Selasa, 20 Okt 2026 04:23 WIB

Mufti Anam Dorong Warga Hidupkan Semangat Kolektif Berlandaskan Empat Pilar Kebangsaan

Kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Probolinggo
Kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Probolinggo

selalu.id - Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mengajak masyarakat menguatkan kembali budaya saling membantu sebagai benteng sosial menghadapi tekanan ekonomi yang kian kompleks, baik dari dalam maupun luar negeri.

Ajakan itu ia sampaikan saat kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Probolinggo, 18 Desember 2025. Kegiatan tersebut dihadiri beragam unsur masyarakat, mulai dari kalangan santri, aktivis perempuan, penggerak kampung, hingga tokoh adat dan budaya dari berbagai desa.

Baca Juga: Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Menurut Mufti, Indonesia memiliki fondasi kebangsaan yang kokoh melalui empat pilar utama yang menjadi penyangga kehidupan bernegara. Upaya merangkum dan menguatkan empat pilar ini, kata dia, dirintis secara serius pada masa almarhum Taufiq Kiemas menjabat Ketua MPR RI periode 2009–2014.

“Yang kita sebut Empat Pilar itu adalah Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Inilah tiang-tiang yang menyangga bangunan besar Indonesia,” ujar mantan aktivis IPNU tersebut.

Ia menilai, nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar tidak pernah usang. Justru di tengah krisis global, ancaman ketahanan pangan, dan tekanan sosial-ekonomi, prinsip-prinsip itu semakin dibutuhkan sebagai kompas bersama.

Baca Juga: Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Mufti menekankan pentingnya Pancasila sebagai jiwa bangsa. Ideologi ini, lanjutnya, lahir dari pengalaman sejarah dan kebudayaan rakyat Indonesia, yang digali oleh Bung Karno dan diproklamasikan secara konseptual dalam pidato 1 Juni 1945.

“Pancasila bukan barang impor. Ia tumbuh dari rahim bangsa sendiri. Karena itu, nilai-nilainya sangat dekat dengan kehidupan rakyat, termasuk semangat kebersamaan dan tolong-menolong,” kata mantan Ketua HIPMI Jatim itu.

Ia mengajak warga mulai dari lingkungan terdekat. Menurutnya, kepedulian sosial harus diwujudkan secara nyata, bukan sekadar slogan. “Perhatikan sekitar kita. Jangan sampai ada tetangga yang kelaparan atau hidup dalam kesulitan tanpa uluran tangan,” tutur pengurus GP Ansor tersebut.

Baca Juga: Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi 4 Orang, Ini Daftar Namanya

Selain itu, Mufti juga menekankan pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman. Perbedaan agama, suku, dan latar belakang, kata dia, seharusnya menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.

“Kalau kita sibuk bertikai karena perbedaan, jangan harap bangsa ini bisa melangkah jauh. Persatuan adalah modal utama untuk maju,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).