Kamis, 04 Jun 2026 21:02 WIB

Gelombang Penolakan SWL Membesar, Pemkot dan Pemprov Belum Ambil Sikap

selalu.id – Proyek Surabaya Water Front Land (SWL), mega proyek yang direncanakan untuk memperluas kawasan komersial dan residensial di sepanjang pantai Surabaya, terancam batal. Gelombang penolakan dari masyarakat pesisir, aktivis lingkungan, hingga akademisi semakin menguat, sementara pemerintah kota Surabaya dan pemerintah provinsi Jawa Timur belum menyatakan sikap tegas.

 

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Ali Yusa, mahasiswa doktoral dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya sekaligus pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur, menegaskan proyek SWL seharusnya dibatalkan. Ia menyebut ada tiga alasan utama: potensi penurunan nilai ekonomi total, kerusakan ekologi laut dan pesisir, serta dampak sosial bagi masyarakat pesisir.

 

"Proyek SWL ini bukan hanya masalah lokal, tetapi juga memiliki implikasi global yang bertentangan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," kata Yusa di Surabaya, Kamis (18/9/2025).

 

Ia menjelaskan, klaim bahwa SWL dapat meningkatkan nilai ekonomi kota melalui investasi properti dan pariwisata tidak tepat jika dilihat dari perspektif nilai ekonomi total (TEV). Menurutnya, pembangunan SWL akan merusak ekosistem alami seperti hutan mangrove dan padang lamun yang berfungsi sebagai habitat ikan sekaligus penahan abrasi.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

 

"Kerusakan ini akan mengurangi nilai guna bagi nelayan tradisional yang bergantung pada ekosistem tersebut sebagai mata pencaharian," tegasnya.

 

Penolakan juga didasari potensi kerusakan permanen akibat reklamasi pantai dan pengerukan dasar laut. Yusa menambahkan, ekosistem pesisir Surabaya yang terdiri dari hutan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang merupakan pusat kehidupan bagi berbagai jenis ikan dan biota laut.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Pameran Cross Musea Pertiwi 2026, Hadirkan Pengalaman Berbasis AI

 

Meskipun Komisi IV DPR RI menyatakan dukungan terhadap penolakan masyarakat, pemerintah kota Surabaya maupun pemerintah provinsi Jawa Timur belum menyampaikan keputusan untuk membatalkan proyek ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari kedua pemerintah daerah terkait kelanjutan proyek SWL.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.