Selasa, 03 Feb 2026 10:19 WIB

Banjir Ancam Gunung Anyar, Warga Desak Janji Normalisasi Sungai Avur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 29 Des 2024 11:59 WIB

Selalu.id – Warga Kecamatan Gununganyar dan Rungkut Menanggal Surabaya mengeluh selalu ada banjir di daerahnya. Mereka pun menagih janji normalisasi Sungai Avur kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. 

Menurut warga, pendangkalan sungai dan menumpuknya enceng gondok di sepanjang aliran sungai menjadi penyebab banjir tahunan yang kerap melanda kawasan ini.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Rungkut Menanggal, Muhammad Faishol, menyebut banjir akibat meluapnya Sungai Avur semakin parah dalam 15-20 tahun terakhir. 

Faishol menilai tumpukan enceng gondok di aliran sungai kini mencapai panjang hampir satu kilometer, mulai dari kawasan PT SIER hingga Kelurahan Gununganyar Tambak.

“Saya sudah hampir 50 tahun tinggal di Rungkut Menanggal. Dulu sungai ini rutin dibersihkan dan diawasi, sehingga tidak pernah meluap. Tapi sekarang, tidak ada perawatan sama sekali,” kata Faishol, Minggu (29/12/2024).

Faishol menjelaskan, pada 16 Juni 2023, pihaknya bersama BBWS, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, serta sejumlah pihak terkait telah menyepakati rencana normalisasi sungai. Namun, hingga saat ini tidak ada tindak lanjut nyata dari pihak BBWS maupun Pemprov Jawa Timur.

“Kesepakatan itu hanya di atas kertas. Tidak ada realisasi sama sekali, sementara warga terus terdampak banjir setiap tahun,” tegasnya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

LPMK se-Kecamatan Gununganyar bahkan telah menyurati sejumlah pihak terkait, termasuk Dinas PU Sumber Daya Air Jatim, DSDABM Surabaya, dan kelurahan-kelurahan setempat.

Surat bernomor 0.12/LPMK-GA/K/III/2023 itu berisi desakan untuk segera melakukan normalisasi sungai. Namun, respons yang diharapkan tak kunjung datang.

Faishol mengapresiasi upaya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang sempat mengerahkan alat berat untuk normalisasi sementara di Sungai Avur. 

Namun, upaya tersebut terhenti setelah Pemkot Surabaya mendapat teguran dari Pemprov Jawa Timur, yang menyatakan bahwa pengelolaan sungai merupakan kewenangan provinsi.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

“Pemkot sempat bekerja 24 jam nonstop, tetapi dihentikan karena ini kewenangan pemprov,” tambah Faishol.

Ketua RW 5 Kelurahan Gununganyar, Rudi, juga mengeluhkan dampak banjir yang merendam rumah warga akibat meluapnya sungai. Ia berharap pemerintah provinsi segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Jarak rumah warga dengan sungai hanya sekitar 300-500 meter. Saat hujan deras, air meluap dan masuk ke rumah-rumah,” ungkapnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.