Kamis, 22 Okt 2026 21:37 WIB

Masyarakat Pesisir Desak ITS Ikut Tolak Reklamasi Surabaya

Proyek reklamasi SWL
Proyek reklamasi SWL

selalu.id - Forum Masyarakat Madani Maritim (FMMM), beserta kelompok nelayan dari pesisir timur Kota Surabaya beserta tokoh Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) melakukan pertemuan tertutup membahas pembangunan empat pulau Surabaya Waterfront Land (SWL).

Adapun peserta yang hadir dalam pertemuan tertutup tersebut, yakni Wakil Rektor ITS Agus Muhammad Hatta, ST., MSi., PhD didampingi Tri Joko Wahyu Adi. ST., MT., PhD. selaku Direktur Kerjasama dan Pengelolaan Usaha (DKPU) ITS, Dr. Dra. Agnes Tuti Rumiati, M.Sc., di Laboratorium Statistika Sosial dan Kependudukan, DR. Dra. Dian Sapta Rini, M.Sc. Wakil Kepala Pusat Penelitian Infrastruktur dan Lingkungan Berkelanjutan, Ir. Putu Rudy Satiawan, M.Sc. Kepala Laboratorium Pengembangan & Perancangan Perkotaan di Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota dan Prof. Erma Suryani S.T., M.T., Ph.D. , sebagai peneliti di Bidang Industrial Manajemen.

Baca Juga: Libatkan LKPP dan ITS, Surabaya Konsolidasikan Pengadaan Semen untuk Proyek 2026

Sementara, Koordinator FMMM Heroe Budiarto mengatakan, dalam pertemuan tertutup tersebut disampaikan bahwa PT Granting Jaya pernah ke ITS melakukan kajian Ekonomi dan Sosial Masyarakat, untuk digunakan sebagai kelengkapan ijin.

"Dalam kajian dan penelitian ITS, adanya reklamasi Surabaya Waterfront Land (SWL), perekonomian di wilayah tersebut menurun 14 persen," kata Heroe Budiarto mengutip pernyataan dari pihak ITS, Agnes Tuti Rumiati, Sabtu (12/10/2024).

Baca Juga: Menteri Amran Apresiasi Inovasi Alumni ITS, Siap Terapkan di Pertanian

Dikatakannya, dalam Pengembangan Kawasan Pesisir Terpadu Surabaya Waterfront Land (SWL) dengan luasan kurang lebih 1.084.57 hektar, rencana mencakup Kecamatan Sukolilo, Kecamatan Mulyorejo, Kecamatan Bulak, Kecamatan Rungkut tersebut digarap oleh PT Granting Jaya.

Heroe Budiarto juga menyebut, bahwa ITS dalam pertemuan tersebut cenderung tidak mendukung reklamasi Surabaya Waterfront Land. Alasannya, proyek tersebut ambisius tidak senafas dengan RT/RW Provinsi Jawa Timur. "Jadi ITS menilai proyek Surabaya Waterfront Land terlalu dini untuk ditetapkan sebagai Proyek Strategi Nasional. Banyak penilaian negatif sehingga kajian tidak layak," tuturnya.

Baca Juga: Aktivis 98 Tolak Wacana Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional ke Soeharto

Oleh karena itu, FMMM akhirnya menyatakan sikap meminta agar institusi kampus ITS menolak secara tegas terkait adanya mega proyek reklamasi Surabaya Waterfront Land. "Kami dan rekan-rekan menuntut ITS mundur dari keterlibatannya dalam proyek pembangunan Surabaya Waterfront Land," imbuhnya.

Permintaan tegas tersebut juga memiliki dasar yang kuat. Karena menurut Heroe Budiarto, framing ITS sebagai institusi pendidikan yang bersejarah telah membackup PT Granting Jaya sangat kental. "Isu ITS di framing memback-up proyek reklamasi Surabaya Waterfront Land kental. Seolah-olah ITS ikut mengesahkan PT Granting Jaya mengerjakan reklamasi sudah sesuai kajian ilmiah," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.

Kabar Gembira, Jalan Rusak di Pace-Tanjunganom Nganjuk Segera Diperbaiki

Perbaikan jalan ini tak sekedar untuk akses kendaraan, namun juga mampu melejitkan denyut perekonomian warga di sekitar jalur Pace-Tanjunganom, Nganjuk

IMM Jember Gelar Aksi Demo, Desak Pemerintah Serius Benahi 7 Persoalan Pendidikan

Mereka memberikan waktu satu minggu dan mengancam bakal menggelar aksi demonstrasi jilid II apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti dengan langkah konkret.