Senin, 20 Jul 2026 07:04 WIB

Makan Bergizi Gratis di Surabaya Tertunda hingga Pekan Depan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 06 Jan 2025 12:08 WIB
Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis

selalu.id - Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), telah dilaksanakan secara serentak di 190 lokasi Satuan Pendidikan Penyedia Gizi (SPPG) hari ini, Senin (6/1/2025).

Namun, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masru menjelaskan bahwa pelaksanaannya di Kota Surabaya tertunda dan akan dimulai seminggu kemudian, yakni pada tanggal 13 Januari 2025.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

"Info dari Badan Gizi Nasional, Surabaya akan dilakukan 13 Januari 2025," kata Yusuf, saat dikonfirmasi, Senin (6/1/2025).

Pada pelaksanaan pertamanya program MBG yang direncanakan akan menjangkau seluruh siswa di Surabaya pun belum berjalan merata secara keseluruhan setiap sekolah. Namun baru dilaksanakan di tiga sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Wonocolo, Surabaya.

"Di Kecamatan Wonocolo, PAUD Yasporbi, SD Taqoma dan SMPN 13," terang Yusuf.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Surabaya Bachtiyar Rifai buka suara soal Kota Pahlawan yang belum menyelenggarakan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program andalan Presiden Prabowo Subianto.

"Saya kira Surabaya dan daerah lainnya yang belum masih menunggu giliran aja, karena MBG ini dilakukan secara bertahap," jelasnya, saat dihubungi.

Mengenai persiapan yang dilakukan masyarakat Kota Pahlawan untuk menyambut program MBG ini, Bachtiyar menegaskan bahwa Surabaya sudah siap.

"Surabaya sudah siap dan tinggal menunggu petunjuk teknis aja," terangnya.

Bachtiyar menjelaskan mengenai program MBG dilakukan secara bertahap, saat ini di Jatim masih dilakukan 8 Daerah.

"Sementara yang sudah jalan hari ini Sidoarjo, Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Madiun, Magetan, Bojonegoro dan Malang," ujar Politisi Gerindra ini.

Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

Mengenai tanggal pelaksanaannya, Bachtiyar mengungkapkan belum ada kabar soal pelaksanaan MBG di Kota Surabaya.

"Belum ada info juga. Kita juga menunggu," terangnya.

Mengenai anggran MBG, Pemkot Surabaya siap mengalokasikan hingga Rp 1 triliun untuk mendukung program ini. Serta sasaran penerima jumlahnya harus sesuai dengan data pelajar di Kota Pahlawan.

"369.891 pelajar jenjang SD dan SMP di Surabaya swasta dan negeri yang sudah terdata," rincinya.

"Yang jelas Surabaya sudah melakukan pendataan dan sudah diserahkan, tinggal nanti akan diputuskan oleh Badan Gizi Nasional, sekolah mana yang ada mendapatkan lebih dulu," imbuh Bachtiyar.

Baca Juga: Warga Surabaya Banyak yang Sambat Parkir, Laporan ke Hotline Cak Eri Tembus 1.442

Kemudian, proses keterlibatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam program Makan Bergizi Gratis yang hanya boleh diikuti UMKM yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Karena adanya program MBG menjadi motor penggerak perekonomian. Utamanya bagi UMKM yang bergerak di sektor makanan dan minuman (mamin).

"Saya berharap nanti UMKM di Surabaya bisa terlihat dalam program MBG ini sesuai kriteria badan gizi nasional sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," ujar Wakil Ketua DPRD Surabaya ini.

Untuk pelaksana program MBG di Kota Surabaya, Bachtiyar menyebut akan melibatkan Forkopimda yang sudah dibentuk oleh SPPG.

"Kalau melihat yang saat ini berjalan, nantinya akan ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan mengoprasikan dengan Bekerja sama dengan TNI/Forkompimda," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.