Selasa, 03 Feb 2026 20:12 WIB

Pertamina Siap Layani Warga dengan 46 Ribu Pangkalan Resmi LPG 3 Kg di Jatim

Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga
Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga

selalu.id – Sejak diberlakukannya larangan penjualan gas LPG 3 kg di pengecer mulai 1 Februari 2025, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus  menyatakan kesiapannya dalam melayani masyarakat Jawa Timur dengan menyediakan lebih dari 36 ribu pangkalan resmi pembelian LPG 3 kg.

Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, menyatakan bahwa langkah ini merupakan respon nyata terhadap kebijakan pemerintah. "Penyebaran yang masif ini mencakup lebih dari 46 ribu pangkalan di wilayah kerja kami, dengan Jawa Timur mendapat bagian terbesar," terang Ahad.

Menurut Ahad, pembelian di pangkalan resmi LPG 3 kg dijamin lebih murah dibandingkan dengan pengecer, karena harga mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah masing-masing wilayah.  "Masyarakat juga akan mendapatkan jaminan takaran yang lebih akurat karena pangkalan resmi dilengkapi timbangan," tambah Ahad.

Pertamina juga membuka peluang bagi pengecer untuk menjadi pangkalan resmi dengan memenuhi ketentuan yang berlaku.  "Bagi pengecer yang ingin tetap terlibat dalam distribusi LPG 3 kg, kami siap membantu untuk memenuhi persyaratan," ujar Ahad.

Untuk memudahkan masyarakat menemukan pangkalan terdekat, Pertamina menyediakan akses informasi melalui website atau dapat menghubungi Call Centre 135.  "Kami berkomitmen untuk memastikan ketersediaan dan aksesibilitas LPG 3 kg bagi seluruh masyarakat di Jawa Timur," tegas Ahad.

Kebijakan pelarangan penjualan LPG 3 kg di pengecer bertujuan untuk menekan praktik penyalahgunaan dan memastikan distribusi yang tepat sasaran.  Pertamina, sebagai distributor resmi LPG 3 kg,  berupaya untuk memastikan kelancaran proses transisi dan  memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

Baca Juga: Wali Kota Eri dan Wakil DPR RI Adies Kadir Perjuangkan Warga Surabaya Buka Blokir Tanah Eigendom

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global.