilik, pembangunan Rusunami seharusnya tidak hanya berfokus pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga harus membantu warga meningkatkan taraf ekonomi mereka.

“Banyak warga yang sudah puluhan tahun tinggal di Rusunawa tanpa ada perubahan ekonomi signifikan. Pemerintah harus hadir dengan solusi nyata, misalnya dengan membuka lapangan pekerjaan bagi mereka, agar memiliki daya beli untuk beralih ke hunian yang lebih permanen,” jelasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Tolak Aturan Rusunami Wajib Gaji Rp10 Juta

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.