Senin, 02 Feb 2026 09:58 WIB

Pengemis Musiman Jelang Ramadan, DPRD Surabaya Minta Dinsos dan Satpol PP Jemput Bola

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 27 Feb 2025 19:33 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir,
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir,

selalu.id - Fenomena maraknya pengemis yang muncul di sekitar makam saat ziarah, terutama menjelang ramadan dan hari-hari besar keagamaan, mendapat sorotan tersendiri.

 

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir, menegaskan bahwa masalah ini harus segera ditangani oleh Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Satpol PP sebelum semakin mengganggu masyarakat.

 

Menurut Akmarawita, munculnya pengemis di momen-momen tertentu bukanlah hal baru. Fenomena ini selalu berulang setiap tahun dan seharusnya bisa diantisipasi sejak dini.

 

“Ini siklus yang berulang. Jangan sampai pemerintah hanya menunggu dan baru bertindak setelah para pengemis memenuhi area makam. Akibatnya, masyarakat yang sedang berziarah jadi terganggu,” ujarnya kepada Selalu.id, Selasa (27/2/2025).

 

Ia menambahkan bahwa Dinas Sosial sebenarnya sudah memiliki program pembinaan bagi pengemis. Selain itu, aturan yang melarang aktivitas mengemis di jalan dan tempat umum sudah jelas, termasuk sanksi bagi pemberi uang. 

 

Namun, dalam praktiknya, regulasi ini belum berjalan efektif.

 

“Bahkan ada yang menjadikan ini sebagai profesi. Oleh karena itu, Dinsos harus lebih aktif, jangan pasif menunggu laporan. Harus jemput bola, identifikasi lokasi-lokasi yang sering menjadi titik kumpul pengemis, dan lakukan pencegahan sebelum mereka memenuhi area makam,” tegasnya.

 

Lebih lanjut Akmarawita juga menyinggung peran masyarakat dalam menekan maraknya pengemis. Menurutnya, selama masih ada orang yang memberi, maka pengemis akan terus bermunculan.

 

“Harusnya ada sosialisasi lebih luas soal aturan yang melarang memberi uang kepada pengemis. Masalahnya, selama ini sanksi bagi pemberi tidak berjalan. Budaya kita memang cenderung dermawan, kalau memberi ya sudah, dianggap sedekah. Tapi ini perlu diatur dengan lebih baik,” jelasnya.

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

 

Ia menekankan bahwa beramal atau bersedekah sebaiknya dilakukan di tempat yang sesuai, seperti lembaga sosial resmi atau badan zakat.

 

“Kita tidak bisa melarang orang bersedekah, tapi harus ada edukasi bahwa ada tempatnya. Kalau terus dibiarkan, pengemis akan semakin banyak dan sulit ditertibkan,” katanya.

 

Untuk itu, ia berharap Satpol PP dan Dinsos tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga lebih aktif mengedukasi masyarakat agar kesadaran kolektif bisa terbentuk. 

 

Sementara itu, Kepala Makam Ngagel Rejo, Rudi Hartono menyebut menyebut para pedagang kaki lima dan pengemis juga membanjiri area makam. 

Baca Juga: Kasus Bimtek DPRD Surabaya Kembali Dibuka, Begini Tanggapan Sekwan

 

Rudi mengaku sudah berulang kali memberikan imbauan agar mereka tidak mengganggu kenyamanan peziarah, namun hal ini tetap sulit dikendalikan.

 

“Kami sudah kasih imbauan, Satpol PP juga sering razia, tapi begitu petugas pergi, mereka datang lagi. Alasannya setahun sekali cari makan,” kata Rudi.

 

Menurutnya, fenomena ini selalu terjadi setiap tahun menjelang Ramadan dan Lebaran. Ia bahkan mengaku sempat bersitegang dengan beberapa pengemis dan pedagang yang tetap bersikeras berjualan atau meminta-minta.

 

“Kami sudah coba menertibkan, tapi ya repot juga. Kadang kalau terlalu keras, warga malah nggak terima, saya sampai betengkar,” ungkapnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.