Minggu, 06 Sep 2026 19:03 WIB

Banjir Ancam Gunung Anyar, Warga Desak Janji Normalisasi Sungai Avur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 29 Des 2024 11:59 WIB

Selalu.id – Warga Kecamatan Gununganyar dan Rungkut Menanggal Surabaya mengeluh selalu ada banjir di daerahnya. Mereka pun menagih janji normalisasi Sungai Avur kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. 

Menurut warga, pendangkalan sungai dan menumpuknya enceng gondok di sepanjang aliran sungai menjadi penyebab banjir tahunan yang kerap melanda kawasan ini.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Rungkut Menanggal, Muhammad Faishol, menyebut banjir akibat meluapnya Sungai Avur semakin parah dalam 15-20 tahun terakhir. 

Faishol menilai tumpukan enceng gondok di aliran sungai kini mencapai panjang hampir satu kilometer, mulai dari kawasan PT SIER hingga Kelurahan Gununganyar Tambak.

“Saya sudah hampir 50 tahun tinggal di Rungkut Menanggal. Dulu sungai ini rutin dibersihkan dan diawasi, sehingga tidak pernah meluap. Tapi sekarang, tidak ada perawatan sama sekali,” kata Faishol, Minggu (29/12/2024).

Faishol menjelaskan, pada 16 Juni 2023, pihaknya bersama BBWS, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, serta sejumlah pihak terkait telah menyepakati rencana normalisasi sungai. Namun, hingga saat ini tidak ada tindak lanjut nyata dari pihak BBWS maupun Pemprov Jawa Timur.

“Kesepakatan itu hanya di atas kertas. Tidak ada realisasi sama sekali, sementara warga terus terdampak banjir setiap tahun,” tegasnya.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

LPMK se-Kecamatan Gununganyar bahkan telah menyurati sejumlah pihak terkait, termasuk Dinas PU Sumber Daya Air Jatim, DSDABM Surabaya, dan kelurahan-kelurahan setempat.

Surat bernomor 0.12/LPMK-GA/K/III/2023 itu berisi desakan untuk segera melakukan normalisasi sungai. Namun, respons yang diharapkan tak kunjung datang.

Faishol mengapresiasi upaya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang sempat mengerahkan alat berat untuk normalisasi sementara di Sungai Avur. 

Namun, upaya tersebut terhenti setelah Pemkot Surabaya mendapat teguran dari Pemprov Jawa Timur, yang menyatakan bahwa pengelolaan sungai merupakan kewenangan provinsi.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

“Pemkot sempat bekerja 24 jam nonstop, tetapi dihentikan karena ini kewenangan pemprov,” tambah Faishol.

Ketua RW 5 Kelurahan Gununganyar, Rudi, juga mengeluhkan dampak banjir yang merendam rumah warga akibat meluapnya sungai. Ia berharap pemerintah provinsi segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Jarak rumah warga dengan sungai hanya sekitar 300-500 meter. Saat hujan deras, air meluap dan masuk ke rumah-rumah,” ungkapnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.