Jumat, 05 Jun 2026 15:45 WIB

Lokakarya Maritim ITS Diduga Kedok Reklamasi, FMM-S Ancam Kerahkan Aksi Besar

Forum Masyarakat Madani Maritim Surabaya (FMM-S)
Forum Masyarakat Madani Maritim Surabaya (FMM-S)

selalu.id – Forum Masyarakat Madani Maritim Surabaya (FMM-S) mengecam Prof. Ir. Daniel Mohammad Rosyid, M.Phil., Ph.D., MRINA, akademisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yang diduga terlibat dalam upaya memuluskan izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) proyek reklamasi Surabaya Waterfront City oleh PT. Granting Jaya.

Kecaman tersebut disampaikan oleh Ir. Heroe Budiarto, perwakilan FMM-S, yang terdiri dari nelayan, petani tambak, masyarakat pesisir, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DPC Surabaya, Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya (MLH PDM), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Badan Eksekutif Mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan ekstra, serta warga Surabaya lainnya.

Baca Juga: Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

FMM-S memprotes rencana Lokakarya Pengembangan Pusat Maritim Surabaya yang akan digelar di Gedung NASDEC, Kampus ITS Sukolilo, pada 1–2 Agustus 2025. Lokakarya yang diinisiasi oleh HAPPI atas nama Prof. Daniel Rosyid itu diduga menjadi upaya untuk memuluskan izin Amdal PT. Granting Jaya.

“Acara ini diduga sebagai upaya pembungkusan isu reklamasi dengan nuansa ilmiah dan akademis, melibatkan lima unsur (pentahelix) untuk mengabaikan penolakan masyarakat,” jelas Heroe kepada selalu.id, Senin (28/7/2025).

“Kami menduga ini adalah kebohongan ilmiah yang diilmiah-ilmiahkan,” imbuhnya.

FMM-S menyatakan bahwa Prof. Daniel Rosyid telah mengabaikan penolakan dari warga pesisir, DPRD Kota Surabaya, DPRD Jawa Timur, Pemkot Surabaya, dan DPR RI terhadap proyek reklamasi tersebut. Penolakan tersebut, kata mereka, terdokumentasi dalam video yang disertakan dalam pernyataan sikap FMM-S.

Baca Juga: Motor Brebet Usai Isi Pertalite, Ahli ITS Jelaskan Penyebabnya

Dalam pernyataan sikapnya, FMM-S menyampaikan dua poin. Pertama, mengecam upaya Prof. Daniel Rosyid yang diduga memuluskan izin Amdal PT. Granting Jaya melalui lokakarya atau kegiatan ilmiah lainnya. Kedua, mengecam ITS jika terbukti memberikan fasilitas atau bekerja sama dengan rencana tersebut.

FMM-S mengancam akan menggelar aksi massa lebih besar jika lokakarya tetap dilaksanakan dan pernyataan mereka diabaikan. Mereka menegaskan penolakan terhadap proyek reklamasi Surabaya Waterfront City dan menyatakan akan terus memperjuangkan kepentingan masyarakat pesisir.

Heroe juga mengkritik pendekatan dalam lokakarya tersebut. Ia menilai seharusnya kegiatan difokuskan pada pengembangan sumber daya laut dan kesejahteraan nelayan.

Baca Juga: Reklamasi Surabaya: Komisi D DPRD Jatim Ajukan Penolakan ke DPR RI

“Prof. Daniel Rosyid, sebagai akademisi, seharusnya lebih fokus pada riset dan pengembangan potensi laut untuk kesejahteraan masyarakat, bukan bertindak sebagai ‘makelar’ bagi kepentingan pihak swasta,” tandasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.