Selasa, 21 Jul 2026 20:00 WIB

Pantai Ria Kenjeran Bakal Jadi Jalur Utama Penghubung Pulau Reklamasi SWL

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 22 Jan 2025 17:51 WIB
Sekretaris Bappedalitbang Surabaya, AA Gde Dwi Djajawardana
Sekretaris Bappedalitbang Surabaya, AA Gde Dwi Djajawardana

selalu.id - Pantai Ria Kenjeran rencananya akan menjadi jalur utama penghubung pulu reklamasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Surabaya Waterfront Land (SWL).

Namun, proyek ini masih menunggu kepastian lebih lanjut dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Baca Juga: Surabaya Maritime Arts Dome: Bentangan Rumah Peradaban Surabaya

Sekretaris Bappedalitbang Surabaya, AA Gde Dwi Djajawardana, menyebutkan bahwa kawasan Kenjeran memang diarahkan untuk pengembangan wisata, namun juga harus mementingkan pelestarian ekosistem mangrove dan keberlanjutan daerah tangkap ikan nelayan.

“Proyek SWL ini belum pasti, tetapi arahan KKP adalah agar area tersebut disesuaikan dengan mitigasi. Wilayah darat di kawasan THP Kenjeran memang diarahkan untuk wisata, jadi kalau itu dipadukan dengan kawasan wisata, tidak masalah. Namun, kita harus memastikan keberadaan SWL tidak mengganggu upaya pelestarian mangrove,” ujar Gde, kepada selalu.id, Selasa (21/1/2025).

Ia menambahkan bahwa pembahasan lebih lanjut akan melibatkan integrasi antara wilayah laut dan daratan, mengingat kewenangan wilayah laut berada pada pemerintah provinsi dan pusat.

“Karena ini masuk PSN, kewenangannya ada di KKP,” jelasnya.

Gde juga menyebut rencana awal reklamasi yang dikeluarkan KKP mengusulkan jalur darat melalui Pantai Ria Kenjeran.

Baca Juga: PII Jatim Soroti Proyek SWL, Desak Pemkot dan Pemprov Batalkan

Namun, ia menegaskan bahwa konsep tersebut harus dievaluasi lebih lanjut untuk memastikan tidak ada dampak buruk pada lingkungan.

“Konsepnya lewat Kenjeran, tepatnya Pantai Ria. Tapi kita sudah meminta agar ini diinterogasikan dengan catatan jangan sampai mengganggu pelestarian mangrove, daerah tangkap ikan nelayan, atau alur pelayaran kapal nelayan,” jelasnya.

Terkait bentuk jalur penghubung, Gde mengaku belum mengetahui pasti detail konstruksinya.

Baca Juga: Gelombang Penolakan SWL Membesar, Pemkot dan Pemprov Belum Ambil Sikap

“Apakah nantinya berupa jembatan layang atau seperti apa, itu belum diketahui. Kita masih menunggu konsep pembenahan lebih lanjut dari KKP,” tambahnya.

Lebih lanjut Gde menegaskan bahwa Pemerintah Kota Surabaya sudah memberikan masukan kepada KKP mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita sudah beri masukan dengan catatan tersebut. Selanjutnya, kita masih menunggu pembenahan konsep dari KKP,” ujarnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.