Kamis, 03 Sep 2026 13:07 WIB

Midtown Residence Surabaya Berbagi Keterampilan, Menebar Kesetaraan bersama para model disabilitas 

Swlalu.id - Midtown Residence Surabaya, hotel bintang empat yang berkomitmen terhadap pemberdayaan disabilitas membangun ekosistem inklusif, menyelenggarakan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Berbagi Keterampilan, Menebar Kesetaraan bersama FMD (Fira Model Disabilitas). 

Program ini menghadirkan pelatihan keterampilan dasar di bidang hospitality berupa table setup dan napkin folding, yang diikuti oleh 28 siswa dari Sekolah Fira Model Disabilitas (FMD). Orang tua peserta juga turut diundang untuk memberikan dukungan secara langsung. 

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

Pelatihan ini dipandu oleh Bapak Andi Yoga Wira Utama, Food & Beverage Manager Midtown Residence Surabaya, yang secara langsung membimbing peserta dalam menyusun meja makan dan melipat serbet dengan bentuk-bentuk elegan seperti kipas, pyramid, bird of paradise, dan rose—semuanya merupakan teknik pelipatan serbet yang digunakan dalam standar pelayanan jamuan makan di hotel.

“Kami percaya bahwa setiap individu memiliki potensi yang sama untuk berkembang, tanpa terkecuali. Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun rasa percaya diri para peserta sekaligus memperkenalkan dunia kerja di bidang hospitality,” ujar Andi Yoga Wira Utama. 

Program ini bertujuan untuk membuka wawasan dan membekali para siswa dengan keterampilan praktis yang bermanfaat untuk masa depan, sekaligus menjadi langkah nyata Midtown Residence Surabaya dalam mendukung masyarakat inklusif dan ramah disabilitas. 

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

Kegiatan ini dilaksanakan dengan sangat seru dan penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi pelatihan, menjadikan suasana semakin hidup dan menyenangkan. Salah satu peserta, Echi, menyampaikan kesannya:

“Seneng, menambah ilmu, dan mau lagi apabila ada kegiatan seperti ini,” ujar Echi. 

Apresiasi juga datang dari para orang tua, termasuk Ibu Elizabeth yang turut hadir mendampingi putrinya:

Baca Juga: Potret Aksi 'Agustus Kelam' di Surabaya, Serukan Perlindungan hingga DBH Migas Madura

“Kalau menurut saya pribadi, bagus untuk perkembangan anak-anak kita. Andaikan sering kegiatan seperti ini, bagus untuk sosialisasi dan perkembangan. Anak-anak seperti ini kan perlu mengikuti berbagai kegiatan supaya banyak temennya dan tidak ketinggalan seperti anak reguler,” ungkapnya. 

Melalui kegiatan ini, Midtown Residence Surabaya terus mempertegas komitmennya dalam menciptakan ruang belajar yang inklusif, mendukung kemandirian anak-anak disabilitas, dan menebarkan semangat kesetaraan di masyarakat.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.