PT Granting Jaya Diduga Manipulasi Data Proyek Reklamasi SWL
- Penulis : Dony Maulana
- | Kamis, 31 Okt 2024 12:49 WIB
selalu.id - Pernyataan sikap Forum Masyarakat Madani Maritim (FMMM) kepada PT Granting Jaya yang berkaitan dengan kajian ilmiah Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Rektor, dan para Profesor Peneliti Kajian Surabaya Waterfront Land (SWL).
Pihak FMMM mengecam keras atas sikap yang dilakukan PT Granting Jaya terhadap proyek pengembangan Surabaya Waterfront Land (SWL) yang diduga memanfaatkan kajian ilmiah dari institusi ITS dengan membelokkan fakta. Fakta tersebut diantaranya yaitu soal indeks ekonomi masyarakat terdampak.
Koordinator FMMM Heroe Budiarto menyebut, saat pihak ITS melakukan kajian ilmiah tersebut, pihak ITS pun juga diduga tidak melibatkan nelayan sebagai obyek langsung (terdampak) sumber data primer (utama). Namun, PT Granting Jaya justru memanfaatkan kajian ilmiah dari ITS tersebut untuk diajukan kepada pemerintah pusat dengan tidak menyantumkan data indeks ekonomi masyarakat terdampak.
Pihak FMMM pun juga menegaskan, bahwa pihak utama yang terlibat pembangunan Proyek Pengembangan SWL yakni PT Granting Jaya yang notabenenya ditunjuk oleh pemerintah pusat, diduga telah melakukan manipulasi data untuk melengkapi studi kelayakan yang mengandung pendustaan ilmiah.
Hal itu, terbukti dengan adanya fakta terbaru dimana berdasarkan kajian ilmiah dari ITS menyebutkan jika proyek pengembangan SWL ini terealisasi, maka akan ada penurunan pada indeks ekonomi masyarakat terdampak, yang mana angka penurunan tersebut mencapai 14 persen.
Angka (14 persen) ini termasuk cukup besar. Artinya, lanjut ia menerangkan, pihak PT Granting Jaya tidak mengedepankan tinjauan nurani sebagai aspek utama untuk melakukan Pembangunan SWL dengan tanpa memperdulikan kelangsungan hajat hidup nelayan, petani tambak, masyarakat pesisir dan masyarakat kota Surabaya pada umumnya.
"Nelayan kehilangan mata pencaharian terhadap kerang kupang, kerang dara, kerang manuk (kapak), jangkang, kepiting, jambal, belanak, dukang, keting, udang, nener, kakap, kerapu, kuniran, layur dan mimi. Para petani tambak akan kehilangan mata pencarian karena kemrosotan produktivitas hasil tambak, karena kualitas air dan banjir yang ditimbulkan oleh proyek tersebut," tegas Heroe kepada selalu.id di Surabaya, Kamis (31/10/2024).
Meskipun demikian, jika mega proyek pengembangan SWL ini benar-benar terealisasi, dan pihak terkait (PT Granting Jaya) tidak memperhatikan aspek sosial dan budaya yang ada di sekitar kehidupan nelayan. Maka, rantai kehidupan masyarakat pesisir kota Surabaya akan musnah seketika.
Bahkan, parahnya, dari dampak tersebut Surabaya akan terkena ancaman banjir bandang yang meluas diberbagai pelosok kota. Meski begitu, sampai saat ini baik pemerintah provinsi Jawa Timur maupun pemerintah kota Surabaya sendiri belum menentukan sikap konkretnya.
"Kegiatan ibu-ibu mengolah hasil tangkapan nelayan, membuat krupuk, trasi, ikan asin, ikan asap sudah tidak ada lagi. Budaya nelayan dan masyarakat pesisir sudah tak ada lagi. Anak-anak kehilangan tempat bermain, karena tidak lagi bisa bermain lumpur dan kulit-kulit kerang," ungkapnya.
Disamping itu, Heroe juga menyebut bahwa PT Granting Jaya ini seakan-akan merampok dari pemerintah pusat dengan melakukan pembelokan fakta. "Dari hasil kajian ITS tersebut hanya dicuplik sebagian. Dalam artian dicuplik terhadap kajian yang baik-baiknya saja," tandasnya.
Seperti diketahui, Forum Masyarakat Madani Maritim sendiri merupakan salah satu wadah sosial masyarakat yang terdiri dari adanya keterlibatan para Nelayan, Petani Tambak, dan Masyarakat Pesisir kota Surabaya.
Baca Juga: Lokakarya Maritim ITS Diduga Kedok Reklamasi, FMM-S Ancam Kerahkan Aksi Besar
Editor : AdingURL : https://selalu.id/news-8401-pt-granting-jaya-diduga-manipulasi-data-proyek-reklamasi-swl
