Selasa, 08 Sep 2026 13:25 WIB

Reklamasi Surabaya: Komisi D DPRD Jatim Ajukan Penolakan ke DPR RI

Aksi tolak reklamasi Surabaya
Aksi tolak reklamasi Surabaya

selalu.id – Komisi D DPRD Jawa Timur secara resmi menolak proyek reklamasi pesisir Surabaya untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) Surabaya Waterfront Land (SWL).  Penolakan ini disampaikan Rabu (19/2/2025) setelah audiensi dengan Forum Masyarakat Madani Maritim (FM3) di Gedung DPRD Jatim. 

Proyek senilai Rp72 triliun ini telah menuai gelombang protes dari berbagai kalangan masyarakat. Anggota Komisi D, Harisandi Savari, mengungkapkan keprihatinan atas potensi dampak negatif proyek reklamasi terhadap mata pencaharian dan lingkungan hidup. 

Baca Juga: Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

"Kami menerima banyak aduan dari masyarakat, termasuk petani tambak, nelayan, dan akademisi," ujar Harisandi kepada selalu.id saat dikonfirmasi, Kamis (20/2/2025). 

Mereka khawatir reklamasi akan merusak ekosistem pesisir, mengancam keberlangsungan hidup mereka, dan berdampak buruk pada lingkungan secara keseluruhan. Lebih lanjut, Harisandi menjelaskan bahwa penolakan ini didasari oleh komitmen Komisi D untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.

"Proyek ini dinilai mengancam mata pencaharian masyarakat sekitar secara langsung.  Kami berkomitmen untuk membela kepentingan mereka dan menolak reklamasi ini," tegasnya.

Audiensi tersebut dihadiri perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup, ESDM, dan Kelautan dan Perikanan Jawa Timur.  Pertemuan tersebut mengungkap fakta krusial: izin proyek reklamasi dikeluarkan langsung oleh pemerintah pusat tanpa melibatkan pemerintah provinsi. 

Baca Juga: Peringati HUT ke-81 RI, Partai Demokrat Gresik Gelar Aksi Bersih-bersih Makam Pahlawan

Hal ini menimbulkan polemik dan kekhawatiran di tingkat daerah karena proses pengambilan keputusan yang dianggap kurang transparan dan tidak mengakomodasi aspirasi masyarakat setempat. Dampak ekonomi yang signifikan juga menjadi sorotan. 

Ribuan warga, terutama nelayan dan petani tambak, terancam kehilangan mata pencahariannya jika proyek reklamasi ini tetap berjalan.  "Banyak masyarakat yang terdampak secara ekonomi. Kami akan membawa permasalahan ini ke Komisi IV DPR RI untuk memastikan langkah selanjutnya dan mencari solusi yang adil bagi masyarakat," katanya.

Komisi D DPRD Jatim menegaskan bahwa suara rakyat menjadi prioritas utama.  Mereka berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi masyarakat dan memastikan bahwa kepentingan mereka dipertimbangkan dalam setiap pengambilan keputusan terkait proyek ini.

Baca Juga: Kabar Baik, Masyarakat Kini Bisa 'Cas' Mobil Listrik di Gedung DPRD Jatim

Langkah selanjutnya adalah mengajukan petisi resmi ke Komisi IV DPR RI untuk meminta peninjauan kembali atas izin proyek reklamasi dan mendesak pemerintah pusat untuk mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan yang signifikan. 

Komisi D juga berharap agar pemerintah pusat dapat berdialog langsung dengan masyarakat terdampak dan mencari solusi yang berkelanjutan.  Perjuangan untuk membatalkan proyek reklamasi ini akan terus berlanjut, dengan Komisi D DPRD Jatim berada di garis depan memperjuangkan hak-hak masyarakat.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

Untuk mengungkap fenomena ini, DPRD Surabaya bakal panggil BBWS dan Perum Jasa Tirta I pekan depan.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

DPRD Surabaya mengatakan bahwa penindakan terhadap oknum yang terlibat dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan sistem secara menyeluruh.