Jumat, 05 Jun 2026 00:13 WIB

Penolakan Meluas, Proyek SWL Surabaya Disebut Rugikan Ekonomi Total

selalu.id – Proyek Surabaya Water Front Land (SWL) yang direncanakan untuk memperluas kawasan komersial dan residensial di sepanjang pantai Surabaya menuai penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Proyek tersebut dinilai berpotensi merusak lingkungan dan mengancam kehidupan sosial ekonomi masyarakat pesisir.

 

Baca Juga: PII Jatim Soroti Proyek SWL, Desak Pemkot dan Pemprov Batalkan

Ali Yusa, mahasiswa doktoral dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya sekaligus pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur, menyebut tiga alasan utama mengapa proyek SWL perlu dibatalkan.

 

"Ada beberapa alasan yang meliputi potensi penurunan nilai ekonomi total, kerusakan sistem ekologi laut dan pesisir, serta dampak negatif pada sistem sosial masyarakat pesisir," ujar Yusa kepada selalu.id, Kamis (18/9/2025).

 

Ia menilai klaim bahwa SWL akan meningkatkan nilai ekonomi kota melalui investasi properti dan pariwisata tidak tepat jika dilihat dari perspektif nilai ekonomi total (TEV). TEV mencakup nilai non-pasar seperti fungsi perlindungan pesisir oleh mangrove dan terumbu karang, serta keberadaan ekosistem laut yang sehat.

 

Baca Juga: Gelombang Penolakan SWL Membesar, Pemkot dan Pemprov Belum Ambil Sikap

Pembangunan SWL, lanjut Yusa, berpotensi merusak ekosistem alami seperti hutan mangrove dan padang lamun yang berfungsi sebagai habitat ikan sekaligus penahan abrasi. Kerusakan itu akan mengurangi manfaat langsung bagi nelayan tradisional yang menggantungkan hidup pada ekosistem pesisir.

 

"Keuntungan jangka pendek proyek SWL tidak sebanding dengan kerugian ekonomi total jangka panjang yang akan dialami masyarakat dan lingkungan," tegasnya.

 

Baca Juga: Demo Nelayan Surabaya Tolak Reklamasi Berujung Ricuh

Yusa juga menyoroti potensi kerusakan ekologi laut dan pesisir akibat reklamasi pantai dan pengerukan dasar laut. Menurutnya, kerusakan ekosistem tersebut bersifat permanen dan sulit dipulihkan.

 

"Ekosistem pesisir Surabaya, termasuk hutan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang, adalah pusat kehidupan bagi berbagai jenis ikan dan biota laut," tandasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.