Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

Pengemis Musiman Jelang Ramadan, DPRD Surabaya Minta Dinsos dan Satpol PP Jemput Bola

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 27 Feb 2025 19:33 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir,
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir,

selalu.id - Fenomena maraknya pengemis yang muncul di sekitar makam saat ziarah, terutama menjelang ramadan dan hari-hari besar keagamaan, mendapat sorotan tersendiri.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir, menegaskan bahwa masalah ini harus segera ditangani oleh Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Satpol PP sebelum semakin mengganggu masyarakat.

 

Menurut Akmarawita, munculnya pengemis di momen-momen tertentu bukanlah hal baru. Fenomena ini selalu berulang setiap tahun dan seharusnya bisa diantisipasi sejak dini.

 

“Ini siklus yang berulang. Jangan sampai pemerintah hanya menunggu dan baru bertindak setelah para pengemis memenuhi area makam. Akibatnya, masyarakat yang sedang berziarah jadi terganggu,” ujarnya kepada Selalu.id, Selasa (27/2/2025).

 

Ia menambahkan bahwa Dinas Sosial sebenarnya sudah memiliki program pembinaan bagi pengemis. Selain itu, aturan yang melarang aktivitas mengemis di jalan dan tempat umum sudah jelas, termasuk sanksi bagi pemberi uang. 

 

Namun, dalam praktiknya, regulasi ini belum berjalan efektif.

 

“Bahkan ada yang menjadikan ini sebagai profesi. Oleh karena itu, Dinsos harus lebih aktif, jangan pasif menunggu laporan. Harus jemput bola, identifikasi lokasi-lokasi yang sering menjadi titik kumpul pengemis, dan lakukan pencegahan sebelum mereka memenuhi area makam,” tegasnya.

 

Lebih lanjut Akmarawita juga menyinggung peran masyarakat dalam menekan maraknya pengemis. Menurutnya, selama masih ada orang yang memberi, maka pengemis akan terus bermunculan.

 

“Harusnya ada sosialisasi lebih luas soal aturan yang melarang memberi uang kepada pengemis. Masalahnya, selama ini sanksi bagi pemberi tidak berjalan. Budaya kita memang cenderung dermawan, kalau memberi ya sudah, dianggap sedekah. Tapi ini perlu diatur dengan lebih baik,” jelasnya.

Baca Juga: Menanti Pembenahan Akses dan Lahan Parkir di Wisata Hutan Kota Pakal Surabaya

 

Ia menekankan bahwa beramal atau bersedekah sebaiknya dilakukan di tempat yang sesuai, seperti lembaga sosial resmi atau badan zakat.

 

“Kita tidak bisa melarang orang bersedekah, tapi harus ada edukasi bahwa ada tempatnya. Kalau terus dibiarkan, pengemis akan semakin banyak dan sulit ditertibkan,” katanya.

 

Untuk itu, ia berharap Satpol PP dan Dinsos tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga lebih aktif mengedukasi masyarakat agar kesadaran kolektif bisa terbentuk. 

 

Sementara itu, Kepala Makam Ngagel Rejo, Rudi Hartono menyebut menyebut para pedagang kaki lima dan pengemis juga membanjiri area makam. 

Baca Juga: Revitalisasi Pasar Surabaya: Menjaga Urat Nadi UMKM, Bukan Sekadar Percantik Bangunan

 

Rudi mengaku sudah berulang kali memberikan imbauan agar mereka tidak mengganggu kenyamanan peziarah, namun hal ini tetap sulit dikendalikan.

 

“Kami sudah kasih imbauan, Satpol PP juga sering razia, tapi begitu petugas pergi, mereka datang lagi. Alasannya setahun sekali cari makan,” kata Rudi.

 

Menurutnya, fenomena ini selalu terjadi setiap tahun menjelang Ramadan dan Lebaran. Ia bahkan mengaku sempat bersitegang dengan beberapa pengemis dan pedagang yang tetap bersikeras berjualan atau meminta-minta.

 

“Kami sudah coba menertibkan, tapi ya repot juga. Kadang kalau terlalu keras, warga malah nggak terima, saya sampai betengkar,” ungkapnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.