Rabu, 22 Jul 2026 21:43 WIB

Lokakarya Maritim ITS Diduga Kedok Reklamasi, FMM-S Ancam Kerahkan Aksi Besar

Forum Masyarakat Madani Maritim Surabaya (FMM-S)
Forum Masyarakat Madani Maritim Surabaya (FMM-S)

selalu.id – Forum Masyarakat Madani Maritim Surabaya (FMM-S) mengecam Prof. Ir. Daniel Mohammad Rosyid, M.Phil., Ph.D., MRINA, akademisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yang diduga terlibat dalam upaya memuluskan izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) proyek reklamasi Surabaya Waterfront City oleh PT. Granting Jaya.

Kecaman tersebut disampaikan oleh Ir. Heroe Budiarto, perwakilan FMM-S, yang terdiri dari nelayan, petani tambak, masyarakat pesisir, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DPC Surabaya, Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya (MLH PDM), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Badan Eksekutif Mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan ekstra, serta warga Surabaya lainnya.

Baca Juga: Pakar ITS Soal Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari: Test Pile Harus Berizin!

FMM-S memprotes rencana Lokakarya Pengembangan Pusat Maritim Surabaya yang akan digelar di Gedung NASDEC, Kampus ITS Sukolilo, pada 1–2 Agustus 2025. Lokakarya yang diinisiasi oleh HAPPI atas nama Prof. Daniel Rosyid itu diduga menjadi upaya untuk memuluskan izin Amdal PT. Granting Jaya.

“Acara ini diduga sebagai upaya pembungkusan isu reklamasi dengan nuansa ilmiah dan akademis, melibatkan lima unsur (pentahelix) untuk mengabaikan penolakan masyarakat,” jelas Heroe kepada selalu.id, Senin (28/7/2025).

“Kami menduga ini adalah kebohongan ilmiah yang diilmiah-ilmiahkan,” imbuhnya.

FMM-S menyatakan bahwa Prof. Daniel Rosyid telah mengabaikan penolakan dari warga pesisir, DPRD Kota Surabaya, DPRD Jawa Timur, Pemkot Surabaya, dan DPR RI terhadap proyek reklamasi tersebut. Penolakan tersebut, kata mereka, terdokumentasi dalam video yang disertakan dalam pernyataan sikap FMM-S.

Baca Juga: Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Dalam pernyataan sikapnya, FMM-S menyampaikan dua poin. Pertama, mengecam upaya Prof. Daniel Rosyid yang diduga memuluskan izin Amdal PT. Granting Jaya melalui lokakarya atau kegiatan ilmiah lainnya. Kedua, mengecam ITS jika terbukti memberikan fasilitas atau bekerja sama dengan rencana tersebut.

FMM-S mengancam akan menggelar aksi massa lebih besar jika lokakarya tetap dilaksanakan dan pernyataan mereka diabaikan. Mereka menegaskan penolakan terhadap proyek reklamasi Surabaya Waterfront City dan menyatakan akan terus memperjuangkan kepentingan masyarakat pesisir.

Heroe juga mengkritik pendekatan dalam lokakarya tersebut. Ia menilai seharusnya kegiatan difokuskan pada pengembangan sumber daya laut dan kesejahteraan nelayan.

Baca Juga: Motor Brebet Usai Isi Pertalite, Ahli ITS Jelaskan Penyebabnya

“Prof. Daniel Rosyid, sebagai akademisi, seharusnya lebih fokus pada riset dan pengembangan potensi laut untuk kesejahteraan masyarakat, bukan bertindak sebagai ‘makelar’ bagi kepentingan pihak swasta,” tandasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.