Sabtu, 06 Jun 2026 05:45 WIB

Warga Pesisir Surabaya: PT Granting Lakukan Pembelokan Fakta Reklamasi

Koordinator Forum Masyarakat Madani Maritim, Heroe Budiarto
Koordinator Forum Masyarakat Madani Maritim, Heroe Budiarto

selalu.id - Polemik seputar pulau reklamasi yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) Surabaya Waterfront Land (SWL) masih terus bergulir, yang mana proyek tersebut di nahkodai oleh PT Granting Jaya.

Sementara ribuan masyarakat pesisir pantai Surabaya menolak keras atas tindakkan PT Granting, yang dirasa menurut para masyarakat pesisir pantai Surabaya ini, pihak PT Granting dirasa menjual laut Surabaya kepada pemerintah.

Koordinator Forum Masyarakat Madani Maritim, Heroe Budiarto mengatakan, bahwa sikap yang diambil oleh PT Granting ini tidak lain merupakan kebijakan sepihak. Pasalnya, banyak indikasi yang tidak sesuai dan sangat merugikan Kota Surabaya, khususnya masyarakat pesisir Kota Surabaya.

"PT Granting ini mengabaikan kami selaku masyarakat pesisir pantai kota Surabaya. Dan kami merasa dicurangi oleh mereka (PT Granting). Saat ini mereka bersama Kementerian Pertahanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan Perikanan Jawa Timur, dll.., sedang melakukan survey terkait PSN ini," ungkap Heroe kepada selalu.id disela-sela aksi demo ditengah laut, Rabu (30/10/2024).

Diketahui, PT Granting Jaya ini lakukan pembelokan fakta atas kajian ilmiah yang pernah dilakukan oleh Institut Teknik Sepuluh November (ITS). Berdasarkan hal itulah, lanjut Heroe mengatakan, PT Granting memanfaatkan dengan melakukan pembelokan fakta.

Fakta kajian tersebut, berisikan adanya penurunan indeks ekonomi masyarakat pesisir kota Surabaya sebesar 14 persen. Namun, fakta penurunan indeks ekonomi ini tidak dicantumkan oleh pihak PT Granting Jaya kepada Pemerintah Pusat. Sehingga hal inilah yang menjadikan polemik reklamasi tersebut semakin ricuh.

"Mereka (PT Granting) memanfaatkan kajian ilmiah dari ITS, namun kenapa soal penurunan indeks ekonomi masyarakat pesisir sebesar 14 persen tidak dicantumkan saat audiensi dengan pemerintah pusat?" tegasnya.

Seperti diketahui, para masyarakat pesisir pada hari ini, Rabu (30/10/2024) melakukan aksi unjuk rasa. Momen ini digunakan oleh masyarakat pesisir kota Surabaya karena diduga pihak PT Granting Jaya sedang melakukan pertemuan tertutup dan lanjut melakukan survey lokasi yang rencananya akan dibangun pulau-pulau reklamasi bersama KKP, Kemenhan dan DKP Jatim.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.