Kamis, 22 Okt 2026 17:26 WIB

Bawaslu Jatim Akui Belum Bayar karena Grand Empire Palace Tak Lengkap Administrasi

Anggota Bawaslu Jatim Kordiv Penyelesaian Sengketa, Rusmifahrizal Rustam.
Anggota Bawaslu Jatim Kordiv Penyelesaian Sengketa, Rusmifahrizal Rustam.

selalu.id - Buntut dari kasus ketidakjelasan terkait pembayaran kepada 30 hotel yang menjadi penginapan saat kegiatan rapat kerja teknis (Rakernis) pada bulan Agustus 2024 lalu di Surabaya, ternyata masih belum dilunasi oleh Bawaslu Jatim.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jatim berjanji bakal melunasi semua pembayaran tersebut. Janji itu disampaikan oleh anggota Bawaslu Jatim Kordiv Penyelesaian Sengketa, Rusmifahrizal Rustam.

Pria yang akrab disapa Rustam ini berdalih,  bahwa sebagian pembayaran sudah diselesaikannya. Namun, hanya tinggal pembayaran hotel saja yang belum diselesaikan oleh pihaknya. Ia pun menyebut, bahwa terkendala dengan SPJ (surat penanggung jawab).

"Acara rakernis kemarin kami serahkan ke pihak ketiga yakni Empire Palace, memang masih ada sisa pembayaran yang belum kami selesaikan karena persoalan SPJ. Sebenarnya pembayaran ini cepat, berhubung ini uang negara ada aturan-aturan yang harus dilaksanakan sesuai kontrak oleh pihak vendor," kata Rustam kepada selalu.id saat dijumpai di Kantor Bawaslu Jatim, Jumat (4/10/2024).

Bawaslu Jatim, lanjut Rustam menjelaskan, sebetulnya akan membayar semua kekurangannya. Akan tetapi vendor dalam hal ini, Empire Palace belum melengkapi semua persyaratan yang diajukan oleh bendahara Bawaslu Jatim.

"Dikarenakan belum lengkap persyaratan dokumen-dokumen sesuai aturan, maka pihak bendahara kami belum bisa membayarkan dan itu pasti kami bayarkan mengingat kita sering bikin acara di hotel juga kita bayar dan kita lunasin," ungkap Rusmi.

Selain itu, pihaknya juga mengkritik penyelenggara dalam hal ini Empire Palace yang banyak melakukan kesalahan, seperti kacaunya pelayanan baik soal makanan yang disajikan maupun tempat kegiatan yang tidak sesuai dengan harapan.

"Kalau kita mengkritik, Empire Palace juga melakukan banyak kesalahan, sampai soal makanan dan lokasi makan yang tidak standar, tapi itu kita proses mengingat uang ini (pembayaran) besar dan pasti kita bayar sesuai kontrak," ujarnya.

Disingung mengenai kapan akan dibayarkannya, Rustam mengatakan dalam seminggu hingga dua Minggu bulan ini akan dibayarkan menunggu kelengkapan administrasi dari Empire Palace dan pihaknya diperintahkan langsung oleh pimpinan untuk segera dibayarkan.

"Kami diperintahkan pimpinan untuk segera dibayarkan, sebetulnya ini kita bayar cepat berhubung ada proses administrasi keuangan yang harus disetor oleh pihak vendor itu yang kurang dan ini adalah uang negara ada aturannya syarat-syarat SPJ yang harus dilengkapi," pungkasnya.

Baca Juga: Pria Diduga Melompat dari Atap Hotel Goldvitel Surabaya dan Menimpa Mobil

Editor : Ading
Berita Terbaru

Momen Pesawat Tempur TNI AU Mendarat di Tol Pasuruan-Probolinggo

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengujian kesiapan operasional TNI AU dalam memanfaatkan infrastruktur jalan tol untuk mendukung operasi udara.

Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

Sambil melakukan orasi secara bergantian, gema teriakan "revolusi" terus disuarakan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

Mereka datang sekitar pukul 14.45 WIB.

Ketua BEM Unair Ngaku Ditahan di Polda Jatim Gegara Dituduh Sebar Ajakan Kerusuhan

Ia juga menegaskan bahwa tuduhan mengenai gerakan yang dikondisikan tidaklah benar.

Peringatan Hari Santri, DPW PKB Jatim: Jihad Masa Kini adalah Melawan Karhutla

DPW PKB Jatim secara simbolis menyerahkan 5.000 bibit pohon kepada peserta apel sebagai wujud nyata komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Ruang Data Centre Lama Untag Terbakar, Satu PMK Diterjunkan

Alarm langsung berbunyi setelah muncul kepulan asap.