Kamis, 04 Jun 2026 23:50 WIB

Banjir Ancam Gunung Anyar, Warga Desak Janji Normalisasi Sungai Avur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 29 Des 2024 11:59 WIB

Selalu.id – Warga Kecamatan Gununganyar dan Rungkut Menanggal Surabaya mengeluh selalu ada banjir di daerahnya. Mereka pun menagih janji normalisasi Sungai Avur kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. 

Menurut warga, pendangkalan sungai dan menumpuknya enceng gondok di sepanjang aliran sungai menjadi penyebab banjir tahunan yang kerap melanda kawasan ini.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Rungkut Menanggal, Muhammad Faishol, menyebut banjir akibat meluapnya Sungai Avur semakin parah dalam 15-20 tahun terakhir. 

Faishol menilai tumpukan enceng gondok di aliran sungai kini mencapai panjang hampir satu kilometer, mulai dari kawasan PT SIER hingga Kelurahan Gununganyar Tambak.

“Saya sudah hampir 50 tahun tinggal di Rungkut Menanggal. Dulu sungai ini rutin dibersihkan dan diawasi, sehingga tidak pernah meluap. Tapi sekarang, tidak ada perawatan sama sekali,” kata Faishol, Minggu (29/12/2024).

Faishol menjelaskan, pada 16 Juni 2023, pihaknya bersama BBWS, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, serta sejumlah pihak terkait telah menyepakati rencana normalisasi sungai. Namun, hingga saat ini tidak ada tindak lanjut nyata dari pihak BBWS maupun Pemprov Jawa Timur.

“Kesepakatan itu hanya di atas kertas. Tidak ada realisasi sama sekali, sementara warga terus terdampak banjir setiap tahun,” tegasnya.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

LPMK se-Kecamatan Gununganyar bahkan telah menyurati sejumlah pihak terkait, termasuk Dinas PU Sumber Daya Air Jatim, DSDABM Surabaya, dan kelurahan-kelurahan setempat.

Surat bernomor 0.12/LPMK-GA/K/III/2023 itu berisi desakan untuk segera melakukan normalisasi sungai. Namun, respons yang diharapkan tak kunjung datang.

Faishol mengapresiasi upaya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang sempat mengerahkan alat berat untuk normalisasi sementara di Sungai Avur. 

Namun, upaya tersebut terhenti setelah Pemkot Surabaya mendapat teguran dari Pemprov Jawa Timur, yang menyatakan bahwa pengelolaan sungai merupakan kewenangan provinsi.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

“Pemkot sempat bekerja 24 jam nonstop, tetapi dihentikan karena ini kewenangan pemprov,” tambah Faishol.

Ketua RW 5 Kelurahan Gununganyar, Rudi, juga mengeluhkan dampak banjir yang merendam rumah warga akibat meluapnya sungai. Ia berharap pemerintah provinsi segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Jarak rumah warga dengan sungai hanya sekitar 300-500 meter. Saat hujan deras, air meluap dan masuk ke rumah-rumah,” ungkapnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.