Kamis, 04 Jun 2026 15:53 WIB

DPRD Surabaya Tolak Aturan Rusunami Wajib Gaji Rp10 Juta

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 19 Sep 2025 15:22 WIB
Ketua Pansus Hunian Layak Huni DPRD Surabaya, Muhammad Saifuddin
Ketua Pansus Hunian Layak Huni DPRD Surabaya, Muhammad Saifuddin

selalu.id – DPRD Surabaya menyoroti surat edaran Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) yang mengatur persyaratan calon penghuni Rumah Susun Milik (Rusunami). Aturan yang mewajibkan penghasilan minimal Rp8 juta untuk lajang dan Rp10 juta bagi yang sudah berkeluarga dinilai tidak masuk akal.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Siapkan Rusunami untuk Gen Z Baru Nikah, Harganya Mulai Rp100 Juta

Ketua Pansus Hunian Layak Huni DPRD Surabaya, Muhammad Saifuddin, menyebut kebijakan tersebut justru membebani masyarakat. Ia menilai aturan itu tidak sejalan dengan kondisi UMR Surabaya yang hanya sekitar Rp4 juta.

 

“Logikanya dari mana? UMR saja Rp4 juta, tapi warga diminta bergaji dua kali lipat untuk bisa menghuni Rusunami. Pemerintah ini mau membantu rakyat atau mencekik rakyat?” kata Saifuddin, Jumat (19/9/2025).

 

Saifuddin yang juga anggota Komisi A menyesalkan Pansus DPRD tidak dilibatkan sebelum surat edaran diterbitkan. Padahal, raperda tentang Hunian Layak masih dalam pembahasan dan baru rampung sekitar 80 persen.

 

Baca Juga: DPRD Nilai Becak Listrik Presiden Prabowo Bantu Ekonomi Lansia Surabaya

Selain soal syarat penghasilan, ia juga menyoroti cicilan Rusunami sebesar Rp2,1 juta per bulan. Menurutnya, DPRD mendorong agar cicilan maksimal Rp1,4 juta bahkan Rp1,1 juta dengan tenor 15–25 tahun.

 

“Surat edaran ini terburu-buru, tidak holistik. Padahal tujuan raperda ini untuk menghadirkan hunian layak bagi warga kurang mampu, bukan malah membebani mereka,” ujar politisi Demokrat itu.

 

Baca Juga: Siapkan Lahan, 2026 Pemkot Surabaya Akan Ajukan Rusun ke Kementerian PKP

Pekan depan, DPRD Surabaya berencana memanggil pejabat DPRKPP yang menandatangani surat edaran, Hindrayana, untuk dimintai klarifikasi.

 

“Saya menerima hampir 500 pesan dari warga yang keberatan. Mereka ingin rumah layak, tapi syaratnya bikin pesimis. Ini harus segera diluruskan,” pungkas Saifuddin.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.