Senin, 07 Sep 2026 03:11 WIB

Lahan Makam di TPU Keputih Terus Menyempit, Hanya Tersisa 32 Ribu Unit

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 04 Mar 2025 18:22 WIB
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih Surabaya
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih Surabaya

selalu.id - Lahan makam di Surabaya semakin hari semakin menipis. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota Surabaya.

Diketahui Beberapa Tempat Pemakaman Umum (TPU) bahkan sudah tertutup untuk umum dan hanya boleh menggunakan sistem menumpuk untuk keluarga saja.

Baca Juga: Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Bagi warga Surabaya yang tempat tinggalnya tidak memiliki pemakaman wilayah, diarahkan untuk ke pemakaman umum. Sementara itu pemakaman umum di Surabaya diketahui sudah penuh bahkan beberapa diantaranya sudah ditutup. Satu-satunya pemakaman umum yang masih bebas menerima tanpa syarat keluarga adalah TPU Keputih. Namun saat ini lahan di TPU Keputih juga semakin menipis, tercatat hanya tersisa 32 ribu unit saja.

Menyikapi hal ini, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, mengungkapkan bahwa Pemkot tengah mengkaji opsi perluasan serta optimalisasi lahan pemakaman di Keputih. Dari total luas 35 hektare, masih terdapat area yang berpotensi digunakan, terutama di sisi timur yang merupakan lahan milik Pemkot.

Namun, rencana perluasan ini menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah keberadaan rumah warga yang masih menempati lahan tersebut. Oleh karena itu, Pemkot perlu melakukan komunikasi dengan warga untuk mencari solusi terkait relokasi.

“Kami melihat ada beberapa potensi lahan yang bisa dimanfaatkan di sisi timur. Namun, di sana ada rumah warga yang perlu ditata ulang. Enam bulan lalu kami sudah turun ke lokasi, karena ada konflik tanah antara Pemkot, warga, dan salah satu perusahaan. Lahan tersebut cukup luas, sebagian masih berupa rawa, dan bisa dimanfaatkan untuk pemakaman,” kata Eri, kepada Selalu.id, Selasa (4/3/2025).

Selain memperluas Makam Keputih, Pemkot juga tengah mempertimbangkan pembukaan lahan pemakaman baru di Waru Gunung dan Sumberrejo.

Di Sumberrejo, Pemkot telah menguasai 40 hektare dari total 44 hektare yang direncanakan. Namun, masih ada 4 hektare yang perlu dibebaskan agar lahan tersebut bisa digunakan sepenuhnya.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

“Misalnya, dari 40 hektare yang dimiliki Pemkot, ada bagian tengah yang masih milik warga. Ini yang harus dibebaskan agar bisa dimanfaatkan dengan optimal,” jelas Eri.

Sementara itu, di Waru Gunung, Pemkot baru membebaskan 10 hektare dari total 80 hektare yang ditargetkan. Proses pembebasan lahan di kedua lokasi ini masih dalam tahap kajian dan pemetaan.

Kepala UPTD Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Khoirun Nisa, menjelaskan bahwa saat ini bukan hanya perluasan yang dilakukan, tetapi juga efisiensi lahan yang sudah ada di Makam Keputih.

“Kami fokus pada efektivitas lahan. Beberapa area masih tertutup rumput dan belum optimal digunakan. Kami akan membersihkannya agar bisa dimanfaatkan lebih maksimal,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Selain itu, Pemkot juga mengusulkan pembebasan lahan di area tengah antara Makam Lama dan Makam Baru.

“Kami telah mengajukan sekitar 3.000 meter persegi ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BRKPP) untuk menghubungkan dua area tersebut. Namun, proses ini masih dalam antrean prioritas,” tambahnya.

Diketahui, Pemkot Surabaya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp13 miliar pada tahun ini. Dana tersebut digunakan untuk operasional 13 makam yang ada serta satu krematorium, termasuk biaya pemeliharaan, gaji petugas, dan kebutuhan lainnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.