Sabtu, 06 Jun 2026 01:04 WIB

Muncul Buaya di Bantaran Sungai Wonorejo Surabaya Resahkan Warga

Buaya di bantaran sungai Wonorejo
Buaya di bantaran sungai Wonorejo

selalu.id – Kemunculan buaya di bantaran Sungai Wonorejo Timur, Surabaya, kembali meresahkan warga.  Kejadian yang terekam kamera warga pada Minggu, 12 Januari 2025 pagi hingga siang hari, memperlihatkan reptil besar itu berjemur di tepi sungai yang sebagian dasarnya mengering akibat sedimentasi. 

Meskipun buaya tersebut tidak terlihat dua hari terakhir ini,  ketakutan warga tetap bercokol mengingat  ini bukan kali pertama kejadian serupa terjadi.

Sumini, warga Wonorejo Timur Blok C,  mengungkapkan,  penampakan buaya di area tersebut bukanlah hal baru.  "Iya, di sini sering muncul. Kemarin muncul lagi, bukan cuma di sini, di sebelah barat juga pernah terlihat," ujarnya saat ditemui selalu.id, Rabu (14/1/2025). 

Kejadian Minggu lalu terjadi di dekat gang rumahnya, di sisi selatan sungai.  Ia menambahkan bahwa kemunculan buaya di sisi utara sungai sejauh ini belum pernah terjadi, sehingga warga di sisi utara relatif lebih tenang.

Rini Muji Rahayu, Ketua RT 1 RW 7 Wonorejo Rungkut,  membenarkan hal tersebut. Ia  mengatakan telah menyaksikan sendiri kemunculan buaya tersebut sebanyak tiga kali dalam beberapa bulan terakhir, termasuk pada Minggu pagi.  "Kemunculan yang cukup sering itu di sisi timur," jelasnya. 

Ia menambahkan bahwa biasanya buaya muncul pada pagi hari, antara pukul 08.00 hingga 09.30 WIB, namun waktu kemunculannya tidak menentu. Sementara, Kehadiran tim dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya pada Senin kemarin untuk melakukan survei dan menjajaki solusi,  tidak berbuah hasil dalam hal penampakan buaya.  "Hari ini buayanya tidak keluar, padahal tim dari PU sudah hadir untuk survei," kata Rini. 

Ia memperkirakan panjang buaya yang terlihat Minggu lalu sekitar 2,5 meter. Namun,  berdasarkan informasi dari warga lain,  terdapat beberapa buaya dengan ukuran yang bervariasi, mulai dari yang kecil hingga yang sangat besar.  "Mungkin ada sekitar lima ekor, karena yang ditemukan warga itu ukurannya berbeda-beda," tambahnya.

Survei yang dilakukan DSDABM Surabaya difokuskan pada peninjauan kondisi bantaran sungai untuk mencari solusi jangka panjang. Salah satu alternatif yang dipertimbangkan adalah pemasangan pembatas sungai atau semi tanggul menggunakan batu kumbung untuk mencegah buaya mendekati pemukiman warga.  Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko konflik antara manusia dan satwa liar sekaligus menciptakan rasa aman bagi warga sekitar.

Kejadian ini menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan dan upaya mitigasi risiko konflik satwa liar di area perkotaan.  Sedimentasi sungai yang menyebabkan sebagian dasar sungai mengering,  mungkin menjadi salah satu faktor yang menarik buaya untuk mendekat ke pemukiman.  Oleh karena itu,  pemerintah kota perlu melakukan upaya lebih lanjut untuk mengatasi masalah sedimentasi dan memastikan keamanan warga. 

Selain itu,  sosialisasi kepada warga tentang cara berinteraksi dengan satwa liar juga perlu ditingkatkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.  Keberadaan buaya ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan  menghindari kerusakan lingkungan yang dapat berdampak pada kehidupan manusia.  Pemerintah dan warga perlu bekerja sama untuk menemukan solusi yang berkelanjutan dan memastikan keselamatan bersama.

 

Baca Juga: Papan Peringatan Buaya Dipasang, Warga Wonorejo Diimbau Waspada

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.