Selasa, 20 Okt 2026 16:30 WIB

Penolakan Meluas, Proyek SWL Surabaya Disebut Rugikan Ekonomi Total

selalu.id – Proyek Surabaya Water Front Land (SWL) yang direncanakan untuk memperluas kawasan komersial dan residensial di sepanjang pantai Surabaya menuai penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Proyek tersebut dinilai berpotensi merusak lingkungan dan mengancam kehidupan sosial ekonomi masyarakat pesisir.

 

Baca Juga: PII Jatim Soroti Proyek SWL, Desak Pemkot dan Pemprov Batalkan

Ali Yusa, mahasiswa doktoral dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya sekaligus pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur, menyebut tiga alasan utama mengapa proyek SWL perlu dibatalkan.

 

"Ada beberapa alasan yang meliputi potensi penurunan nilai ekonomi total, kerusakan sistem ekologi laut dan pesisir, serta dampak negatif pada sistem sosial masyarakat pesisir," ujar Yusa kepada selalu.id, Kamis (18/9/2025).

 

Ia menilai klaim bahwa SWL akan meningkatkan nilai ekonomi kota melalui investasi properti dan pariwisata tidak tepat jika dilihat dari perspektif nilai ekonomi total (TEV). TEV mencakup nilai non-pasar seperti fungsi perlindungan pesisir oleh mangrove dan terumbu karang, serta keberadaan ekosistem laut yang sehat.

 

Baca Juga: Gelombang Penolakan SWL Membesar, Pemkot dan Pemprov Belum Ambil Sikap

Pembangunan SWL, lanjut Yusa, berpotensi merusak ekosistem alami seperti hutan mangrove dan padang lamun yang berfungsi sebagai habitat ikan sekaligus penahan abrasi. Kerusakan itu akan mengurangi manfaat langsung bagi nelayan tradisional yang menggantungkan hidup pada ekosistem pesisir.

 

"Keuntungan jangka pendek proyek SWL tidak sebanding dengan kerugian ekonomi total jangka panjang yang akan dialami masyarakat dan lingkungan," tegasnya.

 

Baca Juga: Demo Nelayan Surabaya Tolak Reklamasi Berujung Ricuh

Yusa juga menyoroti potensi kerusakan ekologi laut dan pesisir akibat reklamasi pantai dan pengerukan dasar laut. Menurutnya, kerusakan ekosistem tersebut bersifat permanen dan sulit dipulihkan.

 

"Ekosistem pesisir Surabaya, termasuk hutan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang, adalah pusat kehidupan bagi berbagai jenis ikan dan biota laut," tandasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

Jam operasional distributor dan subdistributor dibatasi hingga pukul 22.00 WIB.

Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut

Menurut Eri, pemegang gelar Cak dan Ning Surabaya memiliki tanggung jawab membawa nama Kota Surabaya.

Bareskrim Telusuri Aset 500 Miliar Kasus PT Dana Syariah, Tiga Berkas P21

Penyidikan juga menyasar pertanggungjawaban pidana korporasi.

Ritual Malam Anggoro Kasih di Sendang Agung, Warga Sidoarjo Jaga Nilai Luhur Budaya Jawa

Hari dan pasaran itu diyakini memiliki makna spiritual khusus.

Bupati Subandi: Pokir DPRD Sidoarjo Harus Selaras Regulasi dan Kebutuhan Rakyat

Tujuannya agar setiap usulan pembangunan tidak hanya jadi wacana, tetapi benar-benar sesuai aturan, prioritas, dan mampu dirasakan masyarakat.

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.