Kamis, 23 Jul 2026 03:41 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Geram, Enam Taman Rusak Akibat Pemburu Koin Jagat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 17 Jan 2025 15:23 WIB
Eri Cahyadi
Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi geram, pasalnya sejumlah fasilitas umum di kota Surabaya hingga taman-taman kota rusak akibat ulah warga yang berburu Koin Jagat.

Tercatat, enam taman kota mengalami kerusakan, termasuk Taman Bungkul, Taman Lumumba, Taman Teratai, Taman Prestasi, Taman Paliatif, dan Taman Ekspresi, serta beberapa jalur hijau di kawasan Simpang Dukuh dan Genteng Kali.

“Iya (6 taman rusak). Sudah kita laporkan ke polisi, sama Satpol PP. Sudah kirim surat ke Kominfo, surat kita belum dibalas, tapi sudah ada eksen dari kementerian,” ujar Eri, Jumat (17/1/2025)

Kerusakan di taman-taman, kata Eri, seperti di Taman Prestasi dan Taman Ekspresi, mencakup tanaman yang diinjak atau dicabut.

“Itu taman dibangun soroh-soroh dikasih susur Kalimas, dikasih tanduran apik-apik, diorat-arit,” ujar Eri.

Kerugian akibat kerusakan ini masih dalam proses verifikasi oleh Dinas Lingkungan Hidup. “Yang rusak tanaman, karena diinjak, dicabut, naruhnya itu di tengah-tengah. Ini kenapa saya bilang sangat berbahaya,” jelas Eri.

Ia pun berharap aplikasi Jagat segera diblokir untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Ia juga mengingatkan potensi bahaya aktivitas ini, baik bagi fasilitas umum maupun keselamatan warga.

“Kalau ada yang meninggal, masak baru semua respon karena itu. Kita berharap segera diblokir atau dievaluasi,” tegasnya.

Pemkot Surabaya terus berkoordinasi dengan aparat hukum untuk memburu pelaku penyebar koin. “Kalau penebar koin kita dapat, pasti kan, tunggu ada lagi dapat. Ada kerusakan, nilainya bisa dihitung DLH, ya kita laporkan. Karena ini sudah merugikan,” terangnya.

Orang nomor Surabaya itu menegaskan bahwa tindakan merusak fasilitas umum, yang dibiayai oleh uang negara, tidak dapat ditoleransi.

“Saya nggak ingin Surabaya yang guyub rukun ini diporak-porandakan, fasilitas umum pakai uang negara dirusak ndak karuan, ketenangan warga, pagarnya dipanjat,” tegasnya.

Eri juga mengecam cara distribusi koin yang dinilai tidak menghargai nilai kemanusiaan.

“Yang saya tidak bisa terima, dikasih uang disuruh muter seperti nggak ada artinya manusia. Kalau punya agama kuat, toleransi tinggi, kalau mau bantu datangi rumahnya, jangan dibuat menggerakkan ekonomi,” katanya.

Pemkot Surabaya telah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan sedang menyelidiki pelaku penyebar koin. Namun, hingga saat ini, pihak berwenang baru menemukan orang-orang yang berburu koin, bukan penyebarnya.

“Kami cari pelaku, tapi yang ketemu dia yang mencari koin, bukan penyebar. Tapi saya minta Kadiskominfo melihat semuanya apakah terbaca orang yang menyebar dan mencari. Paling tidak ini tidak terulang di Surabaya,” ungkap Eri.

Sementara, Kepala Satpol PP Surabaya, Muhammad Fikser, juga telah mengambil langkah preventif. Surat permohonan pemblokiran aplikasi “Jagat” telah diajukan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Kita sudah kirim surat. Di samping itu semua CCTV di taman dibuka. Kita ingin tahu siapa sih yang meletakkan koin-koin,” jelas Fikser.

Menurut Fikser, beberapa taman telah dipasangi garis pembatas untuk mencegah warga menginjak-injak tanaman. “Makanya salah satu upaya pencegahan kita pasang Satpol PP line, DLH line di taman-taman supaya tidak diinjak-injak,” tambahnya.

Baca Juga: Lebih 30 Kasus Ijazah Ditahan, Wali Kota Eri Ancam Tindak Perusahaan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.