Sabtu, 26 Sep 2026 03:42 WIB

Virus HMPV Merebak di China, Dinkes Sebut Belum Ada Kasus di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 07 Jan 2025 14:02 WIB
Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina
Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina

Virus HMPV Merebak di China, Dinkes Sebut Belum Ada Kasus di Surabaya

selalu.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya menyebut belum ada laporan kasus virus Human Metapneumovirus (HMPV) di Kota Pahlawan.

Virus ini merebak di negeri China dan membuat kewaspadaan untuk negara lain, termasuk Indonesia. Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina, memastikan hingga kini belum ada laporan kasus HMPV di Indonesia, termasuk di Kota Surabaya.

Meski begitu, pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

“Berdasarkan rilis dari Kemenkes RI, hingga saat ini tidak ada laporan kasus infeksi HMPV di Indonesia. Namun, kami terus memantau perkembangan global maupun nasional dan siap bertindak cepat jika ditemukan kasus di Surabaya,” ujar Nanik, Selasa (7/1/2025).

Dinkes Surabaya menghimbau warga, terutama yang baru saja bepergian ke luar negeri atau dari daerah dengan kasus HMPV, untuk waspada terhadap gejala seperti demam, batuk, pilek, atau kesulitan bernapas.

“Jika mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penyebaran virus,” tambahnya.

Untuk mencegah masuknya virus, Dinkes Surabaya telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat pengawasan di bandara dan pelabuhan.

Selain itu, edukasi kepada tenaga kesehatan di Puskesmas dan rumah sakit terus ditingkatkan agar mereka mampu mengenali dan menangani gejala HMPV dengan cepat.

“Kami berkolaborasi dengan lintas sektor dan jejaring OPD untuk memastikan langkah pencegahan berjalan efektif, terutama di pintu-pintu masuk Surabaya,” jelas Nanik.

Virus HMPV diketahui lebih rentan menyerang anak-anak. Oleh karena itu, Dinkes Surabaya mengingatkan para orang tua untuk menjaga kesehatan anak-anak.

“Kami juga mengingatkan agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Hindari berita hoax, dan ikuti informasi resmi dari Kemenkes,” tegasnya.

Dinkes Surabaya menggandeng Dinas Pendidikan (Dispendik) untuk mensosialisasikan langkah pencegahan penyakit menular ke sekolah-sekolah.

Sosialisasi dilakukan melalui penyuluhan kepada guru, siswa, dan orang tua, serta penyebaran informasi terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Penting bagi generasi muda untuk memahami pentingnya kebersihan sejak dini. Hal ini bisa menjadi upaya preventif agar mereka terhindar dari berbagai penyakit menular,” tutup Nanik.

Baca Juga: Misteri Limbah Medis di Exit Tol Tambaksumur Sidoarjo yang Mendadak Lenyap Sebelum Dievakuasi

Editor : Ading
Berita Terbaru

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.