Jumat, 04 Sep 2026 15:40 WIB

Pengemis Musiman Jelang Ramadan, DPRD Surabaya Minta Dinsos dan Satpol PP Jemput Bola

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 27 Feb 2025 19:33 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir,
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir,

selalu.id - Fenomena maraknya pengemis yang muncul di sekitar makam saat ziarah, terutama menjelang ramadan dan hari-hari besar keagamaan, mendapat sorotan tersendiri.

 

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir, menegaskan bahwa masalah ini harus segera ditangani oleh Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Satpol PP sebelum semakin mengganggu masyarakat.

 

Menurut Akmarawita, munculnya pengemis di momen-momen tertentu bukanlah hal baru. Fenomena ini selalu berulang setiap tahun dan seharusnya bisa diantisipasi sejak dini.

 

“Ini siklus yang berulang. Jangan sampai pemerintah hanya menunggu dan baru bertindak setelah para pengemis memenuhi area makam. Akibatnya, masyarakat yang sedang berziarah jadi terganggu,” ujarnya kepada Selalu.id, Selasa (27/2/2025).

 

Ia menambahkan bahwa Dinas Sosial sebenarnya sudah memiliki program pembinaan bagi pengemis. Selain itu, aturan yang melarang aktivitas mengemis di jalan dan tempat umum sudah jelas, termasuk sanksi bagi pemberi uang. 

 

Namun, dalam praktiknya, regulasi ini belum berjalan efektif.

 

“Bahkan ada yang menjadikan ini sebagai profesi. Oleh karena itu, Dinsos harus lebih aktif, jangan pasif menunggu laporan. Harus jemput bola, identifikasi lokasi-lokasi yang sering menjadi titik kumpul pengemis, dan lakukan pencegahan sebelum mereka memenuhi area makam,” tegasnya.

 

Lebih lanjut Akmarawita juga menyinggung peran masyarakat dalam menekan maraknya pengemis. Menurutnya, selama masih ada orang yang memberi, maka pengemis akan terus bermunculan.

 

“Harusnya ada sosialisasi lebih luas soal aturan yang melarang memberi uang kepada pengemis. Masalahnya, selama ini sanksi bagi pemberi tidak berjalan. Budaya kita memang cenderung dermawan, kalau memberi ya sudah, dianggap sedekah. Tapi ini perlu diatur dengan lebih baik,” jelasnya.

Baca Juga: Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

 

Ia menekankan bahwa beramal atau bersedekah sebaiknya dilakukan di tempat yang sesuai, seperti lembaga sosial resmi atau badan zakat.

 

“Kita tidak bisa melarang orang bersedekah, tapi harus ada edukasi bahwa ada tempatnya. Kalau terus dibiarkan, pengemis akan semakin banyak dan sulit ditertibkan,” katanya.

 

Untuk itu, ia berharap Satpol PP dan Dinsos tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga lebih aktif mengedukasi masyarakat agar kesadaran kolektif bisa terbentuk. 

 

Sementara itu, Kepala Makam Ngagel Rejo, Rudi Hartono menyebut menyebut para pedagang kaki lima dan pengemis juga membanjiri area makam. 

Baca Juga: Atasi Kebocoran PAD, DPRD Surabaya Gagas Retribusi Parkir Dihapus dan Digabung Pajak Kendaraan

 

Rudi mengaku sudah berulang kali memberikan imbauan agar mereka tidak mengganggu kenyamanan peziarah, namun hal ini tetap sulit dikendalikan.

 

“Kami sudah kasih imbauan, Satpol PP juga sering razia, tapi begitu petugas pergi, mereka datang lagi. Alasannya setahun sekali cari makan,” kata Rudi.

 

Menurutnya, fenomena ini selalu terjadi setiap tahun menjelang Ramadan dan Lebaran. Ia bahkan mengaku sempat bersitegang dengan beberapa pengemis dan pedagang yang tetap bersikeras berjualan atau meminta-minta.

 

“Kami sudah coba menertibkan, tapi ya repot juga. Kadang kalau terlalu keras, warga malah nggak terima, saya sampai betengkar,” ungkapnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.