Kamis, 04 Jun 2026 08:57 WIB

Mufti Anam Dorong Warga Hidupkan Semangat Kolektif Berlandaskan Empat Pilar Kebangsaan

Kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Probolinggo
Kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Probolinggo

selalu.id - Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mengajak masyarakat menguatkan kembali budaya saling membantu sebagai benteng sosial menghadapi tekanan ekonomi yang kian kompleks, baik dari dalam maupun luar negeri.

Ajakan itu ia sampaikan saat kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Probolinggo, 18 Desember 2025. Kegiatan tersebut dihadiri beragam unsur masyarakat, mulai dari kalangan santri, aktivis perempuan, penggerak kampung, hingga tokoh adat dan budaya dari berbagai desa.

Baca Juga: Pria di Probolinggo jadi Korban Begal, Satu Motor Matik Raib 

Menurut Mufti, Indonesia memiliki fondasi kebangsaan yang kokoh melalui empat pilar utama yang menjadi penyangga kehidupan bernegara. Upaya merangkum dan menguatkan empat pilar ini, kata dia, dirintis secara serius pada masa almarhum Taufiq Kiemas menjabat Ketua MPR RI periode 2009–2014.

“Yang kita sebut Empat Pilar itu adalah Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Inilah tiang-tiang yang menyangga bangunan besar Indonesia,” ujar mantan aktivis IPNU tersebut.

Ia menilai, nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar tidak pernah usang. Justru di tengah krisis global, ancaman ketahanan pangan, dan tekanan sosial-ekonomi, prinsip-prinsip itu semakin dibutuhkan sebagai kompas bersama.

Baca Juga: Penerbangan Jember-Surabaya Jadi Hadiah Istimewa di Hari Lahir Pancasila

Mufti menekankan pentingnya Pancasila sebagai jiwa bangsa. Ideologi ini, lanjutnya, lahir dari pengalaman sejarah dan kebudayaan rakyat Indonesia, yang digali oleh Bung Karno dan diproklamasikan secara konseptual dalam pidato 1 Juni 1945.

“Pancasila bukan barang impor. Ia tumbuh dari rahim bangsa sendiri. Karena itu, nilai-nilainya sangat dekat dengan kehidupan rakyat, termasuk semangat kebersamaan dan tolong-menolong,” kata mantan Ketua HIPMI Jatim itu.

Ia mengajak warga mulai dari lingkungan terdekat. Menurutnya, kepedulian sosial harus diwujudkan secara nyata, bukan sekadar slogan. “Perhatikan sekitar kita. Jangan sampai ada tetangga yang kelaparan atau hidup dalam kesulitan tanpa uluran tangan,” tutur pengurus GP Ansor tersebut.

Baca Juga: Yadnya Kasada Suku Tengger Semeru Lahirkan Tiga Dukun Pandita Baru

Selain itu, Mufti juga menekankan pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman. Perbedaan agama, suku, dan latar belakang, kata dia, seharusnya menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.

“Kalau kita sibuk bertikai karena perbedaan, jangan harap bangsa ini bisa melangkah jauh. Persatuan adalah modal utama untuk maju,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.