Jumat, 25 Sep 2026 22:36 WIB

DPRD Surabaya Sebut Renovasi RS Utara Bekas Covid-19 Lebih Realistis Ketimbang Bangun RS Selatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 27 Feb 2025 10:05 WIB
RS bekas Covid-19
RS bekas Covid-19

selalu.id – DPRD Surabaya menilai renovasi Rumah Sakit Lapangan Tembak, Kedung Cowek bekas rumah sakit darurat Covid-19 lebih realistis dibandingkan membangun rumah sakit baru di Karangpilang yang direncanakan mulai 2025.

 

Baca Juga: ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmati, mengingatkan bahwa proyek RS Surabaya Selatan berisiko tidak selesai tepat waktu akibat berbagai kendala, termasuk keterbatasan waktu dan efisiensi anggaran.

 

Menurutnya, anggaran Rp300 miliar untuk proyek ini memang sudah diketok sejak 2024, tetapi hingga kini masih terganjal regulasi. Salah satu hambatan utama adalah belum diundangkannya Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) yang menjadi dasar hukum penggunaan lahan di lokasi tersebut.

 

“Kalau persetujuan bersama dilakukan Februari, maka maksimal April atau Mei Perda RTRW sudah harus diundangkan. Jika tidak, proyek ini tidak bisa berjalan karena secara aturan lokasinya belum sah,” ujar Aning, kepada selalu.id, Rabu (27/2/2025).

 

Selain hambatan regulasi, Aning juga menyoroti panjangnya proses pembangunan rumah sakit baru. Dari tahap lelang perencanaan, pengawasan, hingga konstruksi, semuanya membutuhkan waktu. Dengan target penyelesaian pada 2025, ia ragu proyek ini bisa rampung dalam satu tahun.

 

“Kalau tidak nututi (tidak cukup waktu), anggaran yang sudah dialokasikan bisa terbuang sia-sia. Padahal, dana tersebut bisa dialihkan untuk program lain yang lebih prioritas,” katanya.

 

Baca Juga: Pungli Rekrutmen Pemkot Surabaya: Jangan Cuma Tangkap Kroco, Seret Penikmat Aliran Dananya!

Tantangan lain yang harus dihadapi Pemkot adalah efisiensi anggaran. Pada 2025, Pemkot Surabaya harus melakukan penyesuaian anggaran sebesar Rp900 miliar. Tak hanya itu, beberapa program yang tidak terealisasi di 2024, termasuk proyek senilai Rp1,3 triliun, akan dibebankan ke tahun berikutnya, yang berarti anggaran 2025 semakin terbebani.

 

“Pemkot harus sangat hati-hati dalam mengatur cash flow. Jangan sampai proyek ini malah mengorbankan program lain yang lebih mendesak,” tegas Aning.

 

Sebagai solusi, Aning mengusulkan agar Pemkot mempertimbangkan renovasi Rumah Sakit Lapangan Tembak di Kedung Cowek, yang sebelumnya digunakan sebagai rumah sakit darurat Covid-19. Menurutnya, langkah ini jauh lebih realistis karena hanya memerlukan renovasi, sehingga lebih cepat dan efisien dibandingkan membangun rumah sakit dari nol.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Telusuri Riwayat Tanah di Karangpoh, BPN Mangkir RDP

“Kalau memang waktu tidak memungkinkan, lebih baik mempermak RS Surabaya Utara. Tinggal renovasi, selesai lebih cepat, dan bisa segera dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

 

Ia juga menekankan bahwa tahun 2025 merupakan awal periode kedua Eri Cahyadi sebagai Wali Kota Surabaya. Oleh karena itu, penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) harus tetap selaras dengan target sebelumnya agar pembangunan kota tetap berjalan sesuai rencana.

 

“Jangan sampai proyek besar ini malah menghambat program prioritas lainnya. Pemkot harus benar-benar cermat dalam mengatur keuangan agar pembangunan berjalan efektif dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.

Ketika Energi Bersih Menentukan Masa Depan Industri Indonesia

Dalam pidato pembukaan General Debate pada 22 September, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebut dunia sedang menghadapi empat tests of power.

Tim Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla di Lereng Terjal Gunung Limas Ponorogo

Kebakaran yang dilaporkan warga itu menghanguskan sekitar 2 hektare lahan.