Selasa, 03 Feb 2026 03:54 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Geram, Enam Taman Rusak Akibat Pemburu Koin Jagat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 17 Jan 2025 15:23 WIB
Eri Cahyadi
Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi geram, pasalnya sejumlah fasilitas umum di kota Surabaya hingga taman-taman kota rusak akibat ulah warga yang berburu Koin Jagat.

Tercatat, enam taman kota mengalami kerusakan, termasuk Taman Bungkul, Taman Lumumba, Taman Teratai, Taman Prestasi, Taman Paliatif, dan Taman Ekspresi, serta beberapa jalur hijau di kawasan Simpang Dukuh dan Genteng Kali.

“Iya (6 taman rusak). Sudah kita laporkan ke polisi, sama Satpol PP. Sudah kirim surat ke Kominfo, surat kita belum dibalas, tapi sudah ada eksen dari kementerian,” ujar Eri, Jumat (17/1/2025)

Kerusakan di taman-taman, kata Eri, seperti di Taman Prestasi dan Taman Ekspresi, mencakup tanaman yang diinjak atau dicabut.

“Itu taman dibangun soroh-soroh dikasih susur Kalimas, dikasih tanduran apik-apik, diorat-arit,” ujar Eri.

Kerugian akibat kerusakan ini masih dalam proses verifikasi oleh Dinas Lingkungan Hidup. “Yang rusak tanaman, karena diinjak, dicabut, naruhnya itu di tengah-tengah. Ini kenapa saya bilang sangat berbahaya,” jelas Eri.

Ia pun berharap aplikasi Jagat segera diblokir untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Ia juga mengingatkan potensi bahaya aktivitas ini, baik bagi fasilitas umum maupun keselamatan warga.

“Kalau ada yang meninggal, masak baru semua respon karena itu. Kita berharap segera diblokir atau dievaluasi,” tegasnya.

Pemkot Surabaya terus berkoordinasi dengan aparat hukum untuk memburu pelaku penyebar koin. “Kalau penebar koin kita dapat, pasti kan, tunggu ada lagi dapat. Ada kerusakan, nilainya bisa dihitung DLH, ya kita laporkan. Karena ini sudah merugikan,” terangnya.

Orang nomor Surabaya itu menegaskan bahwa tindakan merusak fasilitas umum, yang dibiayai oleh uang negara, tidak dapat ditoleransi.

“Saya nggak ingin Surabaya yang guyub rukun ini diporak-porandakan, fasilitas umum pakai uang negara dirusak ndak karuan, ketenangan warga, pagarnya dipanjat,” tegasnya.

Eri juga mengecam cara distribusi koin yang dinilai tidak menghargai nilai kemanusiaan.

“Yang saya tidak bisa terima, dikasih uang disuruh muter seperti nggak ada artinya manusia. Kalau punya agama kuat, toleransi tinggi, kalau mau bantu datangi rumahnya, jangan dibuat menggerakkan ekonomi,” katanya.

Pemkot Surabaya telah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan sedang menyelidiki pelaku penyebar koin. Namun, hingga saat ini, pihak berwenang baru menemukan orang-orang yang berburu koin, bukan penyebarnya.

“Kami cari pelaku, tapi yang ketemu dia yang mencari koin, bukan penyebar. Tapi saya minta Kadiskominfo melihat semuanya apakah terbaca orang yang menyebar dan mencari. Paling tidak ini tidak terulang di Surabaya,” ungkap Eri.

Sementara, Kepala Satpol PP Surabaya, Muhammad Fikser, juga telah mengambil langkah preventif. Surat permohonan pemblokiran aplikasi “Jagat” telah diajukan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Kita sudah kirim surat. Di samping itu semua CCTV di taman dibuka. Kita ingin tahu siapa sih yang meletakkan koin-koin,” jelas Fikser.

Menurut Fikser, beberapa taman telah dipasangi garis pembatas untuk mencegah warga menginjak-injak tanaman. “Makanya salah satu upaya pencegahan kita pasang Satpol PP line, DLH line di taman-taman supaya tidak diinjak-injak,” tambahnya.

Baca Juga: Lebih 30 Kasus Ijazah Ditahan, Wali Kota Eri Ancam Tindak Perusahaan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.