Masyarakat Pesisir Desak ITS Ikut Tolak Reklamasi Surabaya
- Penulis : Dony Maulana
- | Sabtu, 12 Okt 2024 13:03 WIB
selalu.id - Forum Masyarakat Madani Maritim (FMMM), beserta kelompok nelayan dari pesisir timur Kota Surabaya beserta tokoh Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) melakukan pertemuan tertutup membahas pembangunan empat pulau Surabaya Waterfront Land (SWL).
Adapun peserta yang hadir dalam pertemuan tertutup tersebut, yakni Wakil Rektor ITS Agus Muhammad Hatta, ST., MSi., PhD didampingi Tri Joko Wahyu Adi. ST., MT., PhD. selaku Direktur Kerjasama dan Pengelolaan Usaha (DKPU) ITS, Dr. Dra. Agnes Tuti Rumiati, M.Sc., di Laboratorium Statistika Sosial dan Kependudukan, DR. Dra. Dian Sapta Rini, M.Sc. Wakil Kepala Pusat Penelitian Infrastruktur dan Lingkungan Berkelanjutan, Ir. Putu Rudy Satiawan, M.Sc. Kepala Laboratorium Pengembangan & Perancangan Perkotaan di Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota dan Prof. Erma Suryani S.T., M.T., Ph.D. , sebagai peneliti di Bidang Industrial Manajemen.
Baca Juga: Libatkan LKPP dan ITS, Surabaya Konsolidasikan Pengadaan Semen untuk Proyek 2026
Sementara, Koordinator FMMM Heroe Budiarto mengatakan, dalam pertemuan tertutup tersebut disampaikan bahwa PT Granting Jaya pernah ke ITS melakukan kajian Ekonomi dan Sosial Masyarakat, untuk digunakan sebagai kelengkapan ijin.
"Dalam kajian dan penelitian ITS, adanya reklamasi Surabaya Waterfront Land (SWL), perekonomian di wilayah tersebut menurun 14 persen," kata Heroe Budiarto mengutip pernyataan dari pihak ITS, Agnes Tuti Rumiati, Sabtu (12/10/2024).
Baca Juga: Menteri Amran Apresiasi Inovasi Alumni ITS, Siap Terapkan di Pertanian
Dikatakannya, dalam Pengembangan Kawasan Pesisir Terpadu Surabaya Waterfront Land (SWL) dengan luasan kurang lebih 1.084.57 hektar, rencana mencakup Kecamatan Sukolilo, Kecamatan Mulyorejo, Kecamatan Bulak, Kecamatan Rungkut tersebut digarap oleh PT Granting Jaya.
Heroe Budiarto juga menyebut, bahwa ITS dalam pertemuan tersebut cenderung tidak mendukung reklamasi Surabaya Waterfront Land. Alasannya, proyek tersebut ambisius tidak senafas dengan RT/RW Provinsi Jawa Timur. "Jadi ITS menilai proyek Surabaya Waterfront Land terlalu dini untuk ditetapkan sebagai Proyek Strategi Nasional. Banyak penilaian negatif sehingga kajian tidak layak," tuturnya.
Baca Juga: Aktivis 98 Tolak Wacana Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional ke Soeharto
Oleh karena itu, FMMM akhirnya menyatakan sikap meminta agar institusi kampus ITS menolak secara tegas terkait adanya mega proyek reklamasi Surabaya Waterfront Land. "Kami dan rekan-rekan menuntut ITS mundur dari keterlibatannya dalam proyek pembangunan Surabaya Waterfront Land," imbuhnya.
Permintaan tegas tersebut juga memiliki dasar yang kuat. Karena menurut Heroe Budiarto, framing ITS sebagai institusi pendidikan yang bersejarah telah membackup PT Granting Jaya sangat kental. "Isu ITS di framing memback-up proyek reklamasi Surabaya Waterfront Land kental. Seolah-olah ITS ikut mengesahkan PT Granting Jaya mengerjakan reklamasi sudah sesuai kajian ilmiah," pungkasnya.
Editor : AdingURL : https://selalu.id/news-8259-masyarakat-pesisir-desak-its-ikut-tolak-reklamasisurabaya
