Sabtu, 06 Jun 2026 07:42 WIB

Lokakarya Maritim ITS Diduga Kedok Reklamasi, FMM-S Ancam Kerahkan Aksi Besar

Forum Masyarakat Madani Maritim Surabaya (FMM-S)
Forum Masyarakat Madani Maritim Surabaya (FMM-S)

selalu.id – Forum Masyarakat Madani Maritim Surabaya (FMM-S) mengecam Prof. Ir. Daniel Mohammad Rosyid, M.Phil., Ph.D., MRINA, akademisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yang diduga terlibat dalam upaya memuluskan izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) proyek reklamasi Surabaya Waterfront City oleh PT. Granting Jaya.

Kecaman tersebut disampaikan oleh Ir. Heroe Budiarto, perwakilan FMM-S, yang terdiri dari nelayan, petani tambak, masyarakat pesisir, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DPC Surabaya, Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya (MLH PDM), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Badan Eksekutif Mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan ekstra, serta warga Surabaya lainnya.

Baca Juga: Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

FMM-S memprotes rencana Lokakarya Pengembangan Pusat Maritim Surabaya yang akan digelar di Gedung NASDEC, Kampus ITS Sukolilo, pada 1–2 Agustus 2025. Lokakarya yang diinisiasi oleh HAPPI atas nama Prof. Daniel Rosyid itu diduga menjadi upaya untuk memuluskan izin Amdal PT. Granting Jaya.

“Acara ini diduga sebagai upaya pembungkusan isu reklamasi dengan nuansa ilmiah dan akademis, melibatkan lima unsur (pentahelix) untuk mengabaikan penolakan masyarakat,” jelas Heroe kepada selalu.id, Senin (28/7/2025).

“Kami menduga ini adalah kebohongan ilmiah yang diilmiah-ilmiahkan,” imbuhnya.

FMM-S menyatakan bahwa Prof. Daniel Rosyid telah mengabaikan penolakan dari warga pesisir, DPRD Kota Surabaya, DPRD Jawa Timur, Pemkot Surabaya, dan DPR RI terhadap proyek reklamasi tersebut. Penolakan tersebut, kata mereka, terdokumentasi dalam video yang disertakan dalam pernyataan sikap FMM-S.

Baca Juga: Motor Brebet Usai Isi Pertalite, Ahli ITS Jelaskan Penyebabnya

Dalam pernyataan sikapnya, FMM-S menyampaikan dua poin. Pertama, mengecam upaya Prof. Daniel Rosyid yang diduga memuluskan izin Amdal PT. Granting Jaya melalui lokakarya atau kegiatan ilmiah lainnya. Kedua, mengecam ITS jika terbukti memberikan fasilitas atau bekerja sama dengan rencana tersebut.

FMM-S mengancam akan menggelar aksi massa lebih besar jika lokakarya tetap dilaksanakan dan pernyataan mereka diabaikan. Mereka menegaskan penolakan terhadap proyek reklamasi Surabaya Waterfront City dan menyatakan akan terus memperjuangkan kepentingan masyarakat pesisir.

Heroe juga mengkritik pendekatan dalam lokakarya tersebut. Ia menilai seharusnya kegiatan difokuskan pada pengembangan sumber daya laut dan kesejahteraan nelayan.

Baca Juga: Reklamasi Surabaya: Komisi D DPRD Jatim Ajukan Penolakan ke DPR RI

“Prof. Daniel Rosyid, sebagai akademisi, seharusnya lebih fokus pada riset dan pengembangan potensi laut untuk kesejahteraan masyarakat, bukan bertindak sebagai ‘makelar’ bagi kepentingan pihak swasta,” tandasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.