Selasa, 21 Jul 2026 02:47 WIB

Gelombang Penolakan SWL Membesar, Pemkot dan Pemprov Belum Ambil Sikap

selalu.id – Proyek Surabaya Water Front Land (SWL), mega proyek yang direncanakan untuk memperluas kawasan komersial dan residensial di sepanjang pantai Surabaya, terancam batal. Gelombang penolakan dari masyarakat pesisir, aktivis lingkungan, hingga akademisi semakin menguat, sementara pemerintah kota Surabaya dan pemerintah provinsi Jawa Timur belum menyatakan sikap tegas.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Ali Yusa, mahasiswa doktoral dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya sekaligus pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur, menegaskan proyek SWL seharusnya dibatalkan. Ia menyebut ada tiga alasan utama: potensi penurunan nilai ekonomi total, kerusakan ekologi laut dan pesisir, serta dampak sosial bagi masyarakat pesisir.

 

"Proyek SWL ini bukan hanya masalah lokal, tetapi juga memiliki implikasi global yang bertentangan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," kata Yusa di Surabaya, Kamis (18/9/2025).

 

Ia menjelaskan, klaim bahwa SWL dapat meningkatkan nilai ekonomi kota melalui investasi properti dan pariwisata tidak tepat jika dilihat dari perspektif nilai ekonomi total (TEV). Menurutnya, pembangunan SWL akan merusak ekosistem alami seperti hutan mangrove dan padang lamun yang berfungsi sebagai habitat ikan sekaligus penahan abrasi.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

 

"Kerusakan ini akan mengurangi nilai guna bagi nelayan tradisional yang bergantung pada ekosistem tersebut sebagai mata pencaharian," tegasnya.

 

Penolakan juga didasari potensi kerusakan permanen akibat reklamasi pantai dan pengerukan dasar laut. Yusa menambahkan, ekosistem pesisir Surabaya yang terdiri dari hutan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang merupakan pusat kehidupan bagi berbagai jenis ikan dan biota laut.

Baca Juga: Kabar Gembira, Bayi Lahir Asli Surabaya Langsung Dapat Akta-KIA hingga KK Baru Gratis

 

Meskipun Komisi IV DPR RI menyatakan dukungan terhadap penolakan masyarakat, pemerintah kota Surabaya maupun pemerintah provinsi Jawa Timur belum menyampaikan keputusan untuk membatalkan proyek ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari kedua pemerintah daerah terkait kelanjutan proyek SWL.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.