Senin, 07 Sep 2026 06:11 WIB

Desak Polri Usut Jokowi, Ini Tuntutan Demonstran di Polda Jatim

Demonstrasi di Polda Jatim
Demonstrasi di Polda Jatim

selalu.id  –  Ratusan demonstran dari Gerakan Arek Suroboyo (GAS), gabungan komunitas ojek online, buruh, mahasiswa, dan warga Surabaya serta Sidoarjo, berunjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) pada Jumat, 7 Februari 2025.  Mereka menuntut pengusutan tuntas dugaan kasus Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang melibatkan mantan Presiden Joko Widodo dan keluarganya.

Para demonstran, yang sebagian besar mengenakan atribut GAS,  menyampaikan tuntutan tegas terkait sejumlah kasus dugaan korupsi yang mereka sebutkan,  termasuk dugaan keterlibatan keluarga Jokowi dalam kasus proyek infrastruktur,  seperti proyek BPMKS,  korupsi di PT TransJakarta,  dugaan penyelewengan dana KONI,  kasus korupsi di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA),  proyek Blok Medan,  dugaan korupsi terkait rekomendasi tas bansos di Sritex,  dan kasus pengurangan denda PT SM yang terlibat pembakaran hutan.  Daftar panjang dugaan korupsi tersebut menjadi sorotan utama demonstrasi ini.

Baca Juga: Pencuri Truk di Pabrik Gula Jatiroto Lumajang Sudah Tertangkap, Ini Tampangnya

Koordinator aksi, Yusak, dalam orasinya menyampaikan kecaman keras terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang semakin sulit sementara dugaan korupsi besar terus terjadi.  Ia mengecam  ketidakadilan yang dirasakan masyarakat,  dimana mereka yang dianggap berkuasa hidup bergelimang harta sementara rakyat kecil hidup dalam kesulitan.  "Teman-teman, saudara-saudara, masyarakat ini kelaparan, tetapi mereka yang berkuasa malah merongrong dan merusak tatanan," teriak Yusak di hadapan massa.

Baca Juga: Kapolres di Jawa Timur Dimutasi, Berikut Daftarnya

Yusak juga menyoroti  apa yang dianggap sebagai ketidakadilan sistemik,  dimana menurutnya,  rakyat hanya diingat saat pemilu,  diberi sedikit uang,  kemudian diabaikan setelahnya.  "Lima tahun sekali kita dibeli dengan uang, kita dimiskinkan, tetapi mereka masih asyik berkuasa,"  ujarnya dengan nada penuh amarah.  Ia kemudian menyerukan perlawanan terhadap apa yang disebutnya sebagai ketidakadilan tersebut.  "Hanya satu kata yang harus kita ucapkan: Lawan!"

Demonstrasi ini juga menyerukan agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menjadi polisi rakyat yang independen,  berpegang teguh pada konstitusi,  dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu.  Mereka mendesak agar semua kasus dugaan korupsi, termasuk yang melibatkan mantan pejabat tinggi negara,  diusut secara transparan dan tuntas. 

Baca Juga: Selebgram Ratu Felisha Diperiksa Polda Jatim Terkait Promosi Arisan Bodong Joiss

Sepeeri dimetahui, aksi ini menimbulkan kemacetan lalu lintas di sekitar Polda Jatim dan dijaga ketat oleh aparat kepolisian untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.  Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak Polda Jatim terkait tuntutan para demonstran.  Namun,  aksi ini menunjukkan gelombang protes yang signifikan dari masyarakat terhadap dugaan korupsi dan ketidakadilan yang terjadi.

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.