Kamis, 24 Sep 2026 21:18 WIB

Cari Utang untuk Bangun RS Selatan, Pemkot Surabaya Punya Alternatif Dana Pakai APBD

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 24 Feb 2025 16:24 WIB
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengupayakan percepatan pembangunan infrastruktur prioritas, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Surabaya Selatan yang rencananya dibangun tahun 2025 ini.

 

Baca Juga: Pungli Rekrutmen Pemkot Surabaya: Jangan Cuma Tangkap Kroco, Seret Penikmat Aliran Dananya!

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkot tengah mencari alternatif pendanaan, salah satunya melalui skema pinjaman daerah.

 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, mengatakan bahwa saat ini pihaknya berkoordinasi dengan tiga kementerian, yaitu Kementerian Keuangan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Kementerian Dalam Negeri.

 

“Kami harapkan semua proses ini dapat rampung tepat waktu, sehingga saat pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) pada Juni hingga Agustus, kami bisa mengajukan alternatif pembiayaan guna mempercepat proyek-proyek prioritas, termasuk RSUD Surabaya Selatan,” ujar Irvan, kepada Selalu.id, Senin (24/2/2025).

 

Dalam mencari pendanaan, kata dia, Pemkot Surabaya mempertimbangkan pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) serta enam bank umum besar yang telah diajak berdiskusi. 

 

Ia pun mengungkapkan bahwa pemkot memilih opsi pembiayaan dengan bunga terendah agar tidak membebani anggaran daerah.

 

“Kami sudah mengundang enam bank besar serta SMI untuk berdiskusi soal pembiayaan ini. Prinsipnya, kami akan memilih opsi dengan bunga terendah,” tambah Irvan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Telusuri Riwayat Tanah di Karangpoh, BPN Mangkir RDP

 

Pemkot berencana melakukan pencairan dana bertahap, dengan perkiraan alokasi anggaran Rp 400 miliar hingga Rp 900 miliar pada tahun ini. Namun, sebagian besar pembiayaan proyek baru akan terealisasi pada 2026, mengingat waktu pengerjaan yang terbatas di akhir 2025.

 

Irvan memastikan bahwa proyek RSUD Surabaya Selatan telah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya. 

 

Jika percepatan operasional rumah sakit diperlukan, lanjutnya, maka Pemkot bisa memanfaatkan APBD atau mengajukan alternatif pembiayaan lainnya.

Baca Juga: Kisah Tifa, Siswi SMKN 5 Surabaya Tak Mampu Beli Seragam Tapi Tercatat Kaya

 

“Bisa, jadi APBD untuk RS Selatan sudah ada. Kalau memang dibutuhkan percepatan operasional, kami bisa menggunakan APBD dan alternatif pendanaan lainnya. Namun, dengan anggaran yang ada, target realisasi proyek masih terbatas,” jelasnya.

 

Selain rumah sakit, Pemkot juga memprioritaskan proyek infrastruktur lain yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah, Underpass Wiyung, Akses jalan ke Gresik, dan, Diversifikasi jalur Gunung Sari yang akan terhubung langsung dengan Jalan Lingkar Barat (JLB).

 

“Dengan adanya proyek infrastruktur ini, harapannya tidak hanya meningkatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi kota hingga 8%, sesuai dengan target nasional,” pungkas Irvan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jalan Karangbong Sidoarjo Dalam Ancaman Banjir dan Kerusakan, DPRD Bilang Begini

Selain infrastruktur fisik, ulah kendaraan bertonase besar yang melintas tidak sesuai jam operasional turut memicu kerusakan.

Momen Siswa SMP Labschool Unesa 3 Surabaya dan Mahasiswa Asing Belajar Bahasa hingga Kuliner Tradisional

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen nyata SMP Labschool Unesa 3 dalam mencetak generasi muda yang berwawasan global tanpa melupakan akar budaya.

Kapasitas Pelabuhan Meningkat, Pakar UGM: Integrasi Logistik Darat jangan Diabaikan!

Prof. Kuncoro Harto Widodo, mengatakan pertumbuhan arus peti kemas perlu diimbangi dengan penguatan seluruh simpul dalam ekosistem logistik. 

6,1 Juta Batang Rokok dan Ribuan Liter Miras di Pasuruan Dimusnahkan

Gus Shobih menyebut tindakan ini juga bagian dari transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) hasil operasi penindakan.

Polda Jatim Bongkar Penipuan Kripto dan Saham Jaringan Internasional, Sita Uang Rp81,5 M

Atas ungkap ini, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak gampang tergiur iming-iming investasi berimbal hasil tidak wajar.

7 Jam Geledah BPN Jatim, Ini Barang Bukti yang Disita KPK

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut perkara dugaan korupsi yang sebelumnya diungkap tim lembaga antirasuah di BPN Kota Mojokerto.