Sabtu, 05 Sep 2026 03:34 WIB

Penolakan Meluas, Proyek SWL Surabaya Disebut Rugikan Ekonomi Total

selalu.id – Proyek Surabaya Water Front Land (SWL) yang direncanakan untuk memperluas kawasan komersial dan residensial di sepanjang pantai Surabaya menuai penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Proyek tersebut dinilai berpotensi merusak lingkungan dan mengancam kehidupan sosial ekonomi masyarakat pesisir.

 

Baca Juga: PII Jatim Soroti Proyek SWL, Desak Pemkot dan Pemprov Batalkan

Ali Yusa, mahasiswa doktoral dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya sekaligus pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur, menyebut tiga alasan utama mengapa proyek SWL perlu dibatalkan.

 

"Ada beberapa alasan yang meliputi potensi penurunan nilai ekonomi total, kerusakan sistem ekologi laut dan pesisir, serta dampak negatif pada sistem sosial masyarakat pesisir," ujar Yusa kepada selalu.id, Kamis (18/9/2025).

 

Ia menilai klaim bahwa SWL akan meningkatkan nilai ekonomi kota melalui investasi properti dan pariwisata tidak tepat jika dilihat dari perspektif nilai ekonomi total (TEV). TEV mencakup nilai non-pasar seperti fungsi perlindungan pesisir oleh mangrove dan terumbu karang, serta keberadaan ekosistem laut yang sehat.

 

Baca Juga: Gelombang Penolakan SWL Membesar, Pemkot dan Pemprov Belum Ambil Sikap

Pembangunan SWL, lanjut Yusa, berpotensi merusak ekosistem alami seperti hutan mangrove dan padang lamun yang berfungsi sebagai habitat ikan sekaligus penahan abrasi. Kerusakan itu akan mengurangi manfaat langsung bagi nelayan tradisional yang menggantungkan hidup pada ekosistem pesisir.

 

"Keuntungan jangka pendek proyek SWL tidak sebanding dengan kerugian ekonomi total jangka panjang yang akan dialami masyarakat dan lingkungan," tegasnya.

 

Baca Juga: Demo Nelayan Surabaya Tolak Reklamasi Berujung Ricuh

Yusa juga menyoroti potensi kerusakan ekologi laut dan pesisir akibat reklamasi pantai dan pengerukan dasar laut. Menurutnya, kerusakan ekosistem tersebut bersifat permanen dan sulit dipulihkan.

 

"Ekosistem pesisir Surabaya, termasuk hutan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang, adalah pusat kehidupan bagi berbagai jenis ikan dan biota laut," tandasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.