Senin, 09 Feb 2026 17:56 WIB

Mufti Anam Dorong Warga Hidupkan Semangat Kolektif Berlandaskan Empat Pilar Kebangsaan

Kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Probolinggo
Kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Probolinggo

selalu.id - Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mengajak masyarakat menguatkan kembali budaya saling membantu sebagai benteng sosial menghadapi tekanan ekonomi yang kian kompleks, baik dari dalam maupun luar negeri.

Ajakan itu ia sampaikan saat kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Probolinggo, 18 Desember 2025. Kegiatan tersebut dihadiri beragam unsur masyarakat, mulai dari kalangan santri, aktivis perempuan, penggerak kampung, hingga tokoh adat dan budaya dari berbagai desa.

Baca Juga: Balita 2 Tahun di Probolinggo yang Hilang Misterius Belum Ditemukan

Menurut Mufti, Indonesia memiliki fondasi kebangsaan yang kokoh melalui empat pilar utama yang menjadi penyangga kehidupan bernegara. Upaya merangkum dan menguatkan empat pilar ini, kata dia, dirintis secara serius pada masa almarhum Taufiq Kiemas menjabat Ketua MPR RI periode 2009–2014.

“Yang kita sebut Empat Pilar itu adalah Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Inilah tiang-tiang yang menyangga bangunan besar Indonesia,” ujar mantan aktivis IPNU tersebut.

Ia menilai, nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar tidak pernah usang. Justru di tengah krisis global, ancaman ketahanan pangan, dan tekanan sosial-ekonomi, prinsip-prinsip itu semakin dibutuhkan sebagai kompas bersama.

Baca Juga: Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Mufti menekankan pentingnya Pancasila sebagai jiwa bangsa. Ideologi ini, lanjutnya, lahir dari pengalaman sejarah dan kebudayaan rakyat Indonesia, yang digali oleh Bung Karno dan diproklamasikan secara konseptual dalam pidato 1 Juni 1945.

“Pancasila bukan barang impor. Ia tumbuh dari rahim bangsa sendiri. Karena itu, nilai-nilainya sangat dekat dengan kehidupan rakyat, termasuk semangat kebersamaan dan tolong-menolong,” kata mantan Ketua HIPMI Jatim itu.

Ia mengajak warga mulai dari lingkungan terdekat. Menurutnya, kepedulian sosial harus diwujudkan secara nyata, bukan sekadar slogan. “Perhatikan sekitar kita. Jangan sampai ada tetangga yang kelaparan atau hidup dalam kesulitan tanpa uluran tangan,” tutur pengurus GP Ansor tersebut.

Baca Juga: Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Selain itu, Mufti juga menekankan pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman. Perbedaan agama, suku, dan latar belakang, kata dia, seharusnya menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.

“Kalau kita sibuk bertikai karena perbedaan, jangan harap bangsa ini bisa melangkah jauh. Persatuan adalah modal utama untuk maju,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Menanti Siapa Saja Anggota DPRD Surabaya yang Jadi Tersangka Kasus Bimtek

Kasus ini berpusat pada dugaan penyalahgunaan anggaran kegiatan bimtek bagi anggota DPRD Surabaya yang menyedot anggaran hingga miliaran rupiah.

Tingkatkan Layanan Terminal Peti Kemas, Pelindo Datangkan Alat Bongkar Muat Baru

Alat-alat tersebut rencananya akan mulai tiba secara bertahap pada semester-II tahun 2026.

Kasus Korupsi Bimtek DPRD Surabaya, Siapa yang Akan Jadi Tersangka?

Kasus ini berpusat pada dugaan penyalahgunaan anggaran kegiatan bimtek bagi anggota DPRD Surabaya dengan anggaran miliaran rupiah.

Khofifah Dirujak Netizen usai Mangkir di Sidang Korupsi Dana Hibah Jatim: Pedes Banget!

Tak banyak dari mereka, menyatakan kekhawatiran akan kemungkinan penyelidikan tidak berjalan transparan, hingga menginginkan proses hukum berjalan cepat.

Pesan Khusus Ning Ita pada Insan Pers Dalam Perayaan HPN ke-80 di Mojokerto

Ning Ita mengatakan di tengah berbagai tantangan nasional dan global, pers di daerah memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang menyejukkan.

Temuan Mengejutkan Menteri LH saat Sidak Kebersihan di Surabaya, Langsung Beri Catatan Khusus

“Kalau masih seperti itu, maka agak susah untuk kita tingkatkan nilainya,” tegas Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq.