Selasa, 20 Okt 2026 17:37 WIB

Pantai Ria Kenjeran Bakal Jadi Jalur Utama Penghubung Pulau Reklamasi SWL

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 22 Jan 2025 17:51 WIB
Sekretaris Bappedalitbang Surabaya, AA Gde Dwi Djajawardana
Sekretaris Bappedalitbang Surabaya, AA Gde Dwi Djajawardana

selalu.id - Pantai Ria Kenjeran rencananya akan menjadi jalur utama penghubung pulu reklamasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Surabaya Waterfront Land (SWL).

Namun, proyek ini masih menunggu kepastian lebih lanjut dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Baca Juga: Surabaya Maritime Arts Dome: Bentangan Rumah Peradaban Surabaya

Sekretaris Bappedalitbang Surabaya, AA Gde Dwi Djajawardana, menyebutkan bahwa kawasan Kenjeran memang diarahkan untuk pengembangan wisata, namun juga harus mementingkan pelestarian ekosistem mangrove dan keberlanjutan daerah tangkap ikan nelayan.

“Proyek SWL ini belum pasti, tetapi arahan KKP adalah agar area tersebut disesuaikan dengan mitigasi. Wilayah darat di kawasan THP Kenjeran memang diarahkan untuk wisata, jadi kalau itu dipadukan dengan kawasan wisata, tidak masalah. Namun, kita harus memastikan keberadaan SWL tidak mengganggu upaya pelestarian mangrove,” ujar Gde, kepada selalu.id, Selasa (21/1/2025).

Ia menambahkan bahwa pembahasan lebih lanjut akan melibatkan integrasi antara wilayah laut dan daratan, mengingat kewenangan wilayah laut berada pada pemerintah provinsi dan pusat.

“Karena ini masuk PSN, kewenangannya ada di KKP,” jelasnya.

Gde juga menyebut rencana awal reklamasi yang dikeluarkan KKP mengusulkan jalur darat melalui Pantai Ria Kenjeran.

Baca Juga: PII Jatim Soroti Proyek SWL, Desak Pemkot dan Pemprov Batalkan

Namun, ia menegaskan bahwa konsep tersebut harus dievaluasi lebih lanjut untuk memastikan tidak ada dampak buruk pada lingkungan.

“Konsepnya lewat Kenjeran, tepatnya Pantai Ria. Tapi kita sudah meminta agar ini diinterogasikan dengan catatan jangan sampai mengganggu pelestarian mangrove, daerah tangkap ikan nelayan, atau alur pelayaran kapal nelayan,” jelasnya.

Terkait bentuk jalur penghubung, Gde mengaku belum mengetahui pasti detail konstruksinya.

Baca Juga: Gelombang Penolakan SWL Membesar, Pemkot dan Pemprov Belum Ambil Sikap

“Apakah nantinya berupa jembatan layang atau seperti apa, itu belum diketahui. Kita masih menunggu konsep pembenahan lebih lanjut dari KKP,” tambahnya.

Lebih lanjut Gde menegaskan bahwa Pemerintah Kota Surabaya sudah memberikan masukan kepada KKP mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita sudah beri masukan dengan catatan tersebut. Selanjutnya, kita masih menunggu pembenahan konsep dari KKP,” ujarnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Truk Boks Tabrak Trailer di Krembangan Surabaya, Begini Kondisi Korban

Saat ini, Unit Gakkum Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya masih melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab kecelakaan tersebut.

Polda Jatim Gelar Donor Darah Sambut HUT ke-75 Humas Polri, 100 Kantong Terkumpul

Aksi kemanusiaan yang mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri” ini diikuti personel Polri, insan pers, hingga masyarakat umum.

Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

Jam operasional distributor dan subdistributor dibatasi hingga pukul 22.00 WIB.

Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut

Menurut Eri, pemegang gelar Cak dan Ning Surabaya memiliki tanggung jawab membawa nama Kota Surabaya.

Bareskrim Telusuri Aset 500 Miliar Kasus PT Dana Syariah, Tiga Berkas P21

Penyidikan juga menyasar pertanggungjawaban pidana korporasi.

Ritual Malam Anggoro Kasih di Sendang Agung, Warga Sidoarjo Jaga Nilai Luhur Budaya Jawa

Hari dan pasaran itu diyakini memiliki makna spiritual khusus.