Kamis, 22 Okt 2026 21:40 WIB

Lokakarya Maritim ITS Diduga Kedok Reklamasi, FMM-S Ancam Kerahkan Aksi Besar

Forum Masyarakat Madani Maritim Surabaya (FMM-S)
Forum Masyarakat Madani Maritim Surabaya (FMM-S)

selalu.id – Forum Masyarakat Madani Maritim Surabaya (FMM-S) mengecam Prof. Ir. Daniel Mohammad Rosyid, M.Phil., Ph.D., MRINA, akademisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yang diduga terlibat dalam upaya memuluskan izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) proyek reklamasi Surabaya Waterfront City oleh PT. Granting Jaya.

Kecaman tersebut disampaikan oleh Ir. Heroe Budiarto, perwakilan FMM-S, yang terdiri dari nelayan, petani tambak, masyarakat pesisir, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DPC Surabaya, Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya (MLH PDM), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Badan Eksekutif Mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan ekstra, serta warga Surabaya lainnya.

Baca Juga: Pakar ITS Soal Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari: Test Pile Harus Berizin!

FMM-S memprotes rencana Lokakarya Pengembangan Pusat Maritim Surabaya yang akan digelar di Gedung NASDEC, Kampus ITS Sukolilo, pada 1–2 Agustus 2025. Lokakarya yang diinisiasi oleh HAPPI atas nama Prof. Daniel Rosyid itu diduga menjadi upaya untuk memuluskan izin Amdal PT. Granting Jaya.

“Acara ini diduga sebagai upaya pembungkusan isu reklamasi dengan nuansa ilmiah dan akademis, melibatkan lima unsur (pentahelix) untuk mengabaikan penolakan masyarakat,” jelas Heroe kepada selalu.id, Senin (28/7/2025).

“Kami menduga ini adalah kebohongan ilmiah yang diilmiah-ilmiahkan,” imbuhnya.

FMM-S menyatakan bahwa Prof. Daniel Rosyid telah mengabaikan penolakan dari warga pesisir, DPRD Kota Surabaya, DPRD Jawa Timur, Pemkot Surabaya, dan DPR RI terhadap proyek reklamasi tersebut. Penolakan tersebut, kata mereka, terdokumentasi dalam video yang disertakan dalam pernyataan sikap FMM-S.

Baca Juga: Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Dalam pernyataan sikapnya, FMM-S menyampaikan dua poin. Pertama, mengecam upaya Prof. Daniel Rosyid yang diduga memuluskan izin Amdal PT. Granting Jaya melalui lokakarya atau kegiatan ilmiah lainnya. Kedua, mengecam ITS jika terbukti memberikan fasilitas atau bekerja sama dengan rencana tersebut.

FMM-S mengancam akan menggelar aksi massa lebih besar jika lokakarya tetap dilaksanakan dan pernyataan mereka diabaikan. Mereka menegaskan penolakan terhadap proyek reklamasi Surabaya Waterfront City dan menyatakan akan terus memperjuangkan kepentingan masyarakat pesisir.

Heroe juga mengkritik pendekatan dalam lokakarya tersebut. Ia menilai seharusnya kegiatan difokuskan pada pengembangan sumber daya laut dan kesejahteraan nelayan.

Baca Juga: Motor Brebet Usai Isi Pertalite, Ahli ITS Jelaskan Penyebabnya

“Prof. Daniel Rosyid, sebagai akademisi, seharusnya lebih fokus pada riset dan pengembangan potensi laut untuk kesejahteraan masyarakat, bukan bertindak sebagai ‘makelar’ bagi kepentingan pihak swasta,” tandasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.

Kabar Gembira, Jalan Rusak di Pace-Tanjunganom Nganjuk Segera Diperbaiki

Perbaikan jalan ini tak sekedar untuk akses kendaraan, namun juga mampu melejitkan denyut perekonomian warga di sekitar jalur Pace-Tanjunganom, Nganjuk

IMM Jember Gelar Aksi Demo, Desak Pemerintah Serius Benahi 7 Persoalan Pendidikan

Mereka memberikan waktu satu minggu dan mengancam bakal menggelar aksi demonstrasi jilid II apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti dengan langkah konkret.