Jumat, 05 Jun 2026 22:29 WIB

DPR RI Minta BPOM Lakukan Pengawasan Ekstra Produk Skincare

Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz
Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz

selalu.id - Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menekankan, pentingnya pengawasan terhadap produk - produk skincare yang kian menjamur di masyarakat. Ia menjelaskan, tidak hanya produk makanan, namun produk skincare juga kerap kali diadukan masyarakat kepada BPOM karena dinilai tidak memenuhi standar keamanan.

Legislator dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menjelaskan, saat ini skincare telah menjadi kebutuhan utama bagi banyak perempuan. Hal itu lantaran sering kali menganggapnya sebagai syarat untuk tampil cantik.

Baca Juga: Penerbangan Jember-Surabaya Jadi Hadiah Istimewa di Hari Lahir Pancasila

"Namun munculnya produk-produk yang tidak terdaftar dan mengandung bahan kimia berbahaya mengakibatkan berbagai masalah termasuk kerusakan kulit, seperti kasus-kasus viral di media sosial di mana pengguna mengalami efek negatif, seperti kulit terbakar akibat penggunaan produk yang tidak terjamin keamanannya," terangnya.

Dalam kesempatan ini, ia juga meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk tidak hanya menunggu laporan dari masyarakat mengenai produk yang berbahaya tetapi juga melakukan pengawasan proaktif.

"BPOM perlu sistem pengawasan berkelanjutan terhadap produk-produk yang telah beredar di pasar, termasuk melakukan verifikasi dan sosialisasi tentang produk yang aman dan berbahaya," tambahnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai cara membedakan produk yang berbahaya dikarekanabbanyaknya iklan yang menjanjikan hasil instan. Karena itu, ia mendorong agar konsumen perlu dilengkapi dengan informasi yang tepat untuk membuat pilihan yang aman.

Baca Juga: Mobil Anggota DPR RI Gus Hilman Kecelakaan di Tol Paspro, Dua Staf Pendamping Tewas

"Saya mengusulkan agar BPOM melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk generasi muda, dalam kampanye kesadaran tentang produk skincare yang aman," tegasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya, Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah, Ecoton, juga mendesak BPOM segera bertindak atas adanya temuan Microbeads yang ancam kesehatan generasi muda dengan menggelar aksi damai di depan Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (7/11/2024) lalu.

Aksi Ecoton tersebut bertujuan mendesak BPOM segera bertindak atas temuan microbeads atau butiran plastik mikro dalam produk pembersih wajah (skincare), sampo, makanan, dan minuman kemasan yang beredar luas di pasaran. Ecoton juga memperingatkan bahwa microbeads berpotensi mengancam kesehatan generasi muda.

Baca Juga: Program MBG Sasar Bangkalan: Perkuat SDM dan Gerakkan Ekonomi Lokal

Dengan maraknya produk skincare yang beredar di pasaran upaya pengawasan dan edukasi menjadi sangat penting. Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, menegaskan bahwa BPOM memiliki peran krusial dalam melindungi konsumen dan memastikan keselamatan produk yang digunakan oleh masyarakat.

"Edukasi yang tepat dan pengawasan yang ketat akan membantu mencegah korban lebih lanjut dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai produk yang aman," tandasnya. 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.