Senin, 02 Feb 2026 12:13 WIB

Tambah Wahana Baru, THP Kenjeran Targetkan 10 Ribu Pengunjung di Hari Pertama 2025

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 01 Jan 2025 15:54 WIB
Suasana di THP Kenjeran Surabaya
Suasana di THP Kenjeran Surabaya

selalu.id - Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran terus mencatatkan peningkatan jumlah pengunjung di awal tahun baru 2025. Tercatat, hingga pukul 12.00 siang, jumlah pengunjung telah mencapai 3.800 orang.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) THP Kenjeran, Ismet, berharap jumlah tersebut terus bertambah hingga jam operasional taman selesai.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

“THP Kenjeran pengunjungnya nambah terus, per jam 12 tadi sudah di angka 3.800-an. Harapan kami sampai jam tutup operasional THP Kenjeran itu bisa melebihi target yang di 1 Januari 2024,” ungkap Ismet, Senin (1/1/2024).

Menurut Ismet, target tahun awal ini adalah melebihi capaian 2024 sebelumnya. Ia berharap target 10 ribu pengunjung tercapai.

“Kalau 1 Januari 2024 kemarin kunjungan mencapai 9.472, harapan kami untuk 1 Januari 2025 atau hari ini bisa melebihi,” ujarnya.

Untuk menarik lebih banyak pengunjung, kata Ismet) THP Kenjeran menyiapkan berbagai wahana dan hiburan terbaru.

“Hari ini, di THP kiri kita siapkan wahana permainan ada rainbow slide, dino car, hamsterball, dan kereta. Untuk di hari ini di sisi Kenjeran Utara itu spesial perform jaranan Bayu Panggolo Putro,” jelas Ismet.

Ia menambahkan, setelah pertunjukan jaranan, pengunjung juga akan dihibur oleh live music akustik di sisi utara dan selatan pada sore hari.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

“Kalau sisi selatan itu sejak pagi tadi live musik electone-nya sudah perform,” katanya.

THP Kenjeran dijadwalkan beroperasi hingga pukul 16.00. Namun, Ismet menjelaskan bahwa penutupan operasional bersifat fleksibel.

“Kita sampai 16.00, tapi kita melihat situasi dan kondisinya. Untuk tutup itu kondisional, maksimal sampai jam 5 sore. Kalau kondisinya di lapangan masih ada antrean pengunjung, kami buka sampai pukul 5,” tegasnya.

Lebih lanjut Ismet menjelaskan, wahana permainan yang baru diluncurkan pada November 2024 menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

“Iya, jadi laporan rekan-rekan tadi wahana permainan cukup ramai. Sampai antre,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pengunjung berharap inovasi terus dilakukan setiap tahun. “Harapannya pengunjung ketika kami mintai pendapat, mereka berharap setiap tahun ada wahana baru selain perahu yang dikelola nelayan,” tambahnya.

Menghadapi potensi cuaca buruk, pihak pengelola telah melakukan langkah-langkah antisipasi. “Jadi untuk cuaca, semua tahu kalau sekarang musim penghujan. Antisipasi kami kerja sama dengan rekan-rekan BPBD. Tim evakuasi disiapkan, mereka juga menyiagakan tenda, ada perahu karet,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

PDBI Jember Mulai Seleksi Atlet Drumband Jelang Porprov Jatim 2027

Seleksi atlet drum band tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, namun juga pada aspek kedisiplinan, mental bertanding, serta daya juang para atlet.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.