Jumat, 25 Sep 2026 22:34 WIB

DPRD Surabaya Tolak Aturan Rusunami Wajib Gaji Rp10 Juta

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 19 Sep 2025 15:22 WIB
Ketua Pansus Hunian Layak Huni DPRD Surabaya, Muhammad Saifuddin
Ketua Pansus Hunian Layak Huni DPRD Surabaya, Muhammad Saifuddin

selalu.id – DPRD Surabaya menyoroti surat edaran Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) yang mengatur persyaratan calon penghuni Rumah Susun Milik (Rusunami). Aturan yang mewajibkan penghasilan minimal Rp8 juta untuk lajang dan Rp10 juta bagi yang sudah berkeluarga dinilai tidak masuk akal.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Siapkan Rusunami untuk Gen Z Baru Nikah, Harganya Mulai Rp100 Juta

Ketua Pansus Hunian Layak Huni DPRD Surabaya, Muhammad Saifuddin, menyebut kebijakan tersebut justru membebani masyarakat. Ia menilai aturan itu tidak sejalan dengan kondisi UMR Surabaya yang hanya sekitar Rp4 juta.

 

“Logikanya dari mana? UMR saja Rp4 juta, tapi warga diminta bergaji dua kali lipat untuk bisa menghuni Rusunami. Pemerintah ini mau membantu rakyat atau mencekik rakyat?” kata Saifuddin, Jumat (19/9/2025).

 

Saifuddin yang juga anggota Komisi A menyesalkan Pansus DPRD tidak dilibatkan sebelum surat edaran diterbitkan. Padahal, raperda tentang Hunian Layak masih dalam pembahasan dan baru rampung sekitar 80 persen.

 

Baca Juga: DPRD Nilai Becak Listrik Presiden Prabowo Bantu Ekonomi Lansia Surabaya

Selain soal syarat penghasilan, ia juga menyoroti cicilan Rusunami sebesar Rp2,1 juta per bulan. Menurutnya, DPRD mendorong agar cicilan maksimal Rp1,4 juta bahkan Rp1,1 juta dengan tenor 15–25 tahun.

 

“Surat edaran ini terburu-buru, tidak holistik. Padahal tujuan raperda ini untuk menghadirkan hunian layak bagi warga kurang mampu, bukan malah membebani mereka,” ujar politisi Demokrat itu.

 

Baca Juga: Siapkan Lahan, 2026 Pemkot Surabaya Akan Ajukan Rusun ke Kementerian PKP

Pekan depan, DPRD Surabaya berencana memanggil pejabat DPRKPP yang menandatangani surat edaran, Hindrayana, untuk dimintai klarifikasi.

 

“Saya menerima hampir 500 pesan dari warga yang keberatan. Mereka ingin rumah layak, tapi syaratnya bikin pesimis. Ini harus segera diluruskan,” pungkas Saifuddin.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.

Ketika Energi Bersih Menentukan Masa Depan Industri Indonesia

Dalam pidato pembukaan General Debate pada 22 September, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebut dunia sedang menghadapi empat tests of power.