Selasa, 03 Feb 2026 13:56 WIB

Bawaslu Jatim Akui Belum Bayar karena Grand Empire Palace Tak Lengkap Administrasi

Anggota Bawaslu Jatim Kordiv Penyelesaian Sengketa, Rusmifahrizal Rustam.
Anggota Bawaslu Jatim Kordiv Penyelesaian Sengketa, Rusmifahrizal Rustam.

selalu.id - Buntut dari kasus ketidakjelasan terkait pembayaran kepada 30 hotel yang menjadi penginapan saat kegiatan rapat kerja teknis (Rakernis) pada bulan Agustus 2024 lalu di Surabaya, ternyata masih belum dilunasi oleh Bawaslu Jatim.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jatim berjanji bakal melunasi semua pembayaran tersebut. Janji itu disampaikan oleh anggota Bawaslu Jatim Kordiv Penyelesaian Sengketa, Rusmifahrizal Rustam.

Pria yang akrab disapa Rustam ini berdalih,  bahwa sebagian pembayaran sudah diselesaikannya. Namun, hanya tinggal pembayaran hotel saja yang belum diselesaikan oleh pihaknya. Ia pun menyebut, bahwa terkendala dengan SPJ (surat penanggung jawab).

"Acara rakernis kemarin kami serahkan ke pihak ketiga yakni Empire Palace, memang masih ada sisa pembayaran yang belum kami selesaikan karena persoalan SPJ. Sebenarnya pembayaran ini cepat, berhubung ini uang negara ada aturan-aturan yang harus dilaksanakan sesuai kontrak oleh pihak vendor," kata Rustam kepada selalu.id saat dijumpai di Kantor Bawaslu Jatim, Jumat (4/10/2024).

Bawaslu Jatim, lanjut Rustam menjelaskan, sebetulnya akan membayar semua kekurangannya. Akan tetapi vendor dalam hal ini, Empire Palace belum melengkapi semua persyaratan yang diajukan oleh bendahara Bawaslu Jatim.

"Dikarenakan belum lengkap persyaratan dokumen-dokumen sesuai aturan, maka pihak bendahara kami belum bisa membayarkan dan itu pasti kami bayarkan mengingat kita sering bikin acara di hotel juga kita bayar dan kita lunasin," ungkap Rusmi.

Selain itu, pihaknya juga mengkritik penyelenggara dalam hal ini Empire Palace yang banyak melakukan kesalahan, seperti kacaunya pelayanan baik soal makanan yang disajikan maupun tempat kegiatan yang tidak sesuai dengan harapan.

"Kalau kita mengkritik, Empire Palace juga melakukan banyak kesalahan, sampai soal makanan dan lokasi makan yang tidak standar, tapi itu kita proses mengingat uang ini (pembayaran) besar dan pasti kita bayar sesuai kontrak," ujarnya.

Disingung mengenai kapan akan dibayarkannya, Rustam mengatakan dalam seminggu hingga dua Minggu bulan ini akan dibayarkan menunggu kelengkapan administrasi dari Empire Palace dan pihaknya diperintahkan langsung oleh pimpinan untuk segera dibayarkan.

"Kami diperintahkan pimpinan untuk segera dibayarkan, sebetulnya ini kita bayar cepat berhubung ada proses administrasi keuangan yang harus disetor oleh pihak vendor itu yang kurang dan ini adalah uang negara ada aturannya syarat-syarat SPJ yang harus dilengkapi," pungkasnya.

Baca Juga: Midtown Residence Surabaya Berbagi Keterampilan, Menebar Kesetaraan bersama para model disabilitas 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.