Minggu, 01 Feb 2026 22:46 WIB

Pantai Ria Kenjeran Bakal Jadi Jalur Utama Penghubung Pulau Reklamasi SWL

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 22 Jan 2025 17:51 WIB
Sekretaris Bappedalitbang Surabaya, AA Gde Dwi Djajawardana
Sekretaris Bappedalitbang Surabaya, AA Gde Dwi Djajawardana

selalu.id - Pantai Ria Kenjeran rencananya akan menjadi jalur utama penghubung pulu reklamasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Surabaya Waterfront Land (SWL).

Namun, proyek ini masih menunggu kepastian lebih lanjut dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Baca Juga: PII Jatim Soroti Proyek SWL, Desak Pemkot dan Pemprov Batalkan

Sekretaris Bappedalitbang Surabaya, AA Gde Dwi Djajawardana, menyebutkan bahwa kawasan Kenjeran memang diarahkan untuk pengembangan wisata, namun juga harus mementingkan pelestarian ekosistem mangrove dan keberlanjutan daerah tangkap ikan nelayan.

“Proyek SWL ini belum pasti, tetapi arahan KKP adalah agar area tersebut disesuaikan dengan mitigasi. Wilayah darat di kawasan THP Kenjeran memang diarahkan untuk wisata, jadi kalau itu dipadukan dengan kawasan wisata, tidak masalah. Namun, kita harus memastikan keberadaan SWL tidak mengganggu upaya pelestarian mangrove,” ujar Gde, kepada selalu.id, Selasa (21/1/2025).

Ia menambahkan bahwa pembahasan lebih lanjut akan melibatkan integrasi antara wilayah laut dan daratan, mengingat kewenangan wilayah laut berada pada pemerintah provinsi dan pusat.

“Karena ini masuk PSN, kewenangannya ada di KKP,” jelasnya.

Gde juga menyebut rencana awal reklamasi yang dikeluarkan KKP mengusulkan jalur darat melalui Pantai Ria Kenjeran.

Baca Juga: Gelombang Penolakan SWL Membesar, Pemkot dan Pemprov Belum Ambil Sikap

Namun, ia menegaskan bahwa konsep tersebut harus dievaluasi lebih lanjut untuk memastikan tidak ada dampak buruk pada lingkungan.

“Konsepnya lewat Kenjeran, tepatnya Pantai Ria. Tapi kita sudah meminta agar ini diinterogasikan dengan catatan jangan sampai mengganggu pelestarian mangrove, daerah tangkap ikan nelayan, atau alur pelayaran kapal nelayan,” jelasnya.

Terkait bentuk jalur penghubung, Gde mengaku belum mengetahui pasti detail konstruksinya.

Baca Juga: Penolakan Meluas, Proyek SWL Surabaya Disebut Rugikan Ekonomi Total

“Apakah nantinya berupa jembatan layang atau seperti apa, itu belum diketahui. Kita masih menunggu konsep pembenahan lebih lanjut dari KKP,” tambahnya.

Lebih lanjut Gde menegaskan bahwa Pemerintah Kota Surabaya sudah memberikan masukan kepada KKP mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita sudah beri masukan dengan catatan tersebut. Selanjutnya, kita masih menunggu pembenahan konsep dari KKP,” ujarnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.