Selasa, 03 Feb 2026 01:33 WIB

Masyarakat Pesisir Desak ITS Ikut Tolak Reklamasi Surabaya

Proyek reklamasi SWL
Proyek reklamasi SWL

selalu.id - Forum Masyarakat Madani Maritim (FMMM), beserta kelompok nelayan dari pesisir timur Kota Surabaya beserta tokoh Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) melakukan pertemuan tertutup membahas pembangunan empat pulau Surabaya Waterfront Land (SWL).

Adapun peserta yang hadir dalam pertemuan tertutup tersebut, yakni Wakil Rektor ITS Agus Muhammad Hatta, ST., MSi., PhD didampingi Tri Joko Wahyu Adi. ST., MT., PhD. selaku Direktur Kerjasama dan Pengelolaan Usaha (DKPU) ITS, Dr. Dra. Agnes Tuti Rumiati, M.Sc., di Laboratorium Statistika Sosial dan Kependudukan, DR. Dra. Dian Sapta Rini, M.Sc. Wakil Kepala Pusat Penelitian Infrastruktur dan Lingkungan Berkelanjutan, Ir. Putu Rudy Satiawan, M.Sc. Kepala Laboratorium Pengembangan & Perancangan Perkotaan di Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota dan Prof. Erma Suryani S.T., M.T., Ph.D. , sebagai peneliti di Bidang Industrial Manajemen.

Baca Juga: Libatkan LKPP dan ITS, Surabaya Konsolidasikan Pengadaan Semen untuk Proyek 2026

Sementara, Koordinator FMMM Heroe Budiarto mengatakan, dalam pertemuan tertutup tersebut disampaikan bahwa PT Granting Jaya pernah ke ITS melakukan kajian Ekonomi dan Sosial Masyarakat, untuk digunakan sebagai kelengkapan ijin.

"Dalam kajian dan penelitian ITS, adanya reklamasi Surabaya Waterfront Land (SWL), perekonomian di wilayah tersebut menurun 14 persen," kata Heroe Budiarto mengutip pernyataan dari pihak ITS, Agnes Tuti Rumiati, Sabtu (12/10/2024).

Baca Juga: Menteri Amran Apresiasi Inovasi Alumni ITS, Siap Terapkan di Pertanian

Dikatakannya, dalam Pengembangan Kawasan Pesisir Terpadu Surabaya Waterfront Land (SWL) dengan luasan kurang lebih 1.084.57 hektar, rencana mencakup Kecamatan Sukolilo, Kecamatan Mulyorejo, Kecamatan Bulak, Kecamatan Rungkut tersebut digarap oleh PT Granting Jaya.

Heroe Budiarto juga menyebut, bahwa ITS dalam pertemuan tersebut cenderung tidak mendukung reklamasi Surabaya Waterfront Land. Alasannya, proyek tersebut ambisius tidak senafas dengan RT/RW Provinsi Jawa Timur. "Jadi ITS menilai proyek Surabaya Waterfront Land terlalu dini untuk ditetapkan sebagai Proyek Strategi Nasional. Banyak penilaian negatif sehingga kajian tidak layak," tuturnya.

Baca Juga: Aktivis 98 Tolak Wacana Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional ke Soeharto

Oleh karena itu, FMMM akhirnya menyatakan sikap meminta agar institusi kampus ITS menolak secara tegas terkait adanya mega proyek reklamasi Surabaya Waterfront Land. "Kami dan rekan-rekan menuntut ITS mundur dari keterlibatannya dalam proyek pembangunan Surabaya Waterfront Land," imbuhnya.

Permintaan tegas tersebut juga memiliki dasar yang kuat. Karena menurut Heroe Budiarto, framing ITS sebagai institusi pendidikan yang bersejarah telah membackup PT Granting Jaya sangat kental. "Isu ITS di framing memback-up proyek reklamasi Surabaya Waterfront Land kental. Seolah-olah ITS ikut mengesahkan PT Granting Jaya mengerjakan reklamasi sudah sesuai kajian ilmiah," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.