Senin, 19 Okt 2026 00:37 WIB

Fenomena Bullying Semakin Merajalela, Begini Tanggapan Psikolog Sosial

Psikolog Sosial, Ananta Yudiarso
Psikolog Sosial, Ananta Yudiarso

selalu.id - Fenomena kasus bullying atau perundungan belakang ini makin marak, bahkan setiap tahun angka perundungan naik terutama di lingkungan pendidikan. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ada sekitar 3.800 kasus perundungan di Indonesia sepanjang 2023.

Sedangkan di awal 2024 sebanyak 141 kasus. Dari seluruh aduan itu, 35 persen terjadi di lingkungan sekolah atau satuan pendidikan.

Baca Juga: Komitmen Polres Pasuruan dalam Menekan Ancaman Narkoba hingga Judi Online di Sekolahan

Menurut Psikolog Sosial, Ananta Yudiarso, perundungan yang terus meningkat terutama di dunia pendidikan harus disikapi dengan serius. Karena fenomena perundungan atau bullying ini melibatkan tidak hanya satu atau dua, tapi banyak sebenarnya dan banyak juga yang mengetahui perilaku perundungan itu, hanya mungkin takut untuk melapor.

"Jadi kompleks sebenarnya ini. Nah, itu yang harus diperhatikan. Dan yang ketiga, hati-hati di dalam penanganan bullying. Karena ini tidak hanya satu orang dengan orang yang lainnya bahkan biasanya banyak maka ya harus hati-hati dalam penanganannya," ujar Ananta saat diwawancarai selalu.id via selular, Selasa (1/10/2024).

Dia juga berharap jangan sampai orang yang dulunya menjadi korban kemudian menjadi pelaku perundungan. "Jadi pelaku perundungan ini karena pengalaman dia di masa lalu jadi hati-hati dalam penanganannya ini, tidak serta-merta untuk menyalahkan si pelakunya," ujarnya.

Selama ini masih banyak orang yang tidak paham batasan terkait perundungan. Karena selama ini perundungan kerap dijadikan sesuatu yang wajar namun tidak disadari bahwa korban bisa saja mengalami gangguan pada mental.

Baca Juga: Soal Bullying di Sekolah, Program Curhat Sebaya Bakal jadi Solusi Dispendik Surabaya

"Maka harus paha. batas-batasan untuk memperlakukan orang jangan sampai dikatakan hal itu dianggap sebagai bullying. Kemudian dampak dari pelaku bullying tadi itu bisa berakibat gangguan mental dan sehingga orang yang melakukan bullying akan paham bahwa ini sebenarnya ranah pidana," tutur dosen Ubaya ini.

Agar kasus bullying atau perundungan tidak semakin meningkat butuh peran pemerintah maupun stekholder untuk berperan aktif sampai ke level bawah. Tentu harus diiringi dengan keberanian masyarakat dalam melaporkan kasus tersebut.

"Jangan sampai bertahun-tahun baru melapor, kan selama ini seperti itu. Jadi masyarakat harus berani melapor apabila ada kejadian seperti itu (perundungan)," tegasnya.

Baca Juga: Ketika Candaan Menjadi Kekerasan: Literasi Komunikasi untuk Menghentikan Bullying

Apalagi di dunia media sosial (medsos) saat ini, banyak sekali tekanan yang kerap dialami oleh penggunanya. Ananta mengakui bahwa  cyberbullying menjadi ancaman nyata terutama bagi anak mudah atau Gen Z yang lebih aktif di online.

"Pelecehan atau kritik yang diterima secara online bisa mengakibatkan rasa malu, harga diri yang rendah, dan perasaan terisolasi. Kecemasan akan kehilangan kesempatan atau tidak terlibat dalam aktivitas sosial yang dilihat di media sosial dapat memicu depresi dan kecemasan sosial," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.