Jumat, 05 Jun 2026 20:44 WIB

Pengemis Musiman Jelang Ramadan, DPRD Surabaya Minta Dinsos dan Satpol PP Jemput Bola

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 27 Feb 2025 19:33 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir,
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir,

selalu.id - Fenomena maraknya pengemis yang muncul di sekitar makam saat ziarah, terutama menjelang ramadan dan hari-hari besar keagamaan, mendapat sorotan tersendiri.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir, menegaskan bahwa masalah ini harus segera ditangani oleh Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Satpol PP sebelum semakin mengganggu masyarakat.

 

Menurut Akmarawita, munculnya pengemis di momen-momen tertentu bukanlah hal baru. Fenomena ini selalu berulang setiap tahun dan seharusnya bisa diantisipasi sejak dini.

 

“Ini siklus yang berulang. Jangan sampai pemerintah hanya menunggu dan baru bertindak setelah para pengemis memenuhi area makam. Akibatnya, masyarakat yang sedang berziarah jadi terganggu,” ujarnya kepada Selalu.id, Selasa (27/2/2025).

 

Ia menambahkan bahwa Dinas Sosial sebenarnya sudah memiliki program pembinaan bagi pengemis. Selain itu, aturan yang melarang aktivitas mengemis di jalan dan tempat umum sudah jelas, termasuk sanksi bagi pemberi uang. 

 

Namun, dalam praktiknya, regulasi ini belum berjalan efektif.

 

“Bahkan ada yang menjadikan ini sebagai profesi. Oleh karena itu, Dinsos harus lebih aktif, jangan pasif menunggu laporan. Harus jemput bola, identifikasi lokasi-lokasi yang sering menjadi titik kumpul pengemis, dan lakukan pencegahan sebelum mereka memenuhi area makam,” tegasnya.

 

Lebih lanjut Akmarawita juga menyinggung peran masyarakat dalam menekan maraknya pengemis. Menurutnya, selama masih ada orang yang memberi, maka pengemis akan terus bermunculan.

 

“Harusnya ada sosialisasi lebih luas soal aturan yang melarang memberi uang kepada pengemis. Masalahnya, selama ini sanksi bagi pemberi tidak berjalan. Budaya kita memang cenderung dermawan, kalau memberi ya sudah, dianggap sedekah. Tapi ini perlu diatur dengan lebih baik,” jelasnya.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

 

Ia menekankan bahwa beramal atau bersedekah sebaiknya dilakukan di tempat yang sesuai, seperti lembaga sosial resmi atau badan zakat.

 

“Kita tidak bisa melarang orang bersedekah, tapi harus ada edukasi bahwa ada tempatnya. Kalau terus dibiarkan, pengemis akan semakin banyak dan sulit ditertibkan,” katanya.

 

Untuk itu, ia berharap Satpol PP dan Dinsos tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga lebih aktif mengedukasi masyarakat agar kesadaran kolektif bisa terbentuk. 

 

Sementara itu, Kepala Makam Ngagel Rejo, Rudi Hartono menyebut menyebut para pedagang kaki lima dan pengemis juga membanjiri area makam. 

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

 

Rudi mengaku sudah berulang kali memberikan imbauan agar mereka tidak mengganggu kenyamanan peziarah, namun hal ini tetap sulit dikendalikan.

 

“Kami sudah kasih imbauan, Satpol PP juga sering razia, tapi begitu petugas pergi, mereka datang lagi. Alasannya setahun sekali cari makan,” kata Rudi.

 

Menurutnya, fenomena ini selalu terjadi setiap tahun menjelang Ramadan dan Lebaran. Ia bahkan mengaku sempat bersitegang dengan beberapa pengemis dan pedagang yang tetap bersikeras berjualan atau meminta-minta.

 

“Kami sudah coba menertibkan, tapi ya repot juga. Kadang kalau terlalu keras, warga malah nggak terima, saya sampai betengkar,” ungkapnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Surabaya dipilih sebagai lokasi awal karena telah memiliki berbagai inisiatif pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.