Rabu, 22 Jul 2026 19:46 WIB

DPRD Surabaya Sebut Renovasi RS Utara Bekas Covid-19 Lebih Realistis Ketimbang Bangun RS Selatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 27 Feb 2025 10:05 WIB
RS bekas Covid-19
RS bekas Covid-19

selalu.id – DPRD Surabaya menilai renovasi Rumah Sakit Lapangan Tembak, Kedung Cowek bekas rumah sakit darurat Covid-19 lebih realistis dibandingkan membangun rumah sakit baru di Karangpilang yang direncanakan mulai 2025.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmati, mengingatkan bahwa proyek RS Surabaya Selatan berisiko tidak selesai tepat waktu akibat berbagai kendala, termasuk keterbatasan waktu dan efisiensi anggaran.

 

Menurutnya, anggaran Rp300 miliar untuk proyek ini memang sudah diketok sejak 2024, tetapi hingga kini masih terganjal regulasi. Salah satu hambatan utama adalah belum diundangkannya Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) yang menjadi dasar hukum penggunaan lahan di lokasi tersebut.

 

“Kalau persetujuan bersama dilakukan Februari, maka maksimal April atau Mei Perda RTRW sudah harus diundangkan. Jika tidak, proyek ini tidak bisa berjalan karena secara aturan lokasinya belum sah,” ujar Aning, kepada selalu.id, Rabu (27/2/2025).

 

Selain hambatan regulasi, Aning juga menyoroti panjangnya proses pembangunan rumah sakit baru. Dari tahap lelang perencanaan, pengawasan, hingga konstruksi, semuanya membutuhkan waktu. Dengan target penyelesaian pada 2025, ia ragu proyek ini bisa rampung dalam satu tahun.

 

“Kalau tidak nututi (tidak cukup waktu), anggaran yang sudah dialokasikan bisa terbuang sia-sia. Padahal, dana tersebut bisa dialihkan untuk program lain yang lebih prioritas,” katanya.

 

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Tantangan lain yang harus dihadapi Pemkot adalah efisiensi anggaran. Pada 2025, Pemkot Surabaya harus melakukan penyesuaian anggaran sebesar Rp900 miliar. Tak hanya itu, beberapa program yang tidak terealisasi di 2024, termasuk proyek senilai Rp1,3 triliun, akan dibebankan ke tahun berikutnya, yang berarti anggaran 2025 semakin terbebani.

 

“Pemkot harus sangat hati-hati dalam mengatur cash flow. Jangan sampai proyek ini malah mengorbankan program lain yang lebih mendesak,” tegas Aning.

 

Sebagai solusi, Aning mengusulkan agar Pemkot mempertimbangkan renovasi Rumah Sakit Lapangan Tembak di Kedung Cowek, yang sebelumnya digunakan sebagai rumah sakit darurat Covid-19. Menurutnya, langkah ini jauh lebih realistis karena hanya memerlukan renovasi, sehingga lebih cepat dan efisien dibandingkan membangun rumah sakit dari nol.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

“Kalau memang waktu tidak memungkinkan, lebih baik mempermak RS Surabaya Utara. Tinggal renovasi, selesai lebih cepat, dan bisa segera dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

 

Ia juga menekankan bahwa tahun 2025 merupakan awal periode kedua Eri Cahyadi sebagai Wali Kota Surabaya. Oleh karena itu, penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) harus tetap selaras dengan target sebelumnya agar pembangunan kota tetap berjalan sesuai rencana.

 

“Jangan sampai proyek besar ini malah menghambat program prioritas lainnya. Pemkot harus benar-benar cermat dalam mengatur keuangan agar pembangunan berjalan efektif dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.