Selasa, 03 Feb 2026 17:23 WIB

Fenomena Bullying Semakin Merajalela, Begini Tanggapan Psikolog Sosial

Psikolog Sosial, Ananta Yudiarso
Psikolog Sosial, Ananta Yudiarso

selalu.id - Fenomena kasus bullying atau perundungan belakang ini makin marak, bahkan setiap tahun angka perundungan naik terutama di lingkungan pendidikan. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ada sekitar 3.800 kasus perundungan di Indonesia sepanjang 2023.

Sedangkan di awal 2024 sebanyak 141 kasus. Dari seluruh aduan itu, 35 persen terjadi di lingkungan sekolah atau satuan pendidikan.

Baca Juga: Soal Bullying di Sekolah, Program Curhat Sebaya Bakal jadi Solusi Dispendik Surabaya

Menurut Psikolog Sosial, Ananta Yudiarso, perundungan yang terus meningkat terutama di dunia pendidikan harus disikapi dengan serius. Karena fenomena perundungan atau bullying ini melibatkan tidak hanya satu atau dua, tapi banyak sebenarnya dan banyak juga yang mengetahui perilaku perundungan itu, hanya mungkin takut untuk melapor.

"Jadi kompleks sebenarnya ini. Nah, itu yang harus diperhatikan. Dan yang ketiga, hati-hati di dalam penanganan bullying. Karena ini tidak hanya satu orang dengan orang yang lainnya bahkan biasanya banyak maka ya harus hati-hati dalam penanganannya," ujar Ananta saat diwawancarai selalu.id via selular, Selasa (1/10/2024).

Dia juga berharap jangan sampai orang yang dulunya menjadi korban kemudian menjadi pelaku perundungan. "Jadi pelaku perundungan ini karena pengalaman dia di masa lalu jadi hati-hati dalam penanganannya ini, tidak serta-merta untuk menyalahkan si pelakunya," ujarnya.

Selama ini masih banyak orang yang tidak paham batasan terkait perundungan. Karena selama ini perundungan kerap dijadikan sesuatu yang wajar namun tidak disadari bahwa korban bisa saja mengalami gangguan pada mental.

Baca Juga: Ketika Candaan Menjadi Kekerasan: Literasi Komunikasi untuk Menghentikan Bullying

"Maka harus paha. batas-batasan untuk memperlakukan orang jangan sampai dikatakan hal itu dianggap sebagai bullying. Kemudian dampak dari pelaku bullying tadi itu bisa berakibat gangguan mental dan sehingga orang yang melakukan bullying akan paham bahwa ini sebenarnya ranah pidana," tutur dosen Ubaya ini.

Agar kasus bullying atau perundungan tidak semakin meningkat butuh peran pemerintah maupun stekholder untuk berperan aktif sampai ke level bawah. Tentu harus diiringi dengan keberanian masyarakat dalam melaporkan kasus tersebut.

"Jangan sampai bertahun-tahun baru melapor, kan selama ini seperti itu. Jadi masyarakat harus berani melapor apabila ada kejadian seperti itu (perundungan)," tegasnya.

Baca Juga: Temui Siswa Korban Bullying, Ini Respon Wali Kota Eri

Apalagi di dunia media sosial (medsos) saat ini, banyak sekali tekanan yang kerap dialami oleh penggunanya. Ananta mengakui bahwa  cyberbullying menjadi ancaman nyata terutama bagi anak mudah atau Gen Z yang lebih aktif di online.

"Pelecehan atau kritik yang diterima secara online bisa mengakibatkan rasa malu, harga diri yang rendah, dan perasaan terisolasi. Kecemasan akan kehilangan kesempatan atau tidak terlibat dalam aktivitas sosial yang dilihat di media sosial dapat memicu depresi dan kecemasan sosial," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Selain pemeriksaan dasar, warga juga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah.

Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Widyaswendra mengatakan bahwa tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.