Rabu, 22 Jul 2026 15:11 WIB

Bawaslu Jatim Akui Belum Bayar karena Grand Empire Palace Tak Lengkap Administrasi

Anggota Bawaslu Jatim Kordiv Penyelesaian Sengketa, Rusmifahrizal Rustam.
Anggota Bawaslu Jatim Kordiv Penyelesaian Sengketa, Rusmifahrizal Rustam.

selalu.id - Buntut dari kasus ketidakjelasan terkait pembayaran kepada 30 hotel yang menjadi penginapan saat kegiatan rapat kerja teknis (Rakernis) pada bulan Agustus 2024 lalu di Surabaya, ternyata masih belum dilunasi oleh Bawaslu Jatim.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jatim berjanji bakal melunasi semua pembayaran tersebut. Janji itu disampaikan oleh anggota Bawaslu Jatim Kordiv Penyelesaian Sengketa, Rusmifahrizal Rustam.

Pria yang akrab disapa Rustam ini berdalih,  bahwa sebagian pembayaran sudah diselesaikannya. Namun, hanya tinggal pembayaran hotel saja yang belum diselesaikan oleh pihaknya. Ia pun menyebut, bahwa terkendala dengan SPJ (surat penanggung jawab).

"Acara rakernis kemarin kami serahkan ke pihak ketiga yakni Empire Palace, memang masih ada sisa pembayaran yang belum kami selesaikan karena persoalan SPJ. Sebenarnya pembayaran ini cepat, berhubung ini uang negara ada aturan-aturan yang harus dilaksanakan sesuai kontrak oleh pihak vendor," kata Rustam kepada selalu.id saat dijumpai di Kantor Bawaslu Jatim, Jumat (4/10/2024).

Bawaslu Jatim, lanjut Rustam menjelaskan, sebetulnya akan membayar semua kekurangannya. Akan tetapi vendor dalam hal ini, Empire Palace belum melengkapi semua persyaratan yang diajukan oleh bendahara Bawaslu Jatim.

"Dikarenakan belum lengkap persyaratan dokumen-dokumen sesuai aturan, maka pihak bendahara kami belum bisa membayarkan dan itu pasti kami bayarkan mengingat kita sering bikin acara di hotel juga kita bayar dan kita lunasin," ungkap Rusmi.

Selain itu, pihaknya juga mengkritik penyelenggara dalam hal ini Empire Palace yang banyak melakukan kesalahan, seperti kacaunya pelayanan baik soal makanan yang disajikan maupun tempat kegiatan yang tidak sesuai dengan harapan.

"Kalau kita mengkritik, Empire Palace juga melakukan banyak kesalahan, sampai soal makanan dan lokasi makan yang tidak standar, tapi itu kita proses mengingat uang ini (pembayaran) besar dan pasti kita bayar sesuai kontrak," ujarnya.

Disingung mengenai kapan akan dibayarkannya, Rustam mengatakan dalam seminggu hingga dua Minggu bulan ini akan dibayarkan menunggu kelengkapan administrasi dari Empire Palace dan pihaknya diperintahkan langsung oleh pimpinan untuk segera dibayarkan.

"Kami diperintahkan pimpinan untuk segera dibayarkan, sebetulnya ini kita bayar cepat berhubung ada proses administrasi keuangan yang harus disetor oleh pihak vendor itu yang kurang dan ini adalah uang negara ada aturannya syarat-syarat SPJ yang harus dilengkapi," pungkasnya.

Baca Juga: Pria Diduga Melompat dari Atap Hotel Goldvitel Surabaya dan Menimpa Mobil

Editor : Ading
Berita Terbaru

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.